Breaking News

Dikritik, Calon Anggota BPK yang Diseleksi DPR RI Didominasi Kader Parpol

Ilustrasi Gedung BPK RI. Foto: net

WELFARE.id-Komisi XI DPR RI saat ini tengah melakukan proses seleksi calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Periode 2022-2027. Proses seleksi anggota BPK RI itu cukup mendapat perhatian publik.

Itu terjadi karena proses seleksi anggota badan pemeriksa keuangan negara tersebut masih mengakomodir kader partai politik untuk duduk di lembaga negara tersebut.

Untuk diketahui BPK merupakan lembaga negara yang tugasnya sangat penting yakni melaksanakan tugas sesuai mandat undang-undang untuk mengaudit keuangan setiap lembaga pemerintah dari pusat sampai ke daerah.

Ketua Indonesia Budget Center (IBC) Ibeth Koesrini, mengatakan independensi BPK sebagai lembaga pemeriksa keuangan menjadi terancam apabila dominan yang direkrut adalah politisi dari partai politik.

Ibeth mengatakan ada 2 poin kritikan terhadap proses seleksi anggota BPK RI tersebut. Pertama, proses seleksi anggota BPK masih memperbolehkan anggota dari partai politik (parpol).

Menurut dia dominasi politikus di BPK RI dikhawatirkan akan mempengaruhi independensi lembaga negara itu saat melakukan pemeriksaan terhadap DPR RI.

''Dikhawatirkan, hasil audit BPK rentan diselewengkan untuk melindungi atau menjatuhkan seseorang berdasarkan pesanan partai politik tertentu. Sementara kewenangan DPD tidak cukup kuat memberikan rekomendasi,'' ujarnya. 

Kedua, akses hasil audit BPK RI lamban diakses publik. Dalam audit, auditor menghadapi keterbatasan yang timbul karena proses audit itu sendiri. 

Umumnya, kata Ibeth juga,  auditor melakukan audit secara sampling karena tak mungkin memeriksa seluruh transaksi, apalagi di perusahaan besar atau entitas pemerintah yang memakai anggaran yang juga besar. 

Jadi, manfaat informasi dalam laporan keuangan negara juga akan sia-sia atau basi jika pemeriksaan yang dilakukan BP RI lama, sementara informasi dibutuhkan segera untuk pengambilan keputusan.

Ibeth juga menyindir setiap periode kepemimpinan BPK RI menyisakan persoalan ketika orang-orang parpol dipilih menjadi pimpinan BPK, sehingga terbukti tidak professional. 
Untuk diketahui berikut 9 nama calon anggota BPK RI 2022-2027: 

1. Ahmadi Noor Supit 
Politikus senior Partai Golkar asal Dapil Kalimantan Selatan (Kalsel) I
2. Abdul Rahman Farizi, politisi Partai Golkar asal Sulawesi Tenggara (Sultra).
3. Wahyu Sanjaya anggota DPR RI asal Partai Demokrat dari Dapil Sumatera Selatan II. (tim redaksi)


#bpk
#seleksianggotabpk
#dprri
#komisiXI
#lembaganegara
#independensi
#kaderparpol

Tidak ada komentar