Breaking News

Awali Pekan, Rupiah Terkoreksi Tipis

Ilustrasi (net) 

WELFARE.id-Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (11/7/2022) pagi melemah dibandingkan perdagangan sebelumnya. 

Pergerakan mata uang rupiah di tengah mata uang Benua Kuning yang berada di zona merah. 

Data Bloomberg menyatakan, rupiah pukul 09.21 WIB di pasar spot exchange berada di level Rp14.979 per dolar AS atau melemah 0,5 poin (0,0 perseb) dibandingkan perdagangan sebelumnya. Transaksi mata uang Garuda pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp14.970- Rp14.988 per dolar AS. 

Sementara yen Jepang di pasar spot exchange melemah 1,0 (0,73 persen) mencapai 137,0 yen per dolar AS dibandingkan perdagangan sebelumnya. Adapun dolar Hong Kong melemah 0,0009 (0,01 persen) mencapai 7,8 per dolar AS, won Korea melemah 1,6 poin (0,12 persen) mencapai 1.301 won per dolar AS, rupe India melemah 0,07 poin (0,10 persen) mencapai 79,2 rupe per dolar AS, yuan Tiongkok melemah 0,012 poin (0,19 persen) mencapai 6,7 yuan per dolar AS. 

Sedangkan dolar Singapura pagi ini ditransaksikan melemah 0,002 (0,19 persen) mencapai 1,40 per dolar AS, peso Filipina melemah 0,003 (0,01 persen) mencapai 55,9 peso per dolar AS, ringgit Malaysia menguat 0,001 poin (0,04 persen) mencapai 4,4 ringgit per dolar AS, baht Thailand melemah 0,07 poin (0,21 persen) mencapai 35,9 baht per dolar AS. 

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,18 persen ke 6.752,61 mengawali perdagangan pekan ini. 

IHSG terpantau berbalik terkoreksi 0,15 persen ke 6.730,21 pada 09.06 WIB. Sementara itu di kawasan regional, indeks saham Asia bergerak variatif. 

Indeks Hang Seng dan Shanghai Composite ambles masing-masing 2,55 persen dan 1,4 persen, sedangkan indeks Nikkei melesat nyaris 1 persen pagi ini. 

Pekan lalu IHSG melemah 0,8 persen dan ditutup di 6.740,22. Koreksi di pasar saham juga terjadi seiring dengan aliran keluar modal asing (outflows). Asing tercatat net sell Rp2,56 triliun di pasar reguler minggu lalu. 

Indeks saham Bursa New York akhir pekan lalu juga ditutup variatif. Indeks Dow Jones dan S&P 500 melemah 0,15 persen dan 0,08 persen sedangkan Nasdaq Composite berhasil lolos dari koreksi dengan penguatan 0,12 persen. 

Namun, berbeda nasib dengan pasar saham Indonesia yang didera koreksi, indeks saham Bursa New York terpantau naik secara mingguan. 

Indeks Dow Jones naik 0,77 persen, indeks S&P 500 melesat 1,94 persen sedangkan indeks Nasdaq Composite memimpin penguatan dengan apresiasi 4,56 persen. 

Secara global sentimen akan probabilitas perlambatan ekonomi yang meningkat masih dominan di kalangan pelaku pasar. Dari dalam negeri pelaku pasar menanti rilis data ekonomi berupa kinerja penjualan ritel pada Mei 2022. 

Trading Economics memperkirakan penjualan ritel Indonesia bulan Mei 2022 masih akan tumbuh positif sebesar 7,0 persen secara tahunan seiring dengan adanya momentum hari raya Idulfitri. Selain data ekonomi, dari pasar komoditas isu yang berpotensi menjadi sentimen penggerak pasar adalah kenaikan harga batu bara. 

Harga batu bara kembali tembus USD400/ton seiring dengan terjadinya krisis energi di Eropa dan gangguan rantai pasok di Australia. Dengan harga batu bara yang masih tinggi diharapkan masih bisa menjadi katalis positif baik untuk rupiah maupun pasar saham terutama untuk emiten-emiten produsen si batu hitam. 

Secara keseluruhan, harga saham diprediksi menguat terbatas. Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas Andri Zakaria Siregar mengatakan, secara teknikal, IHSG berpeluang mengalami kenaikan terbatas dari candle bullish marubozu dan di atas 5 day MA (6.676). 

Indikator MACD bearish, Stochastic oversold, dalam pola triangle. “Tren bearish, selama di bawah 6.924. Di sisi lain, selama di atas support 6.602-6.559, IHSG masih berpeluang rebound. Dominan sell power. Range breakout berada di 6.602-6.767,” katanya. 

Untuk perdagangan hari ini, BNI Sekuritas menyarankan investor untuk mencermati beberapa saham berikut ini, PNLF, HRUM, PGAS, TOWR. (tim redaksi

#rupiah
#rupiahhariini
#rupiahterhadapdolar
#ihsg
#saham
#pergerakansaham
#rekomendasisaham

Tidak ada komentar