Breaking News

Bumiputera Siap Ajukan Rencana Penyehatan Keuangan ke OJK, Titik Terang Masalah Gagal Bayar?

Nasabah Bumiputera. Foto: ist

WELFARE.id-Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 melalui Sidang Luar Biasa (SLB) kembali menyepakati sejumlah keputusan menyangkut masa depan perusahaan. SLB di antaranya menyepakati dokumen rencana penyehatan keuangan (RPK) perusahaan dan memilih beberapa calon komisaris utama untuk disampaikan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

SLB digelar Badan Perwakilan Anggota (BPA) AJB Bumiputera 1912 pada pekan lalu di Wisma Bumiputera, Jakarta. Proses sidang pun dijelaskan berjalan dengan lancar sesuai agenda. Dalam sidang yang dipimpin Ketua BPA Bumiputera Muhammad Idaham, hadir 10 anggota BPA dari 11 daerah pemilihan. Diketahui bahwa satu anggota BPA dari Daerah Pemilihan II (Sumatera Bagian Tengah) yakni Hardi masih menjalankan ibadah haji. 

Juru Bicara AJB Bumiputera 1912 RM Bagus Irawan menyampaikan, ada tiga hal keputusan penting yang disepakati dalam SLB tersebut. Pertama, penentuan atau penunjukan Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk melakukan audit laporan keuangan perusahaan tahun Buku 2021. 

"Kedua, menyetujui dokumen Rencana Rencana Penyehatan Keuangan Perusahaan (RPKP) AJB Bumiputera yang diajukan direksi untuk disampaikan pada OJK dan ketiga memilih calon komisaris utama yang akan diajukan ke OJK untuk mengikuti fit & proper test," kata Bagus dalam keterangannya dikutip Kamis (28/7/2022). 

Dia mengungkapkan, dokumen RPK Bumiputera yang disetujui BPA menjadi tolak ukur dan komitmen perusahaan dalam upaya mengatasi masalah. Oleh karena itu, dokumen RPK adalah roh dari perusahaan. Disampaikannya RPK kepada OJK diharapkan menjadi angin segar bagi perusahaan. 

"Seluruh anggota BPA memiliki keyakinan dengan disetujuinya atau disahkan dokumen RPKP AJB Bumiputera oleh OJK nantinya, Bumiputera akan dapat melakukan akselerasi dalam membangkitkan kembali putaran roda organisasi ini," katanya. 

Selain itu, SLB BPA Bumiputera secara musyawarah telah menetapkan tiga orang nama sebagai calon komisaris utama. Mereka adalah Hardi, Naniek Widya, dan Marhalim Siregar. 

Bagus mengakui bahwa ketiga nama calon komisaris utama itu berasal dari anggota BPA. Menurut dia, hal ini sudah sesuai dengan Anggaran Dasar (AD) Bumiputera pasal 23 ayat (4) yang menerangkan bahwa dalam hal dewan komisaris berjumlah tiga orang, maka satu orang berasal dari anggota BPA dan dua orang berasal dari kalangan independen. Kendati beleid tidak secara langsung menyatakan komisaris utama harus berasal dari BPA, Bagus bersikukuh bahwa komisaris utama mesti berasal dari BPA. "Intinya demikian, untuk Komisaris Utama dipilih dari unsur BPA," tegas dia. 

Bagus menerangkan, tiga nama calon komisaris utama ini akan diajukan untuk nantinya diseleksi OJK sesuai dengan urutan. Pada urutan pertama adalah Hardi. Adapun jika nantinya yang bersangkutan belum lolos, maka Nanick Wijaya menjadi pilihan selanjutnya untuk diajukan ke OJK. Kalau Nanick Wijaya tidak lolos, BPA bakal mengajukan nama Marhalim Siregar. 

"Melihat hasil SLB BPA kemarin, muncul optimisme AJB Bumiputera 1912 akan bangkit kembali, yang secara langsung akan juga berdampak pada para pemegang polis," tandasnya. 

Sebelumnya, sebanyak 272 pemegang polis AJB Bumiputera telah mendaftarkan gugatan class action ke Pengadilan Negeri Ngawi. Adapun penggugatan dalam perkara dengan nomor 11/Pdt.G/2022/PN Ngw itu adalah Ony Anwar Harsono, yang tak lain merupakan Bupati Ngawi. Ia mewakili para warganya. 

Gugatan dilayangkan karena tunggakan klaim asuransi dengan total nilai Rp 6,48 miliar belum kunjung dibayarkan oleh Bumiputera. Dalam petitum gugatan disebutkan ratusan pemegang polis asuransi menuntut agar pengadilan menetapkan para tergugat atau Bumiputera telah ingkar janji atau wanprestasi, tidak beriktikad baik, melanggar aturan karena tidak membayar klaim, lalu memerintahkan perusahaan membayar klaim. 

Selain itu, Bumiputera dituntut atas pelanggaran Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999. Beleid itu mengatur tentang perlindungan konsumen. (tim redaksi) 

#asuransi
#bumiputera
#penyelamatanbumiputera
#ojk
#nasabahbumiputera

Tidak ada komentar