Breaking News

Anak Bisa Kena Glaukoma, Ini Tanda dan Tips Pencegahannya

Glaukoma. Foto: Ilustrasi/ Shutterstock

WELFARE.id-Jika kamu memiliki keluhan sakit kepala yang tekanannya menjalar hingga ke area mata seperti migrain, sebaiknya waspada. Pada banyak kasus, sakit kepala yang diikuti tekanan pada bola mata bisa disebabkan oleh masalah seperti migrain.

Namun pada kasus yang berbeda, sakit kepala dibarengi dengan nyeri pada bola mata bisa disebabkan oleh beberapa kondisi lain. Selain karena tension type headache, trigeminal neuralgia, dan cluster headache, sakit tersebut bisa juga disebabkan adanya tekanan pada bola mata penyebab glaukoma.

"Terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi kondisi di atas, seperti stres, aktivitas, cuaca, dan dehidrasi. Tapi bisa juga karena kondisi medis lain yang menyertai seperti hipertensi dan glaukoma, dan lain sebagainya,” kata dr Talitha Najmillah Sabtiari, melansir Alodokter, Kamis (14/7/2022).

Pada kasus sakit kepala dengan rasa nyeri dibarengi demam dan perlemahan pada anggota tubuh lainnya, kata dr. Talitha, ada baiknya untuk sesegera mungkin diperiksa ke dokter spesialis saraf. Lalu, apakah anak-anak bisa terkena glaukoma?

"Glaukoma pada anak-anak relatif jarang. Glaukoma kongenital/bayi primer terjadi pada populasi umum pada tingkat sekitar 1 dalam 10.000 kelahiran. ," kata Dr Nusrat Bukhari (Mistry), Konsultan Ahli Bedah Mata, Rumah Sakit Masina, Mumbai, melansir Times of India, Kamis (14/7/2022).

Glukoma pada masa kanak-kanak juga dikenal sebagai glaukoma kongenital primer, sebuah penyakit yang cukup langka. Penyakit ini sebagian besar disebabkan oleh cacat bawaan yang menyebabkan peningkatan tekanan mata saat lahir.

Bayi dan anak-anak dengan glaukoma biasanya juga memiliki tanda dan gejala yang berbeda dari orang dewasa. Ada beberapa gejala sehingga orang mungkin tidak menyadari untuk waktu yang lama bahwa mereka kehilangan penglihatan. 

Jadi, cara terbaik untuk melihat glaukoma pada orang dewasa adalah melalui skrining. "Tetapi pada anak-anak, tanda-tanda umum glaukoma adalah kornea keruh, mata berair berlebihan, keengganan terhadap cahaya dan terkadang juga ketidakmampuan untuk membuka mata,” imbuhnya.

Ketiga gejala ini merupakan indikator dari seorang anak yang menderita glaukoma. "Dalam kasus seperti itu, anak harus dibawa ke rumah sakit dan pengobatan harus dimulai sedini mungkin,” sarannya.

Banyak kasus glaukoma pediatrik tidak memiliki penyebab spesifik yang dapat diidentifikasi dan dianggap sebagai glaukoma primer. Ketika glaukoma disebabkan oleh atau terkait dengan kondisi atau penyakit tertentu, itu disebut glaukoma sekunder.

Contoh kondisi yang dapat dikaitkan dengan glaukoma masa kanak-kanak termasuk Sindrom Axenfeld-Reiger, yaitu, kelainan mata yang ditandai dengan kelainan bagian depan mata, aniridia - kelainan mata yang ditandai dengan tidak adanya iris seluruhnya atau sebagian.

Lalu ada juga Sindrom Sturge-Weber kondisi neurologis; neurofibromatosis, sebuah kelainan genetik yang menyebabkan tumor terbentuk pada jaringan saraf, penggunaan steroid kronis, trauma, atau operasi mata sebelumnya, seperti pengangkatan katarak pada masa kanak-kanak. 

"Tidak semua pasien dengan kondisi ini akan berkembang menjadi glaukoma, tetapi kejadian glaukoma mereka jauh lebih tinggi dari rata-rata, dan mereka harus dipantau secara teratur," terangnya.

Bukhari mengatakan, bahwa glaukoma pediatrik diobati dengan menurunkan tekanan intraokular (TIO) dengan obat-obatan dan/atau pembedahan. Sebagian besar kasus glaukoma pediatrik primer diobati dengan pembedahan.

Trabekulotomi dan goniotomi, yang membuka saluran drainase, adalah intervensi bedah yang paling umum. Prosedur lain membuat jalan pintas untuk air (cairan yang dibuat oleh mata) untuk mengalir keluar dari mata, kata Bukhari.

Selain itu, prosedur laser juga dapat bermanfaat dalam beberapa kasus. Obat tetes penurun tekanan mata dan obat oral adalah pengobatan utama untuk glaukoma sekunder dan juvenil dan sering digunakan sebagai terapi tambahan setelah operasi pada glaukoma pediatrik primer.

Tips terhindar dari glaukoma

Para spesialis mata menyarankan, selagi penglihatan masih sehat, seseorang wajib mengonsumsi sayuran hijau, wortel, jeruk, dan buah persik. "Jenis konsumsi ini kaya akan nitrat yang efektif mengurangi risiko seseorang terkena glaukoma," jelas Bukhari lagi. (tim redaksi)

#penyakitmata
#glaukoma
#glaukomapadaanak
#bahayaglaukoma
#gejalaglaukoma
#bedahmata
#konsumsisayurdanbuah
#tekananpadabolamata

Tidak ada komentar