Breaking News

Awal Pekan, Rupiah Diprediksi Menguat, IHSG Rebound

WELFARE.id-Kurs rupiah menguat 20 poin ke level Rp 14.999 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat (15/7/2022), dari penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp15.020 per dolar AS. 

Untuk perdagangan Senin (18/7/2022), Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah kemungkinan dibuka fluktuatif namun akan melemah di rentang Rp14.980-Rp15.030. 

Ia menjelaskan, ada sentimen dari dalam dan luar negeri yang menjadi penggerak rupiah. Dari eksternal, The Federal Reserve diperkirakan akan mengerek suku bunga acuan pada pertemuan 26-27 Juli nanti. 

Proyeksi kenaikan suku bunga semakin besar setelah data inflasi AS yang dirilis Rabu lalu menunjukkan laju indeks harga konsumen mencapai 9,1 persen yoy, tertinggi dalam 41 tahun. 

Dari domestik, Indonesia diuntungkan sebagai salah satu negara penghasil komoditas terbesar di dunia. Ada 10 negara Eropa yang minta kiriman batubara dari Indonesia, dengan kuota terbesar dari Jerman sebanyak 1 juta ton dalam 1 tahun. 

Dengan meningkatnya ekspor komoditas unggulan Indonesia seperti batubara, timah, CPO, dan nikel membuat neraca dagang Indonesia (NPI) kembali mencetak surplus pada periode Juni 2022. Bila melihat sejarahnya, maka surplus sudah mencapai 26 kali beruntun. 

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekspor Indonesia Juni 2022 mencapai USD26,09 miliar, naik 40,68 persen dibandingkan tahun lalu atau year on year (yoy) dan naik 21,30 persen secara month on month (mom). 

Sementara impor mencapai USD21 miliar. Impor secara tahunan tumbuh 21,98 persen dan 12,87 persen secara bulanan. Sehingga surplus kembali terjadi dengan besaran kali ini USD5,09 miliar. 

Terpisah, Analis DCFX Lukman Leong memprediksi, rupiah akan bergerak stabil dengan kecenderungan rebound atau menguat di awal pekan depan. Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di rentang Rp14.925- Rp15.050 per dolar AS.

"Pekan depan faktor internal dan eksternal yang akan mempengaruhi rupiah adalah pertemuan kebijakan Bank of Japan (BoJ), Bank Indonesia dan Bank Sentral Eropa (ECB) di hari yang sama, Kamis (21/7/2022)," tukasnya. 

Selain itu, kasus COVID-19 juga akan terus menjadi perhatian dan faktor yang menggerakkan sentimen rupiah. Di lain sisi, Lukman melihat pada perdagangan hari ini, dolar AS diperkirakan akan terkoreksi seiring dengan absennya data ekonomi penting dari AS. Namun, akan kembali menguat menjelang pertemuan FOMC dan rilis perkiraan awal PDB AS kuartal 2 2022 pada 28 Juli mendatang. 

Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi rebound ke kisaran 6.730 selama bertahan di atas 6.630 pada perdagangan Senin (18/7/2022). Secara teknikal, level 6.630 dan 6.730 masih menjadi support dan resistance kuat IHSG saat ini. 

Dari sisi sentimen pasar, kekhawatiran terhadap inflasi, kenaikan suku bunga acuan, dan perlambatan pertumbuhan ekonomi masih menjadi concern utama pelaku pasar saat ini. 

IHSG sempat melemah pada sesi II perdagangan Jumat (15/7/2022) karena merespons rencana pemerintah untuk kembali melanjutkan kebijakan simplifikasi lapisan jenis rokok menjadi 5 lapis. Sebagai informasi, terdapat perbedaan tarif cukai untuk setiap lapis rokok. 

"Hal itu berpengaruh pada kekhawatiran pasar terhadap angka inflasi di sisa tahun 2022, serta potensi kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia pada semester II-2022,” kata analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan. 

Dari dalam negeri, kenaikan surplus NPI ke USD5,09 miliar yang sejalan dengan kenaikan nilai ekspor hingga 40,68 persen pada Juni 2022 menjadi penopang IHSG pada Jumat (15/7/2022). 

Meski demikian, IHSG akhirnya ditutup melemah 38,1 poin (0,5 persen) ke level 6.651,9. “Saham-saham pilihan yang dapat dicermati pada perdagangan Senin, antara lain ASII, TLKM, TOWR, STAA, ABBA, ERAA, dan CMRY,” ungkap Valdy. 

Sebagai informasi, dalam sepekan terakhir dari 11 Juli hingga 15 Juli 2022, pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kurang bergairah. Mayoritas indikator perdagangan mengalami penurunan. 

Rata-rata frekuensi harian turun 3,31 persen menjadi 1.004.832 transaksi dari 1.039.217 transaksi pada pekan lalu. Namun, rata-rata volume transaksi naik tipis 0,06% menjadi 17,61 miliar saham dari 17,60 miliar saham pada pekan lalu. 

Sedangkan rata-rata nilai transaksi harian selama sepekan turun 4,1 persen menjadi Rp10,39 triliun dari pekan lalu Rp10,83 triliun. (tim redaksi

#rupiah
#rupiahhariini
#dolar
#ihsg
#rekomendasisaham

Tidak ada komentar