Breaking News

84 Ribu Desa dan Kelurahan Belum Terjangkau Internet, Pemerintah Gelontorkan Dana Infrastruktur Telekomunikasi Rp27 Triliun

Menara telekomunikasi di daerah. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Masih ada 84 ribu desa dan kelurahan yang belum terkoneksi internet. Itu sebabnya, anggaran Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) naik terus setiap tahun.

Fokusnya adalah memperbanyak pembangunan infrastruktur koneksi komunikasi dan internet. Sehingga ke depan seluruh pelosok daerah di Indonesia bisa benar-benar merasakan era digitalisasi. 

"Sekarang semua sudah serba digital, tapi masih 84 ribu desa dan kelurahan yang belum terkoneksi internet," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia, dikutip Rabu (13/7/2022).

Belum lagi, lanjutnya, masih ada 250 ribu sekolah dan lebih dari 10 ribu puskesmas juga belum tersambung di internet. "Jadi puskesmas, Kementerian Kesehatan sekarang mencoba digitalisasi, transfer pemerintah ke anggaran kesehatan, puskesmas bisa langsung by address by number," bebernya.

Dia juga menyebut, terdapat aplikasi yang menyediakan penjualan keperluan sekolah. Dengan begitu, kepala sekolah tak perlu repot-repot membuat laporan penggunaan anggaran sekolah secara manual.

"Sekolah sudah by school by name by address. Ada juga aplikasi pembelian, sehingga kepala sekolah tidak repot membuat laporan dengan digital itu," imbuhnya.

Itu sebabnya, pihaknya menaikkan anggaran Kementerian Komunikasi dan Informatika sejak 2020 sampai 2022 untuk pembangunan infrastruktur digital. "Naik dari Rp20 triliun, Rp26 triliun, Rp27 triliun. Jadi tujuannya untuk membangun infrastruktur," terang bendahara negara tersebut.

Kenaikan anggaran juga sengaja dilakukan untuk mengantisipasi serangan peretas (hacker) terhadap situs web pemerintah. Menurutnya, keamanan siber sangat penting untuk menjaga data pemerintah. 

Apalagi, pemerintah telah menerapkan tanda tangan digital (digital signature). "Pemerintah sudah jarang membawa dokumen, tapi secara elektronik. Maka keamanan menjadi penting," tegasnya.

Menurut dia, kebijakan yang serba digital telah berhasil menurunkan biaya operasi. Di sisi lain, biaya internet meningkat.

"Kami melihat transformasi itu dari pengelolaan anggarannya, biaya modal untuk zoom dan konektivitas menjadi naik. Saya harap itu one off, sesudahnya biaya meeting, pertemuan, perjalanan dinas, tidak terlalu tinggi," harapnya. (tim redaksi)

#konektivitasinternet
#komunikasi
#keamanansiber
#anggaraninfrastrukturtelekomunikasi
#digitalisasi
#transformasidigital
#menterikeuangan
#srimulyaniindrawati

Tidak ada komentar