Breaking News

Diiringi Doa Makam Brigadir J Dibongkar untuk Keperluan Autopsi Ulang, Pengacara Soroti 3 Hal ini

Makam Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J dibongkar pagi ini untuk keperluan autopsi ulang. Foto: Istimewa/ tvone news

WELFARE.id-Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sungai Bahar Unit 1 Kabupaten Muaro Jambi, Rabu (27/7/2022) ramai sejak pukul 06.50 WIB. Polisi dan keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J melakukan persiapan pembongkaran makam untuk keperluan autopsi ulang jenazah.

Sebelum makam dibongkar, keluarga tampak berdoa lebih dahulu. Doa yang dipimpin seorang pendeta itu dihadiri langsung oleh pihak keluarga mendiang Brigadir J, terutama kedua orang tua, adik, kakak dan keluarga besar lainnya, serta tim kuasa hukum.

Rohani Simanjutak, perwakilan dari keluarga memdiang Yoshua sebelum menggelar doa bersama mengatakan kepada awak media di lokasi pemakaman berharap agar autopsi ulang bisa berjalan lancar dan bisa mengungkap semua penyebab kematian korban. 

Sementara sang ibu dari Brigadir J, Rosti Simanjuntak usai berdoa tampak histeris menangis dan minta keadilan bisa ditegakkan dan pengungkapannya transparan.

Terpisah, sebelumnya, Kuasa hukum keluarga Brigadir J sempat mengatakan kepada wartawan, pihaknya menyoroti tiga hal menjelang autopsi ulang terhadap jenazah kliennya hari ini. Autopsi jenazah Brigadir J, dijadwalkan berlangsung pukul 7.30 WIB.

"Atensi kita sebagai pelapor adalah luka-luka yang sangat penting untuk diperiksa dan dilihat, baik itu luka luar yaitu muka, di belakang telinga, bahu, leher, ketiak, perut, tangan, kaki, kemaluan, dubur," kata kuasa hukum keluarga Brigadir J, Jhonson Panjaitan di Rumah Sakit Sungai Bahar, Desa Suka Makmur, Kecamatan Sungai Bahar, Mauro Jambi, Rabu (27/7/2022) dini hari.

Jhonson mengatakan, ada tiga tahap yang penting dilakukan saat proses autopsi. Pertama, pembongkaran kuburan, tindakan autopsi dan visum et repertum ini, maupun saat pertama dibongkar memeriksa luka-luka yang ada di luar dan dalam.

Ia menambahkan, pihak keluarga, dokter, dan para penyidik serta para pejabat yang ada sudah rapat dan membentuk tim untuk melakukan autopsi hari ini. "Ada dari pihak RSCM, RSPAD, Angkatan Laut, Universitas Andalas, Universitas Udayana, dan dari dokter yang ada di rumah sakit Sungai Bahar juga ada masuk dalam tim yang akan memeriksa besok," bebernya.

Jhonson berharap, kasus ini bisa mendapatkan perhatian baik dari masyarakat, maupun presiden, Menko Polhukam, dan panglima TNI yang mendukung kasus tersebut. "Kita berharap kasus ini terbuka dengan transparan bukan hanya kata-kata dan bukan hanya jargon saja," tegasnya.

Namun dia menegaskan, bahwa tidak ada yang sempurna kejahatan. "Kami meyakini bahwa kasus ini akan terbuka, karena ini pertaruhan penegakan hukum," tutupnya. (tim redaksi)

#kasusdugaanpolisitembakpolisi
#kasusdugaanpembunuhanbrigadirj
#brigadirj
#autopsiulang
#pembongkaranmakam

Tidak ada komentar