Breaking News

Habis Marahi Anak, Ini 3 Tips Agar Ibu Bisa Segera Berbaikan dengan Buah Hati

Hubungan ibu dan anak. Foto: Ilustrasi/ Pixabay

WELFARE.id-Menjadi orang tua memerlukan proses belajar seumur hidup. Orang tua harus pintar mencari celah, agar komunikasi dan parenting berjalan mulus dengan buah hati.

Termasuk, berlatih mengendalikan emosi. Ibu bekerja seringkali punya masalah dengan manajemen emosi.

Pusing dan stres di tempat kerja sering terbawa dalam proses parenting. Ibu menjadi sulit bersabar dan mudah marah melihat kelakukan anak di rumah.

Ibu sering kelepasan memarahi bahkan berteriak ke anak. Luka batin yang dirasakan anak saat dimarahi bisa terus membekas jika tak segera 'dipulihkan'. 

Bahkan bukan tak mungkin dalam jangka panjang hal ini dapat berdampak pada mental anak. Melansir Healthline, Jumat (1/7/2022), sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa dimarahi dengan cara teriak dapat membuat anak-anak tumbuh lebih agresif, baik secara fisik dan verbal. 

Alasannya, berteriak secara umum adalah ekspresi kemarahan. Tindakan ini membuat anak-anak takut dan merasa tidak aman. Terbukti pula dampak jangka panjangnya bisa memicu kecemasan, harga diri rendah, dan peningkatan agresi. Kalau sudah begitu, apa yang bisa dilakukan untuk menghiburnya?

1. Berikan waktu saling menangkan diri

Saat emosi tak terkendali, penting bagi Ibu untuk menenangkan diri sejenak. Begitu juga dengan Si Kecil. 

Jadi setelah memarahi anak, sebaiknya jangan langsung datang kembali dalam kondisi masih marah. Ada beberapa hal yang dapat Ibu lakukan agar lebih tenang, misalnya duduk terlebih dahulu dan tarik napas dalam beberapa kali. Ibu juga dapat mencuci muka atau minum air terlebih dahulu.

2. Dekati anak dan ajak bicara

Melansir Motherly, apabila Ibu merasa sudah lebih tenang, cobalah dekati anak dan ajak ia bicara. Jangan memaksa apabila anak masih menolak, karena mungkin saja ia masih sedikit kecewa.

Biarkan anak tenang terlebih dahulu dan baru kemudian ajak kembali untuk bicara berdua. Memberi kesempatan pada anak untuk menenangkan diri juga menjadi langkah penting, pertanda bahwa Ibu menghargai keputusannya. 

3. Berikan perhatian

Pada dasarnya, anak membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua. Terlebih jika mereka baru saja dimarahi. 

Maka dari itu, jangan lupa untuk tetap memperhatikan kebutuhannya. Misalnya, dengan menawari anak camilan favorit atau sekadar mengajaknya bermain di luar rumah. 

Kasih sayang memiliki kemampuan untuk mencairkan perasaan negatif secara instan. Anak tahu, ketika Ibu meminta maaf dengan tulus. (tim redaksi)

#parenting
#ibudananak
#manajemenemosi
#lukabatin
#pendekatankeanak
#berikanperhatiankeanak

Tidak ada komentar