Breaking News

BI Ramal Perbankan Digital Naik Rp51.000 Triliun Tahun Ini, Ambil Tunai ke ATM Makin Langka?

Internet banking. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Transaksi perbankan digital meningkat tajam. "Seluruh layanan perbankan secara digital tahun ini diperkirakan naik menjadi Rp51.000 triliun," ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam acara Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (Fekdi) 2022 yang berlangsung di Bali, dikutip Rabu (13/7/2022).

Peningkatan transaksi perbankan dalam genggaman membuat transaksi ambil tunai via Anjungan Tunai Mandiri (ATM) kian langka. Masyarakat kian nyaman bertransaksi menggunakan transfer, QRIS, dan pembayaran nontunai lain.

Hal itu tercermin dari peningkatan transaksi e-commerce tahun ini. Naik 31% menjadi Rp536 triliun. 

Layanan digital banking terus diakselerasi, termasuk melalui dukungan sejumlah program pemerintah. Penyaluran bantuan sosial kini juga sudah mulai dielektronifikasi. 

Transaksi keuangan daerah serta berbagai moda transportasi juga sudah menggunakan layanan keuangan digital. Nilai transaksi uang elektronik diperkirakan tumbuh dua digit mencapai Rp360 triliun pada tahun ini atau naik sekitar 18%.

Peredaran uang tetap terjaga. Konsumsi rumah tangga terpenuhi lewat transaksi e-commerce.

Berdasarkan data BI, nilai transaksi uang elektronik pada Mei 2022 tumbuh 35,25% (year on year/yoy) mencapai Rp32 triliun dan nilai transaksi digital banking meningkat 20,82% (yoy) menjadi Rp3.766,7 triliun. Sementara itu, nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debet, dan kartu kredit hanya mengalami peningkatan 5,43% (yoy) menjadi Rp630,9 triliun.

BI sebagai otoritas moneter juga terus mendukung sistem pembayaran digitalisasi. Tahun lalu BI telah meluncurkan digitalisasi pembayaran jalan tol dan untuk transaksi ritel.

Sebelum pandemi COVID-19 menghantui, kata Perry pada Mei 2019, BI juga telah meluncurkan blue print digitalisasi sistem pembayaran Indonesia. "Dalam lima tahun kita digitalkan sistem pembayaran, karena tidak ada transaksi ekonomi dan keuangan yang tidak melalui sistem pembayaran," bebernya. (tim redaksi)

#transaksiperbankandigital
#digitalisasiperbankan
#pembayarannontunai
#qris
#ecommerce
#bankindonesia
#uangelektronik
#atm

Tidak ada komentar