Breaking News

HUT Bhayangkara Ke-76, Kapolri Minta Jajarannya Makin Dekat dengan Masyarakat

Kapolri Jenderal Listyo Sigit. Foto : instagram

WELFARE.id-Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo Kapolri meminta seluruh jajaran kepolisian makin dekat dengan masyarakat yang ada di berbagai penjuru Tanah Air. Pesan ino disampaikan bertepatan dengan momen ulang tahun Bhayangkara ke-76 yang jatuh hari ini, Jumat (1/7/2022). 

Jenderal bintang empat itu mengingatkan personel Polri untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara. Lewat akun media sosialnya, orang nomor satu di Polri itu juga menginstruksikan jajarannya selalu menjaga kehormatan institusi sesuai nilai-nilai Tri Brata dan Catur Prasetya. 

Dia berharap segala tugas dan kebaikan yang dilakukan anggota Polri menjadi ladang amal. "Saya berpesan kepada seluruh anggota Polri di manapun bertugas. Tetaplah semangat dan ikhlas dalam memberikan pengabdian terbaik, sehingga Polri semakin dekat dan dicintai masyarakat,” ujarnya. 

Lebih lanjut, Jenderal Listyo Sigit mengapresiasi berbagai bentuk pengorbanan, pengabdian serta dedikasi personel kepolisian. Peran Polri, jelasnya, sangat diperlukan di tengah ketidakpastian global. Sehingga, tercipta stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. 

Sejak menjabat Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Listyo mengupayakan reformasi di lingkungan Polri supaya menjadi institusi yang lebih baik, humanis, dan jauh dari kekerasan. Di masa kepemimpinannya, Polri mengusung slogan Presisi yang merupakan singkatan dari prediktif, responsibilitas, transparansi dan berkeadilan. 

Terpisah, Ketua Presidium Indonesian Civilian Police Watch (ICPW) Bambang Suranto mengapresiasi konsep Smart Policing Polri saat ini yang dipadukan dengan konsep Presisi yang digaungkan Kapolri Jendral Pol. Listyo Sigit Prabowo. 

Bambang menilai konsep smart policing yang dijalankan dengan Presisi telah memperlihatkan bukti-bukti serta hasil yang sangat memuaskan terhadap pelayanan masyarakat. Meskipun belum sempurna, konsep smart policing dan Presisi harus terus dikembangkan guna memberikan kenyamanan dan keamanan kepada masyarakat. 

"Saya melihat smart policing ini sangat tepat dan sudah bagus terlebih dipadukan dengan konsep Presisi Polri yang diterapkan oleh Kapolri," katanya. 

Menurut Bambang, smart policing merupakan model peran dan tugas kepolisian yang tepat untuk masa sekarang ini. Kepolisian, lanjutnya, berada di era kekinian, banyak kejahatan ataupun kriminalitas memanfaatkan teknologi yang terkoneksi, tanpa batasan, maka konsep ini mampu mengatasi berbagai masalah-masalah konvensional. 

Masalah-masalah siber atau virtual di era digital hingga masalah forensik. Sejalan dengan hal tersebut, Bambang juga menjelaskan, model smart policing dapat diimplementasikan dengan model pendekatan wilayah, model fungsi, model dampak masalah pada birokrasi maupun pada masyarakat. 

Pelayanan-pelayanan kepolisian yang bersifat rutin, bersifat khusus, maupun kontijensi. Sementara Presisi yang dicanangkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjadi patokan bagi kepolisian untuk menjalankan smart policing. 

"Kita akui biarpun konsep ini sudah diterapkan namun masih ada pelanggaran yang dilakukan, akan tetapi jumlahnya semakin minim dengan adanya penerapan dan keterlibatan teknologi," ujarnya. 

Bambang mencontohkan bagaimana kepolisian RI saat ini terus mengembangkan teknologi untuk melayani masyarakat. Misalnya keberadaan CCTV dimana-mana dan pelayanan Polri berbasis elektronik namun di dalamnya faktor SDM juga dituntut mampu beradaptasi. 

Semua itu dipadukan dengan kecepatan reaksi anggota di lapangan seperti mengurangi hingga memprediksi tindak kejahatan dan kriminal. 

Secara keseluruhan Bambang menilai Polri sudah lebih baik dalam menjalankan tugas sesuai dengan UU No 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara. 

Namun ICPW juga tidak memungkiri jika memang masih ada ditemukan pelanggaran kode etik profesi Polri yang dilakukan oleh oknum anggota Polri. Pelanggaran, kata dia, masih terjadi di tingkat bawah dalam menjalankan tugasnya di tengah masyarakat. "Belum sempurna memang. Ini juga yang harus terus dibenahi oleh internal Polri dalam aspek transformasi pengawasan," imbuhnya. 

Untuk tugas dan fungsi Polri dalam pengamanan kegiatan masyarakat, penegakan hukum, intelijen keamanan, kebinmasan, hingga pelayanan kesehatan masyarakat sudah terpenuhi. "Secara umum itu sudah terpenuhi," ujarnya. 

Di sektor ekonomi Polri diharapkan mampu menciptakan kondusivitas dalam investasi hingga menjaga proses pembangunan Bambang mengatakan, keterlibatan Polri disini adalah memastikan negara aman dari beragam macam konflik dan segala sentimen negatif yang terkait keamanan dan hukum. "Kewajiban Polri mengawal dan memastikan investasi baik dari PMDN maupun PMA seluruhnya bisa berjalan baik," tukasnya. 

Bambang mengingatkan Polri bahwa kemajuan teknologi telah menjadikan dunia lebih transparan, lebih terbuka, dan tidak ada yang bisa ditutupi. 

Informasi tersebar dengan cepat dalam hitungan detik. Smart policing pada Polri yang dibangun dengan Presisi diharapkan menciptakan sosok yang profesional. "Polisi yang cerdas, berintegritas, serta modern yang dapat diimplementasikan di seluruh tingkatan," pungkasnya. (tim redaksi) 

#haribhayangkara
#bhayangkara
#hutpolri
#polisiindonesia
#kapolri

Tidak ada komentar