Breaking News

9,8% Anak Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Jiwa Ringan, Keseringan Main Gadget Bisa Jadi Pemicu

Anak sedang kesal saat mengerjakan tugas sekolah. Foto: Ilustrasi/ iStockphoto

WELFARE.id-Sebuah fakta baru terungkap terkait tingkat kejiwaan anak. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Hasto Wardoyo blak-blakan menyebut, sekitar 9,8 persen anak-anak Indonesia mengalami gangguan kesehatan jiwa ringan (eror).

Apa yang ia ungkapkan berdasarkan hasil penelitian yang diadakan pada 2018. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) melakukan pendataan setiap lima tahun sekali. 

Data pada 2018 lalu itu mencatat, kenaikan persentase gangguan kesehatan jiwa pada anak-anak Indonesia. Pada penelitian sebelumya di 2013, jumlah anak yang mengalami eror tercatat sebesar 6,1 persen.

"Anak-anak yang mengalami eror itu diajak maju sulit, belajar sulit, dan pekerjaannya hanya mengeloni atau bermain HP saja. Lama kelamaan dia akan hidup di alam dan pikirannya sendiri," kata Hasto dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (28/7/2022).

Maka itu, ia mengimbau orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan. "Orang tua perlu hati-hati ketika anak mengalami gangguan kesehatan jiwa ringan itu agar tidak menjadi meningkat atau makin parah. Karenanya Tim Pendamping Keluarga berperan mendampingi keluarga tersebut," ulasnya.

Orang tua wajib tahu, apa saja sih tanda awal gangguan jiwa pada anak. Masalah kejiwaan pada sang buah hati sering ditandai dengan munculnya masalah perilaku dan emosi. 

Beberapa di antaranya seperti tidak mau sekolah, pemarah, tantrum, cengeng, sering mengompol, sering mimpi buruk, sulit belajar, gangguan berkomunikasi, muncul tanda keterbelakangan mental, hingga disleksia atau kesulitan membaca. Ini yang perlu dikenali sejak dini oleh orangtua. 

Sebenarnya, tak sedikit orang tua yang menyadari adanya perubahan tersebut pada anak, bahkan sejak ia masih belia. Sayangnya, mereka baru membawa sang buah hati untuk terapi setelah ia menunjukkan perilaku atau gejala yang mengganggu, misalnya, membanting benda, lebih mudah marah, hingga ringan tangan. 

Gangguan jiwa yang sering terjadi pada anak:

1. Gangguan kecemasan

Anak dengan gangguan jiwa ini merespons hal atau situasi tertentu dengan ketakutan dan kecemasan yang berlebihan. Biasanya, terjadi peningkatan detak jantung dan sering berkeringat. 

2. Gangguan perilaku

Anak dengan masalah ini cenderung menentang aturan dan menimbulkan gangguan, seperti misalnya kenakalan di sekolah. 

3. Gangguan belajar dan komunikasi

Anak dengan gangguan ini memiliki masalah dalam menyimpan dan memproses informasi yang ia terima, serta menghubungkan ide dan pemikiran yang dimiliki. 

4. Gangguan afektif

Ini berkaitan dengan suasana hati. Gangguan ini melibatkan perasaan sedih berkelanjutan atau suasana hati yang berubah dengan cepat. 

Ini termasuk depresi dan bipolar. Diagnosis yang lebih baru disebut gangguan disregulasi suasana hati, kondisi masa anak-anak, dan remaja yang melibatkan iritabilitas kronis atau persisten dan sering menunjukkan kemarahan yang meledak-ledak. (tim redaksi)

#gangguankejiwaanpadaanak
# bkkbn
#riskesdas
#penelitian
#anakeror
#mainhp
#tandagangguankejiwaanpadaanak

Tidak ada komentar