Breaking News

Beredar Kabar Kepala Dindikbud Banten Diganti usai Kisruh PPDB, Cak Nawa: Memang Layak Dievaluasi!

Wakil Ketua DPRD Banten M Nawa Said Dimyati. Foto: Istimewa

WELFARE.id-Kisruh Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) SMA tahun ajaran 2022/2023 di Provinsi Banten karena terindikasi adanya ”permainan uang” yang berakibat tidak diterimanya banyak siswa berprestasi dan atlet berprestasi di SMA negeri terus menuai komentar publik.

Selain para orangtua calon siswa SMA negeri yang protes karena tidak transparannya pendaftaran jalur zonasi, afirmasi, perpindahan orangtua dan jalur prestasi, protes juga dilayangkan dua lembaga keolahragaan di Provinsi Banten.

Protes itu dilayangkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banten dan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Banten lantaran 15 atlet berprestasi yang sudah mengharumkan nama Banten tidak diterima di SMA negeri.

Bahkan, DPRD Banten bersuara terkait kegaduhan terkait PPDB tingkat SMA negeri tersebut. Tidak tanggung-tanggung, Wakil Ketua DPRD Banten M Nawa Said Dimyati mengatakan kalau permasalahan kisruh PPDB Banten ini terjadi karena faktor leadership (kepemimpinan)  di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten.

Cak Nawa-begitu M Nawa Said Dimyati biasa disapa, mengatakan kalau Kepala Dindikbud Banten Tabrani kurang responsif dalam menghadapi permasalahan di lapangan. ”Ini contohnya, seperti yang terjadi dalam PPDB SMA ini. Timbul kegaduhan,” ujarnya, Jumat (15/7/2022).

Cak Nawa juga mengatakan salah satu hak rakyat adalah mendapatkan akses pendidikan, artinya pendidikan ini adalah tanggung jawab negara. ”Dari tahun ke tahun PPDB SMA selalu menyisakan persoalan yang kurang lebih sama. Mungkin Pj Gubernur Banten harus mengevaluasi Kepala Dindikbud Banten terkait kisruh PPDB ini,” cetus juga politisi Partai Demokrat ini.

Cak Nawa juga mengatakan sebelumnya kalau Pj Gubernur Banten Al Muktabar di hadapan pimpinan DPRD dan para pimpinan fraksi pernah  menawarkan  membuka sekolah terbuka atau SMA Metaverse yang pembelajarannya digelar secara online.

Alasan Al Muktabar rencana pembukaan SMA Metaverse selain untuk menyelesaikan persoalan PPDB juga untuk meningkatkan partisipasi sekolah di Banten. ”Tapi sampai saat ini belum terkonfirmasi kapan sekolah terbuka itu mau di- launching secara resmi. Padahal jadwal masuk sekolah atau tahun ajaran baru tinggal dua hari lagi,” cetus Cak Nawa juga.

Sementara itu, beredar kabar akibat kisruh PPDB tingkat SMA negeri ini membuat Kepala Dindikbud Banten Tabrani digeser dari jabatannya. Sumber media ini yang dekat dengan pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyebutkan kalau Tabrani yang juga pernah menjabat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang itu bakal dicopot dari jabatannya.

Bahkan, sumber itu juga  menyebutkan usai pencopotan itu, jabatan Kepala Dindikbud Banten bakal dipegang oleh pelaksana tugas (plt). ”Infonya Plt Kepala Dindikbud bakal dipegang oleh Asda 2 atau Asda 3,” ujar sumber media ini juga sambil mewanti-wanti namanya jangan dipublikasikan.

Untuk diketahui, Asisten Daerah (Asda)  2 Pemprov Banten saat ini dijabat M Yusuf dan Asda 3 dijabat oleh EA Deni Hermawan. M Yusuf sebelumnya pernah menjabat Plt Kepala Dindikbud Banten periode 2019-2020.

Sayangnya hingga kini, Kepala Dindikbud Banten Tabrani belum bisa dikonfirmasi terkait permintaan mundur dari jabatannya karena ketidakberesan PPDB tingkat SMA oleh Wakil Ketua DPRD Banten dan isu pencopotan dirinya. Nomor WhatsApp (WA) pribadinya tidak aktif. Begitu juga saat ditelepon nomor handphone tidak aktif.

Sedangkan Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Tranggono tidak membalas konfirmasi media ini melalui WA pribadinya terkait rencana pencopotan Kepala Dindikbud Banten dari jabatannya akibat kisruh PPDB SMA di Banten. (tim redaksi)

#ppdbbanten2022
#carutmarutmasuksmanegeri
#dindikbudbanten
#pemprovbanten
#tabrani
#pjsekdabanten
#tranggono

Tidak ada komentar