Breaking News

Ada Demo Besar-besaran, KBRI Diminta Perhatikan WNI di Sri Lanka

Warga Sri Lanka duduki Istana Presiden (net)

WELFARE.id-Di tengah aksi massa besar-besaran akibat kebangkrutan negara Sri Lanka, kondisi Warga Negara Indonesia (WNI) di sana pun turut dikhawatirkan. Meski hingga saat ini mereka disebut dalam kondisi aman dan baik-baik saja. 

Seperti diketahui bahwa unjuk rasa terjadi besar-besaran di Ibu Kota Sri Lanka, Kolombo mulai dari 9 Juli 2022 yang menuntut pengunduran diri Presiden Gotabaya Rajapaksa dan Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe. “KBRI Kolombo mencatat terdapat 340 WNI yang menetap di Sri Lanka. Semuanya dalam keadaan baik serta termonitor kondisinya oleh KBRI,” kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha, dikutip Selasa (12/7/2022). 

Mereka bahkan menduduki Istana Presiden, kediaman resmi Perdana Menteri, dan juga menguasai Kantor Sekretariat Presiden yang terletak di Galle Face Green—area yang menjadi pusat konsentrasi massa pelaku unjuk rasa. “Meskipun pengunjuk rasa telah menguasai objek-objek tersebut, situasi keamanan secara umum di Kota Kolombo dapat dikatakan masih kondusif,” ujar Judha. 

Korban luka akibat unjuk rasa tersebut juga tak terhindarkan tetapi tidak dilaporkan adanya korban jiwa. “Tidak terdapat informasi mengenai WNI yang terlibat atau terluka dalam unjuk rasa tersebut,” kata Judha. 

Menyikapi situasi terakhir di negara yang terletak di asia Selatan tersebut, KBRI Kolombo menyampaikan imbauan bagi WNI untuk membatasi perjalanan ke luar rumah selama berlangsungnya aksi unjuk rasa kecuali untuk hal-hal yang esensial; menghindari kerumunan massa dan wilayah-wilayah yang menjadi konsentrasi aksi unjuk rasa. 

Selanjutnya, WNI juga diimbau untuk tidak terlibat secara langsung dan tidak langsung dalam aksi unjuk rasa serta segera menghubungi KBRI Kolombo apabila menghadapi permasalahan melalui sambungan langsung di nomor (94) 77 277 3123. (ANTARA) 

Saat ini, KBRI juga menyalurkan bantuan logistik bagi WNI yang paling terdampak krisis. 

Terpisah, anggota Komisi I DPR RI, Christina Aryani meminta pemerintah Indonesia khususnya Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) segera mengambil langkah terkait situasi terkini di Sri Lanka. "Kami mendorong Kemenlu dan Perwakilan untuk mematangkan rencana kontinjensi dalam penanganan situasi di Sri Lanka, mulai dari distribusi bantuan logistik sampai dengan evakuasi ketika diperlukan," tukasnya. 

Christina Aryani meminta pemerintah memastikan perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) terkait krisis politik yang sedang terjadi di negara tersebut. "Pelindungan WNI sangat penting, utamanya untuk memastikan mereka tidak terkena imbas baik fisik seperti keselamatan pribadi akibat unjuk rasa maupun krisis karena kehilangan pekerjaan akibat gejolak ekonomi dan politik yang terjadi," katanya. 

Komisi I DPR RI memastikan akan terus berkomunikasi dengan Kemenlu terkait situasi ini. Dalam catatan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kolombo, terdapat 340 WNI di Sri Lanka yang mayoritasnya adalah pekerja migran sektor pariwisata, konstruksi, serta WNI yang menikah dengan warga negara Sri Lanka. (tim redaksi) 

#srilanka
#wnidisrilanka
#kbri
#kbrikolombo
#kolombo

Tidak ada komentar