Breaking News

Aptisi Fokus 7 Persoalan Pendidikan di Rembuknas, Salah Satunya Soal Pajak PTS

Suasana belajar mengajar. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Persoalan pendidikan di tanah air, dari mulai dasar sampai perguruan tinggi sangat kompleks. Sehingga membutuhkan perhatian khusus.

Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Budi Djatmiko mengatakan, salah satu upaya mengurai benang kusut persoalan pendidikan adalah lewat rembuk nasional sekaligus Rapat Pengurus Pusat Pleno1 (RPP) yang digelar di Bali, 1-3 Juli 2022. Menurutnya, ada 7 permasalahan utama.

Salah satu di antaranya adalah terkait pajak PTS. Budi menambahkan, masalah tersebut yakni pembiayaan LAM yang sangat tinggi, pajak bagi PTS, uji kompetensi pendidikan kesehatan.

Menurutnya, tidak sesuai UU Pendidikan Tinggi dan permasalahan izin belajar dosen, dikotomi PTN/PTS. "Termasuk sulit dan lamanya perizinan prodi dan penggabungan PTS yang sudah bertahun-tahun, serta revisi UU Sisdiknas," ulasnya.

Selain itu, RPPP I ini juga bertujuan mendengarkan sharing best practice PTS terbaik Indonesia, sehingga bisa membangun PT unggul. "Kita akan mencari solusi dan menyampaikan kepada presiden, Kemendikbudristek dan Komisi X," imbuhnya.

Pihaknya juga akan menjadikan tanggal 2 Juli 2022, sebagai hari kebangkitan perguruan tinggi swasta. Merespons tantangan digital, Aptisi sudah membuah software, edufecta, dan di acara itu juga akan memberikan hibah "SIM Digitalisasi Kampus” sebesar Rp5 miliar untuk setiap PTS dari Edufecta.

Hal tersebut sebagai bagian respons terhadap tantangan era 4.0. PTS harus mampu menjadi contoh, melahirkan anak bangsa yang cerdas siap bersaing era society, 5.0.  

APTISI akan mewadahi semua anggota untuk maju bersama, menjadi terdepan melakukan perubahan sebagai bagian adaptif merespons era distruption. Dalam rembuk nasional ini akan fokus membahas digitalisasi, sebagai respons era saat ini. 

Sistem konvensional, lanjutnya, cukup mengganggu peningkatan mutu pendidikan tinggi Indonesia dan berbagai dampak lainnya. (tim redaksi)

#aptisi
#perguruantinggiswasta
#digitalisasi
#eradisruptif
#uusisdiknas
#pendidikan

Tidak ada komentar