Breaking News

3AC Bangkrut Korban "Crypto Winter", Likuidator Kejar Aset Zhu Su

Salah satu pendiri perusahaan investasi kripto Three Arrows Capital (3AC) Zhu Su. Foto: Istimewa/ Bloomberg

WELFARE.id-Ambruknya harga token digital kripto atau yang dikenal crypto winter kembali menelan korban. Kali ini korbannya kelas kakap.

Yaitu, investor institusi sekelas hedge fund bernama Three Arrows Capital (3AC). Perusahaan investasi dengan kelolaan mencapai USD10 miliar yang fokus di proyek-proyek mata uang kripto dilaporkan bangkrut setelah salah satu broker kripto Voyager Digital menghentikan aktivitas perdagangan dan penarikan atas kerugian 3AC yang mencapai USD646 juta. 

Jika menggunakan asumsi kurs Rp14.850/USD, maka nilai kerugian tersebut mencapai hampir Rp9,6 triliun. Wow!

3AC dilikuidasi oleh pengadilan di British Virgin Islands pada hari Senin, 27 Juni 2022 setelah 3AC gagal membayar kreditur. 

Pada 30 Juni 2022, Otoritas Moneter Singapura (MAS) menegur perusahaan tersebut karena memberikan informasi palsu dan melanggar aturan perizinan industri pengelolaan dana. 

Sebelum dilanda kebangkrutan, 3AC dikenal dengan investasinya di berbagai proyek kripto. Didirikan pada 2012 oleh Su Zhu dan Kyle Davies, proyek-proyek kripto yang menjadi investasi 3AC meliputi Bitcoin, Solana, Axie Infinity, dan BlockFi.

Harga Bitcoin yang ambrol ke bawah USD20.000/BTC dan gagalnya proyek Axie Infinity telah membayangi ekosistem cryptocurrency. Belum lagi, 3AC juga dilaporkan mengalami kerugian sebesar USD200 karena berinvestasi di proyek stablecoin UST yang dikembangkan oleh Do Kwon yaitu Terra-LUNA.

Dengan adanya krisis likuiditas yang dialami oleh 3AC banyak yang khawatir ini akan merembet ke ekosistem kripto. Apalagi proyek-proyek yang dibekingi oleh 3AC tak sembarangan.

Dalam kasus cryptocurrency, peluncuran suatu token biasanya bersifat vested. Artinya, investor yang mendapat jatah suatu token berhak menjualnya ketika periode kuncian (locked up period) sudah berakhir.

Artinya, ketika 3AC membutuhkan likuiditas untuk membayar utangnya, maka token-token kripto tersebut akan dijual dan aksi jual masif dengan volume besar di pasar akan membuat harga token kripto berguguran. Token-token kripto dengan nilai proyek kecil, likuiditas transaksi serta nilai pasar rendah yang dibekingi oleh 3AC berisiko tinggi untuk mengalami penurunan harga.

Saat ini, likuidator dikabarkan mencoba untuk menyita aset 3AC. Aset kripto mereka dilaporkan bernilai beberapa miliar dolar.

Beberapa dari kekayaan kripto Zhu dikabarkan telah dikonversikan ke dalam bentuk aset real estat selama beberapa tahun terakhir. Menurut pencarian judul properti, dari 2019 hingga 2021, Zhu membeli tiga bungalow di Singapura, atas namanya sendiri dan istrinya, Tao Yaqiong. 

Pembeliannya sendiri ditaksir mencapai USD83,55 juta. Yang terbaru pada Desember lalu, Zhu dan Tao menjadi penyewa bersama dari Good Class Bungalow (GCB) yang dibeli atas nama putra mereka yang masih balita berusia tiga tahun. 

GCB dibeli mereka senilai USD48,8 juta dan berdiri di atas lahan seluas 31.863 kaki persegi di Yarwood Avenue di Kilburn Estate, tak jauh dari Dunearn Road Singapura. GCB lain yang dia beli berada di daerah Botanic Gardens di Dalvey Road Singapura. 

Sedangkan GCB terakhir adalah yang dia beli pada Juni 2019, tempat Zhu membeli bungalo strata di Balmoral Road Singapura seharga SGD6,25 juta. Dengan luas strata 5.242 kaki persegi, ini adalah salah satu dari delapan bungalow strata yang terletak di dalam Goodwood Grand, pengembangan 73 unit yang mencakup blok kondominium 65 unit.

Zhu dan pihak lain yang terkait dengan 3AC diketahui secara kolektif memiliki lima properti kelas atas, termasuk tiga GCB, ruko, dan townhouse. Aset lainnya termasuk armada mobil kelas atas dan kapal pesiar. Untuk diketahui, dua mitra di firma penasihat dan konsultan Teneo telah ditunjuk untuk menangani likuidasi 3AC. (tim redaksi)

#hargatokenkriptoambruk
#gagalbayar
#threearrowscapitalbangkrut
#3ac
#investormatauangkripto
#krisislikuiditas
#ekosistemmatauangkripto
#cryptocurrency
#zhusu

Tidak ada komentar