Breaking News

Baru ada di 28 Provinsi, Layanan Kateterisasi Jantung Ditargetkan Jangkau 207 Kabupaten/ Kota

Kateterisasi jantung. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Penyakit jantung menjadi penyakit yang paling banyak diderita masyarakat Indonesia. Sayangnya, belum semua rumah sakit memiliki kelengkapan alat deteksi jantung.

Salah satu alat medis yang dibutuhkan untuk pengobatan jantung adalah layanan kateterisasi jantung (cath lab). Maka itu, pemerintah menargetkan layanan kateterisasi atau cath lab dapat terpenuhi di 207 kabupaten/kota di 34 provinsi.

"Yang bisa melakukan layanan cath lab hanya di 28 provinsi dari 34 provinsi. Provinsi yang belum bisa melakukan layanan cath lab kateterisasi antara lain, Bangka Belitung, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat," jelas Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dikutip Sabtu (9/7/2022).

Sejalan dengan kebutuhan alat medis, seperti kateterisasi jantung, pemenuhan dokter spesialis juga dibutuhkan. "Dokter spesialis jantung kita juga masih kurang. Maka itu, butuh tambahan SDM dokter spesialis jantung hingga ke daerah-daerah," harapnya.

Posisi dokter spesialis berada di pelayanan sekunder yang menerima rujukan dari pelayanan primer. "Layanan rujukan yang penting buat saya adalah masyarakat bisa terlayani. Penyakit yang paling banyak di kita adalah di antaranya jantung, stroke, kanker, dan ginjal," paparnya. 

Pemenuhan dokter spesialis dapat dilakukan melalui desain program academic health system (AHC). Dalam AHC ada 4 level strategi yakni mahasiswa, dosen, wahana yaitu RS pendidikan, dan pengampuan prodi atau fakultas kedokteran. 

Maka itu, lanjutnya, peningkatan kuota mahasiswa kedokteran dan dokter spesialis harus dilakukan. Setelah itu dari sisi dosen, harus dilakukan peningkatan jumlah dosen. 

Level selanjutnya dari sisi RS pendidikan, yaitu peningkatan jumlah RS pendidikan. Terakhir, adalah level fakultas kedokteran, yakni dilakukan dengan peningkatan jumlah prodi atau fakultas kedokteran baru. (tim redaksi)

#alatkateterisasijantung
#cathlab
#penyakitjantung
#kebutuhandokterspesialisjantung
#sdmkedokteran
#rspendidikan

Tidak ada komentar