Breaking News

Cakupan Baru Capai 24%, Satgas COVID-19 Segera Jadikan Vaksinasi Booster Syarat Masuk Ruang Publik

Vaksinasi. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Cakupan vaksinasi booster paling rendah di antara dua vaksin COVID-19 sebelumnya. Banyak warga yang belum melakukan vaksinasi booster.

Ketua Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Nasional, Prof Wiku Adisasmito mencatat, baru sekitar 24 persen warga yang sudah divaksin booster. Padahal, penularan COVID-19 untuk Omicron varian BA.4 dan BA.5 kembali tinggi.

Untuk menghindari luasnya penularan Omicron varian baru, pihaknya bakal mengeluarkan aturan baru, vaksin booster sebagai syarat utama kegiatan di ruang publik. "Ke depannya akan segera menjadi persyaratan juga untuk memasuki fasilitas publik. Untuk itu mohon segera lakukan vaksinasi booster," ajaknya, dikutip Senin (4/7/2022).

Cakupan vaksinasi booster sendiri, dijelaskan baru hanya ada satu provinsi di atas 50 persen yaitu Bali. Sementara, untuk cakupan vaksinasi di atas 40 persen yaitu DKI Jakarta dan Kepulauan Riau. 

Kemudian, cakupan vaksinasi yang di atas 30 persen yaitu DIY, Jawa Barat, dan Kalimantan Timur. "Selain itu, 28 dari 34 provinsi masih di bawah 30 persen. Jadi hanya Bali yang sudah sampai 50 persen," tegasnya. 

Sejak dimulai Januari, progres vaksinasi booster lebih lambat dibandingkan vaksin dosis 1 dan 2. pada awal. "Selanjutnya saya ingin menekankan bahwa vaksin sama pentingnya dengan masker karena akan melindungi masyarakat secara menyeluruh, dengan meningkatkan kekebalan komunitas," tegasnya. (tim redaksi)

#vaksinasibooster
#cakupanvaksinboosterrendah
#covid19
#omicronvarianbaru
#varianba4
#varianba5

Tidak ada komentar