Breaking News

Dikecam NASA, Puing Roket Long March 5B milik Tiongkok Jatuh di Laut Sulu

Roket terbesar milik Tiongkok, Long March 5B yang diluncurkan dari Pulau Hainan, Minggu (24/7/2022). Foto: Reuters

WELFARE.id-Pemerintah Tiongkok (China, Red) dikecam karena puing-puing roketnya jatuh ke bumi tanpa pemberitahuan. Menurut Komando Luar Angkasa Amerika Serikat (AS), roket itu jatuh di Samudra Hindia pada hari Sabtu (30/7/2022).

Roket berjenis Long March 5B dan beratnya mencapai 23 ton itu sebelumnya diluncurkan dari Pulau Hainan, Minggu (24/7/2022). Dilansir dari CNN Internasional,
roket itu membawa modul baru untuk stasiun luar angkasa Tiongkok.

Modul tersebut berhasil dipasang tapi roket kemudian tidak bisa dikendalikan dan menuju ke arah atmosfer bumi. Kegagalan Tiongkok menangani sisa-sisa roketnya memunculkan hujatan.

”Tidak ada negara yang meninggalkan benda seberat 20 ton di orbit untuk kembali memasuki (atmosfer) dengan cara yang tidak bisa dikendalikan," terang Jonathan McDowell, pakar astrofisika pada Pusat Astrofisika Harvard-Smithsonian. Ini adalah ketiga kalinya Tiongkok dituding gagal menangani sisa-sisa roket dari luar angkasa.

Sementara itu Bill Nelson, pejabat NASA mengatakan Tiongkok tidak membagikan informasi tentang lintasan spesifik roket tersebut ketika jatuh ke bumi. Padahal pemberitahuan itu guna mencegah terjadinya korban. 

"Semua negara yang melakukan aktivitas di luar angkasa harus mengikuti cara terbaik yang sudah diterima, dan ambi bagian dengan berbagi jenis informasi ini sebelumnya, untuk memungkinkan adanya prediksi tentang risiko dampak puing-puing (roket), terutama kendaraan pengangkat beban berat, seperti Long March 5B, yang membawa risiko hilangnya nyawa dan properti secara signifikan," ujar Nelson.

Dia juga mengatakan melakukan pembagian informasi tentang koordinat titik jatuh roket sangat penting bagi penggunaan luar angkasa yang bertanggung jawab dan demi memastikan keamanan orang-orang di bumi.

Dalam sebuah pernyataan, Badan Antariksa Berawak Tiongkok menyebut sisa-sisa roket kembali memasuki atmosfer pada hari Minggu (31/7/2022), sekitar pukul 00.55 waktu Beijing.

Badan tersebut mengatakan mayoritas puing-puing roket terbakar selama memasuki atmosfer di atas Laut Sulu yang berada di antara Kalimantan dan Filipina.
"Yang benar-benar ingin kami ketahui adalah apakah ada pecahan yang memang jatuh sampai di tanah," kata McDowell. ”Butuh sedikit lebih banyak waktu untuk menyaring laporan itu,” cetusnya. 

Sedangkan Badan Antariksa Malaysia (MYSA) mendeteksi puing-puing roket Long March 5B milik Tiongkok yang berjatuhan dari luar angkasa di sektor Laut Sulu yang terletak tak jauh dari perairan Indonesia, pada Minggu dini hari (31/7/2022), pukul 00.55 waktu setempat.

Badan yang berada di bawah Kementerian Sains, Teknologi, dan Inovasi (MOSTI) itu dalam keterangannya, menyebutkan puing-puing roket yang terbakar juga sempat melintasi wilayah udara Malaysia dan dapat terdeteksi di beberapa daerah, termasuk di sekitar Negara Bagian Sarawak.

Puing-puing yang terbakar tersebut terdeteksi jatuh di Laut Sulu antara Garis Lintang 9,1 derajat Utara dan Garis Bujur 119 derajat Timur. (tim redaksi)

#roket
#jatuhkebumi
#tiongkok
#badanantariksaberawaktiongkok
#lautsulu
#longmarch5b
#nasa

Tidak ada komentar