Breaking News

DPR Sahkan RUU KIA, Ibu Bekerja Bisa Cuti Melahirkan 6 Bulan, Ayah 40 Hari

Suasana sidang di DPR. Foto : ist

WELFARE.id-Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengesahkan Rancangan Undang-undang Ibu dan Anak (RUU KIA) sebagai RUU inisiatif DPR dalam Rapat Paripurna. 

"Apakah Rancangan Undang-undang Ibu dan Anak dapat disetujui menjadi usul DPR RI," ujar Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dikutip Jumat (1/8/2022) 

Pertanyaan tersebut pun kemudian dijawab ‘setuju’ oleh seluruh peserta sidang paripurna. Ketua DPR RI Puan Maharani menyebut RUU KIA akan menjadi pedoman bagi negara untuk memastikan anak-anak generasi penerus bangsa memiliki tumbuh kembang yang baik agar menjadi sumber daya manusia (SDM) yang unggul. 

Dalam RUU KIA ini, salah satu yang didorong DPR adalah cuti melahirkan 6 bulan bagi ibu pekerja. DPR juga menginisiasi cuti ayah selama 40 hari untuk mendampingi istrinya yang baru saja melahirkan. 

Selain itu, ada juga aturan mengenai penyediaan fasilitas tempat penitipan anak (daycare) di fasilitas umum dan tempat bekerja. RUU KIA pun menjadi salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan stunting di Indonesia. 

“Lewat RUU ini, kita ingin memastikan setiap hak ibu dan anak dapat terpenuhi. Termasuk hak pelayanan kesehatan, hak mendapatkan fasilitas khusus dan sarana prasarana di fasilitas umum, hingga kepastian bagi ibu tetap dipekerjakan usai melahirkan,” katanya. 

Puan mengatakan, persetujuan ini akan menjadi langkah awal dimulainya pembahasan RUU KIA bersama pemerintah. "Hari ini menjadi langkah pertama bagi masuknya undang-undang inisiatif usul dari DPR dan kemudian kita akan melakukan sesuai dengan mekanismenya," kata Puan. 

Puan menjamin pembahasan RUU KIA akan melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pengusaha hingga pekerjanya. "Kami membuka ruang sebanyak-banyaknya untuk bisa mendapat masukan dari seluruh elemen masyarakat, baik itu dari kalangan pengusaha atau pekerja nonformal dan sebagainya," terangnya. 

Puan juga menyebut bahwa proses pembuatan undang-undang ini masih harus menghadapi jalan panjang dan dia meminta kerjasama juga dari pemerintah agar bisa berjalan lancar. "Jadi ini memang masih panjang, namun semangatnya adalah bagaimana DPR bersama dengan pemerintah kemudian bisa memberikan ruang kepada ibu dan anak untuk memberikan perhatiannya secara penuh," jelasnya. (tim redaksi) 

#ruukia
#dpr
#senayancorner
#ibubekerja
#ibumelahirkan
#cutimelahirkan

Tidak ada komentar