Breaking News

Bank Dunia Ogah Beri Bantuan Pembiayaan ke Sri Lanka

Warga Sri Lanka antre membeli bensin (Foto: net) 

WELFARE.id-Bank Dunia tidak berencana untuk menawarkan pembiayaan baru ke Sri Lanka, yang saat ini sedang berjuang melawan krisis ekonomi terburuknya sepanjang sejarah. 

Bank Dunia masih menunggu hingga negara itu memiliki kerangka kebijakan ekonomi makro yang memadai. Dalam hal ini, Bank Dunia mengatakan, Sri Lanka perlu mengadopsi reformasi struktural yang fokus pada stabilisasi ekonomi serta mengatasi akar penyebab negara itu kekurangan devisa hingga berdampak pada kurangnya makanan dan obat-obatan. 

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan pemulihan dan pembangunan negara tersebut di masa depan yang tangguh dan inklusif. "Sampai kerangka kebijakan ekonomi makro yang memadai tersedia, Bank Dunia tidak berencana untuk menawarkan pembiayaan baru ke Sri Lanka," ujar Bank Dunia dalam pernyataan resmi di situsnya, dikutip Jumat (29/7/2022). 

Bank Dunia mengaku prihatin dengan situasi ekonomi Sri Lanka saat ini. Lembaga itu sebelumnya telah mencairkan dana sekitar USD160 juta untuk membantu Sri Lanka mengatasi krisis barang-barang penting seperti obat-obatan, gas memasak, pupuk, makanan untuk anak sekolah. Dana juga diberikan dalam bentuk bantuan tunai untuk rumah tangga miskin dan rentan. 

"Kami menggunakan kembali sumber daya di bawah pinjaman yang ada dalam portofolio kami. Hingga saat ini, sekitar USD160 juta dari dana tersebut telah dicairkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak," jelas Bank Dunia. 

Selain itu, proyek lain yang sedang berjalan terus dilakukan untuk mendukung layanan dasar, pengiriman obat-obatan, perlengkapan medis, makanan sekolah dan keringanan biaya kuliah. 

Bank Dunia juga akan bekerja sama dengan lembaga pelaksana untuk membangun kontrol yang kuat dan pengawasan fidusia untuk memastikan distribusi dana menjangkau warga yang termiskin dan paling rentan. "Kami akan terus memantau ini dengan cermat. Kami juga berkoordinasi erat dengan mitra pembangunan lainnya untuk memaksimalkan dampak dukungan kami bagi masyarakat Sri Lanka," lanjutnya. 

Mengutip Reuters, mantan Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa pernah mengatakan, Bank Dunia akan merestrukturisasi 17 proyek yang ada dan lebih banyak bantuan akan menyusul setelah negosiasi dengan Dana Moneter Internasional mengenai pinjaman pembiayaan. 

Sri Lanka diklaim bangkrut karena gagal membayar utang luar negeri (ULN) yang mencapai USD51 miliar atau Rp754,8 triliun (asumsi kurs Rp14.800 per dolar AS). Kondisi ekonomi Sri Lanka yang semakin memburuk hingga membuat pemerintah memutuskan untuk menutup sekolah dan menghentikan layanan pemerintahan untuk menghemat cadangan bahan bakar yang hampir habis. (tim redaksi) 

#srilanka
#bankdunia
#worldbank
#bankduniatidakmauberipinjamansrilanka
#srilankabankrupt

Tidak ada komentar