Breaking News

Habiskan Dana IPO Rp5,7 T, Bagaimana Prospek Saham Bukalapak?

Bukalapak 

WELFARE.id-PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) menghabiskan dana IPO sebesar Rp5,7 triliun sampai dengan Juni 2022. Di sisi lain, Bukalapak masih menyisakan dana hasil IPO sebanyak Rp15,54 triliun. Emiten teknologi itu menghabiskan 27 persen dari total dana yang diraup sebesar Rp21,32 triliun. Lantas, bagaimana prospek sahamnya? 

BUKA menghabiskan dana IPO Rp5,77 triliun. Diantaranya untuk modal kerja Rp2,5 triliun dan modal kerja entitas anak Rp964,88 miliar. 

Dari sisa dana hasil IPO, mereka membenamkan uang segar Rp11,2 triliun di deposito. Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan, dana simpanan itu terpecah menjadi beberapa. Pada deposito pertama sebesar Rp5 triliun dengan kupon bunga 3,10 persen. Adapun, dana kedua sebesar Rp3 triliun memiliki kupon bunga 3 persen dan dana ketiga Rp2,2 triliun memiliki bunga 2,75 persen. Terakhir dana sebesar Rp1 triliun memiliki bunga 2,9 persen. 

Selain itu, mereka  menelan biaya initial public offering (IPO) sampai dengan Rp574,84 miliar. 

Dari segi performa, saham BUKA menjadi salah satu saham dengan kinerja di bawah rata-rata atau laggard, dengan turun 40,9 persen sejak awal tahun atau year to date (YTD). 

Analis CGS-CIMB Sekuritas Indonesia Ryan Winipta dan Baruna Arkasatyo mengatakan, market hanya menilai bisnis inti BUKA di Rp3,2 triliun, jauh di bawah perusahaan sejenis di regional seperti Sea Ltd dan Grab. Meski demikian, Ryan dan Baruna menilai terdapat beberapa katalis positif terhadap kinerja BUKA.


Menurutnya, dengan pendanaan startup yang menjadi semakin sulit, pihaknya memperkirakan kompetitor Mitra Bukalapak harus berjuang melawan BUKA yang memiliki modal besar. "Beberapa startup telah menikmati putaran pendanaan yang sangat besar selama pandemi, tetapi keadaan cepat berbalik," tulis Ryan dan Baruna dalam risetnya, dikutip Rabu (20/7/2022). 

Menurut mereka, ada kemungkinan Ula, pesaing Bukalapak, dapat menurunkan ambisinya, mengikuti pemotongan Udaan baru-baru ini. Selain itu, pesaing lainnya yakni Warung Pintar, juga dapat mengalihkan fokusnya setelah diakuisisi Sirclo. 

Ryan dan Baruna juga melihat, kolaborasi antara AlloFresh dan Mitra Bukalapak merupakan kunci menuju keberlanjutan. BUKA menyebut kolaborasi Mitra Bukalapak-Transmart, yang diperkuat dengan Joint Venture AlloFresh, dapat menurunkan beban persediaan dalam jangka panjang. 

"Kami pikir hal ini adalah salah satu kunci keberlanjutan jangka panjang untuk Mitra Bukalapak, karena pemeriksaan kami di kota-kota tier 2 menunjukkan pemilik toko mom-and-pop store selalu mencari opsi termurah," tambahnya. 

Kolaborasi ini, bersamaan dengan meningkatnya proporsi penjualan dari brand regional, penting untuk meningkatkan daya saing dan untuk mencapai EBITDA yang positif. 

Adapun CGS-CIMB Sekuritas merekomendasikan untuk add saham BUKA, dengan target harga Rp350 per saham. 

Risiko yang datang dari BUKA adalah gagalnya eksekusi kolaborasi Mitra Bukalapak dan AlloFresh, penjualan saham dari pemegang saham utama, dan meningkatnya persaingan. 

Sebagai informasi, hingga Kuartal I/2022, PT Bukalapak.com telah mendukung lebih dari 13,1 juta UMKM dan 6,8 juta pelapak online. Emiten ini juga telah memperluas jangkauan kepada mitra, pelapak online, dan pelanggan dengan menyediakan solusi yang berfokus pada pengembangan specialized platforms atau platform-platform yang diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan tertentu, yaitu marketplace, online-to-offline (O2O), solusi pelapak, serta platform keuangan. (tim redaksi) 

#bukalapak
#bukalapakipo
#ecommerce
#situsbelanjadaring
#lantaibursa

Tidak ada komentar