Breaking News

IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas, Bagaimana dengan Rupiah?

Ilustrasi (net) 

WELFARE.id-IHSG diprediksi akan bergerak terbatas pada perdagangan hari ini, Rabu (13/7/2022). Sentimen dari luar negeri diramal masih akan mempengaruhi pergerakan IHSG. 

Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan memprediksi, IHSG hari ini akan kembali bergerak terbatas dalam rentang 6.700-6.780. Secara teknikal, dia menganalisis meski Stochastic RSI dan MACD cenderung bergerak naik, tapi sejumlah saham yang menjadi mover IHSG kemarin terindikasi overbought.  

"elaku pasar berpotensi wait and see jelang rilis sejumlah data penting hari ini sehingga turut mempengaruhi pergerakan IHSG. Misalnya saja dari data inflasi Jerman pada Juni 2022, pertumbuhan ekonomi Inggris pada Mei 2022 dan Inflasi Amerika Serikat pada bulan Juni. Perhatikan peluang trading buy pada sejumlah saham yang bertahan di pivot level, seperti ABBA, ADHI dan MEDC," sarannya. 

Selain itu, lanjutnya, investor juga bisa memperhatikan potensi rebound lanjutan pada saham ASII. Lalu, speculative buy di kisaran support pada saham WIKA, MYOR dan WOOD. 

Sementara itu, nilai tukar rupiah kembali melemah melawan dolar Amerika Serikat (AS) Selasa kemarin setelah mampu menguat dua hari beruntun. Rupiah mengakhiri perdagangan di Rp14.985 per dolar, melemah 0,01 persen. 

Pada perdagangan Rabu (13/7/2022) rupiah masih berisiko melemah melihat indeks dolar AS yang kembali naik, meski tipis 0,05 persen kemarin. Faktor utama yang menopang penguatan dolar AS yakni bank sentralnya (The Fed) yang paling agresif menaikkan suku bunga. 

Rilis data tenaga kerja AS Jumat lalu yang masih kuat meski suku bunga sebanyak tiga kali dengan total 150 basis poin membuat The Fed diperkirakan akan kembali menaikkan suku bunga 75 basis poin bulan ini.  

Dolar AS pun terus menguat, meski tidak menutup kemungkinan rupiah bisa berbalik menguat, melihat pelemahannya yang sudah cukup besar, berada di dekat level psikologis Rp15.000 per dolar, dan fundamental dalam negeri yang masih cukup bagus. 

Secara teknikal, belum ada perubahan level-level yang harus diperhatikan mengingat rupiah melemah tipis kemarin. Rupiah yang disimbolkan USD/IDR sejak 15 Juni lalu menembus ke atas resisten kuat di kisaran Rp14.730 per dolar yang merupakan FibonacciRetracement61,8 persen. Sejak saat itu, rupiah terus mengalami tekanan. 

Fibonacci Retracement tersebut ditarik dari titik terendah 24 Januari 2020 di Rp13.565 per dolar dan tertinggi 23 Maret 2020 di Rp16.620 per dolar 

Sejak saat itu rupiah terus tertekan hingga sempat menembus level psikologis Rp15.000 per dolar pada Rabu (6/7/2022) lalu dan masih menjadi resisten di pekan ini. 

Jika ditembus, rupiah tentunya akan melemah lebih jauh. Rp15.090 - Rp15.100 per dolar yang merupakan Fibonacci Retracement 50 persen akan menjadi resisten kuat selanjutnya yang bisa menahan pelemahan rupiah. 

Sementara itu selama tertahan di bawah Rp15.000 per dolar, rupiah berpeluang menguat melihat indikator Stochastic pada grafik harian kini bergerak naik dan mencapai wilayah jenuh beli (overbought). 

Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80) atau oversold (di bawah 20), maka harga suatu instrumen berpeluang berbalik arah. 

Stochastic yang berada di wilayah jenuh beli memberikan peluang penguatan rupiah. Apalagi pada Rabu lalu rupiah juga membentuk pola Shooting Star yang biasanya menjadi sinyal pembalikan arah. 

Indikator Stochastic 1 jam yang digunakan untuk memproyeksikan pergerakan harian juga berada di wilayah jenuh beli sehingga peluang rupiah menguat cukup besar. 

Support berada di kisaran Rp14.950 per dolar hingga Rp14.930 per dolar. Jika ditembus rupiah berpeluang menguat ke Rp14.900 per dolar. Penembusan ke bawah level tersebut akan membuka peluang penguatan lebih jauh di pekan ini. (tim redaksi) 

#saham
#pergerakansaham
#ihsg
#bei
#rekomendasisaham
#rupiah
#perdaganganrupiah
#rupiahvsdolar

Tidak ada komentar