Breaking News

Berkas Lengkap, Sidang Pencabulan Mas Bechi Dilakukan Senin Depan

Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Mas Bechi (Foto: Net) 

WELFARE id-Sidang pelaku pencabulan dan persetubuhan pada santriwati, Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Mas Bechi (42), akan segera digelar. Bechi akan disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya pada pekan depan. 

Sementara itu, status tersangka Bechi bakal segera menjadi terdakwa. Sebab, berkas perkaranya telah P21 atau dinyatakan lengkap. Berkas itu juga telah diserahkan ke PN Surabaya dan bakal segera disidangkan. 

Humas Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Anak Agung Gede Agung Parnata membenarkan perihal tersebut. Ia mengaku, PN Surabaya telah menerima penyerahan berkas dan terdakwa dari Kejati Jatim. "Sudah (diterima), ujarnya, Senin (11/7/2022). 

Agung menjelaskan, sidang perdana kasus pencabulan Bechi bakal berlangsung pada pekan depan. Tepatnya, pada Senin (18/7/2022) depan. "Sidang pertama di tanggal 18 Juli 2022," tukasnya. 

Di kesempatan ini, Agung menegaskan, pihaknya sudah siap menggelar sidang kasus Bechi. Baik secara daring maupun manual atau menghadirkan terdakwa langsung di persidangan. "Majelis sudah siap," tuturnya. 

Pengadilan pun sudah menetapkan majelis hakim untuk menangani perkara tersebut, kendati jadwal sidang belum ditentukan.  Untuk menghadapi sidang kasus pencabulan yang dilakukan oleh tersangka Mas Bechi, Kejaksaan menyiapkan 11 orang Jaksa Penuntut Umum (JPU). 

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Fathur Rahman mengatakan, perkara Mas Bechi sudah dilimpahkan ke PN Surabaya pada Jumat, (8/7/2022), lalu. JPU untuk menyidangkan perkara itu gabungan dari Kejati Jatim dan Kejaksaan Negeri Jombang. "JPU-nya sebelas orang," katanya. 

PN Surabaya telah menetapkan majelis hakim yakni Sutrisno. Mas Bechi terjerat kasus setelah dilaporkan ke Polres Jombang atas dugaan pencabulan pada Oktober 2019 silam. Pelapor adalah perempuan asal Jawa Tengah. Mas Bechi kemudian ditetapkan tersangka pada Desember 2019. Namun, kasus yang menarik perhatian publik tak kunjung selesai. 

Polda Jatim akhirnya mengambil alih kasus itu dan Mas Bechi ditetapkan sebagai tersangka pada 2020 lalu. Tak terima, Mas Bechi mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Surabaya atas penetapan tersangkanya, namun ditolak hakim.  

Kasus terus bergulir dan penyidik menyerahkan berkas tahap pertama ke Kejaksaan Tinggi Jatim dan dinyatakan lengkap atau P21. Pada Januari 2022 lalu, Mas Bechi dipanggil oleh Polda Jatim untuk menjalani proses penyerahan tahap kedua dari penyidik Polda Jatim ke Kejati Jatim. Namun, dia mangkir. Polda Jatim pun akhirnya memasukkan dirinya ke dalam daftar pencarian orang (DPO) atau buronan. Ia akhirnya menyerahkan diri pada Kamis pekan lalu dan ditahan di Rutan Medaeng. (tim redaksi) 

#masbechi
#pnsurabaya
#pencabulan
#kejatijawatimur
#pencabulandipesantren

Tidak ada komentar