Breaking News

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi di 11 Perairan, Nelayan dan Masyarakat Pesisir Diminta Waspada

Aktivitas nelayan menangkap ikan. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat 11 perairan di Indonesia bakal bergelombang tinggi mulai Jumat (8/7/2022) pagi pukul 07.00 WIB yang diprediksi terjadi sampai Sabtu (9/7/2022) pagi pukul 07.00 WIB. Peringatan dini itu dikeluarkan BMKG, Jumat (8/7/2022).

Area perairan dengan gelombang tinggi sekitar 2,5 meter hingga 4 meter diprediksi terjadi di Selat Malaka Bagian Utara, Perairan Utara Sabang, Perairan Barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai, Perairan Enggano- Bengkulu, Perairan Barat Lampung dan Samudra Hindia Barat Sumatera. Kemudian Selat Sunda Bagian Barat-Selatan, Perairan Selatan Jawa-Sumba, Selat Bali-Lombok-Alas Bagian Selatan, Samudra Hindia Selatan Jawa-NTT dan Laut Banda Timur Sulawesi Tenggara.

"Sementara itu, area perairan lainnya diprediksi mengalami gelombang sedang sekitar 1,25 meter sampai 2,5 meter. Yakni di Perairan Timur Pulau Simeulue, Teluk Lampung Bagian Selatan, Selat Sape Bagian Selatan, Selat Sumba,  Laut Sawu, Perairan Pula Sawu-Pulau Rote-
Kupang," tulis keterangan BMKG.

Selat Ombai, Laut Natuna Utara, Laut Jawa Bagian Timur, Perairan Kalimantan Tengah Bagian Timur, Perairan Kepulauan Kangean dan Selat Makassar Bagian Selatan-Tengah juga akan mengalami ketinggian gelombang tak biasa. Termasuk juga Perairan Kotabaru, Laut Bali, Perairan Timur Baubau-Kepulauan Wakatobi, Perairan Manui-Kendari, Perairan Selatan Kepulauan Banggai-Kepulauan Sula.

Selain itu, gelombang tinggi juga diprediksi terjadi di Perairan Kepulauan Sangihe-Kepulauan Talaud, Laut Seram, Perairan Selatan Pulau Buru-Pulau Seram, Laut Banda, Perairan Kepulauan Sermata-Kepulauan Tanimbar, Perairan Kepulauan Kei-Kepulauan Aru, Laut Arafuru, Perairan Fakfak-Amamapare, Perairan Misool, Perairan Sorong Bagian Selatan serta Samudra Pasifik Utara Halmahera-Papua Barat. Adapun untuk pola angin, BMKG menerangkan bahwa di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari selatan-barat daya dengan kecepatan angin berkisar 5-25 knot.

Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari tenggara-selatan dengan kecepatan angin berkisar 5-25 knot. "Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan utara Sabang, Perairan selatan Banten, Perairan Kepulauan Sangihe-Kepulauan Talaud, Laut Banda dan Laut Arafuru," tulis BMKG.

Pihaknya meminta pelaku pelayaran memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Untuk perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 meter) dan kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 meter),

Kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 meter), kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas empat meter). "Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," kata BMKG.

Peringatan dini gelombang tinggi ini merupakan informasi prakiraan gelombang untuk dua hari ke depan yang akan diinformasikan jika terjadi gelombang tinggi lebih dari 1,25 meter dan bertahan selama 12 jam ke depan di sekitar perairan Indonesia. Informasi ini berlaku maksimal dua hari sejak dikeluarkan dan diperbaharui setiap ada perubahan dan sebelum masa berlakunya habis. (tim redaksi)

#bmkg
#peringatandinigelombangtinggi
#airpasang
#nelayan
#kapalnelayan
#waspadagelombangtinggi
#perairanindonesia
#gelombangtinggi

Tidak ada komentar