Breaking News

300 Juta Orang di Dunia Punya Aset Kripto, Indonesia Punya 25 Crypto Exchange Terdaftar di Bappebti

Aset kripto. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengungkapkan, generasi milenial antusias terhadap perdagangan aset kripto. Meskipun saat ini, aset kripto anjlok, tapi investor muda tetap antusias terhadap masa depan mata uang kripto.

Salah satu alasan ekosistem kripto bisa berkembang dan diminati anak muda, karena transaksinya tidak ada batasan dan tidak harus dilakukan di dalam negeri. "Semua pengguna bisa melakukan aktivitas blockchain yang tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di luar negeri," kata Jerry, dikutip Rabu (27/7/2022). 

Dibandingkan dengan di bursa, pengguna perlu mengikuti waktu tertentu dalam melakukan aktivitas jual-beli, sehingga terdapat batas waktu tertentu. Hal lain yang juga mempengaruhi generasi muda melakukan transaksi aset kripto adalah banyaknya selebritas, seniman, musikus, hingga tokoh masyarakat yang membagikan aktivitas transaksi aset kripto mereka melalui media sosial.

Bagi selebritas atau seniman yang pengikutnya banyak sangat potensial diikuti, sehingga makin banyak milenial yang bertransaski aset kripto. 

Pemerhati sekaligus pelaku perdagangan kripto Dinar Wahyu Saptian Dyfrig atau yang akrab disapa Wahyu Kenzo mengatakan, pemerintah saat ini sedang mengkaji regulasi mengenai kerangka ekosistem perekonomian digital.

Dorongan ini juga menjadi pioner dan visi sejalan dalam dunia kripto. Sebelumnya, wamendag mengajak investor asing untuk berbisnis aset kripto di Indonesia dengan aturan berlaku.

"Saya berharap ketika ekosistem ekonomi digital di Indonesia dapat berkembang baik, sehingga mampu sejajar dengan negara-negara yang sudah lebih dahulu menggunakan kripto," harapnya.

Menurut Chairwoman Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) Asih Karnengsih, tengah digodoknya regulasi mata uang kripto kian memenuhi rasa percaya diri pada investor maupun calon-calon trader yang baru akan masuk. 

Asih mendapatkan data dari Triple A, salah satu lembaga survei dari Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan bahwa pada 2021, sebanyak 4 persen dari populasi dunia sudah mengenal dan sudah mulai berinvestasi di kripto. 

"Berarti ada sekitar 300 juta jiwa," ujar Asih di acara Block Jakarta "Crypto 2022 & Beyond" di Jakarta, dikutip Rabu (27/7/2022). Dia memperediksi, 10 tahun ke depan atau tepatnya 2031, orang yang berinvestasi di kripto bisa mencapai 90 persen dari populasi dunia. 

Hal itu tak terlepas dari lima tahun terakhir ini, negara-negara maju dan berkembang terlihat sudah mulai meregulasi kripto. Hal itu kemudian berdampak pada semakin banyak investor dan trader yang masuk ke dalam dunia cryptocurrency. 

Selain itu, instansi keuangan dan individu-individu yang mempunyai pengaruh global juga sudah mengenalkan kripto secara masif. Beberapa di antaranya adalah Michael Saylor, pengusaha dan eksekutif bisnis Amerika Serikat (AS). 

Ia ikut mendirikan dan memimpin MicroStrategy, perusahaan yang menyediakan intelijen bisnis, perangkat lunak seluler, dan la yanan berbasis komputasi awan. Selain itu, ada pula Michael Novogratz yang merupakan mantan manajer hedge fund di Fortress Investment Group dan mitra di Goldman Sachs. 

Ia juga merupakan pendiri, CEO, dan ketua dari Galaxy Digital Holdings, perusahaan yang menawarkan berbagai layanan aset yang berkaitan dengan blockchain. Fakta tersebut jauh lebih nyata, ketimbang "kejatuhan" kripto saat ini.

Tetap, dibanding aset investasi lain yg konvensional, kripto dinilai lebih menjanjikan di masa depan. Bahkan di Indonesia, dia melihat perkembangan yang luar biasa juga terjadi dalam hal kripto.

Saat ini sudah ada 25 crypto exchange yang terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Tak hanya dari sisi crypto exchange-nya, kata Asih, investornya juga cukup berkembang.

Misalnya, dari sisi pengembang, banyak sekali token lokal atau proyek lokal yang bermunculan. Hal itu tentu menunjukkan tren yang positif bagi perkembangan industri ke depan. (tim redaksi)

#ekosistemkripto
#asetinvestasi
#matauangkripto
#investasimasadepan
#favoritinvestormuda
#trenpositifkripto

Tidak ada komentar