Breaking News

Wujudkan Mimpi Naik Haji, Tukang Becak di Sampang Nabung Puluhan Tahun

Holili Addrae Sae, 60, tukang becak di Sampang, Madura, Jawa Timur, yang akhirnya bisa berangkat haji. Foto: Istimewa

WELFARE.id-Pergi haji ke Tanah Suci bagi umat muslim adalah wajib jika mampu. Tapi bagi umat Islam yang kurang beruntung, menabung adalah cara terbaik untuk menggapai impian pergi ke Baitullah. 

Pergi haji ke Mekkah juga jadi impian Holili Addrae Sae, 60 dan istrinya. Tapi untuk bisa pergi haji, Holili harus berjuang selama puluhan tahun. Dia harus menabung sedikit demi sedikit agar impiannya itu terwujud. 

Maklum, warga Jalan Permata, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Jawa Timur ini hanya seorang tukang becak. Tapi tekadnya begitu kuat untuk pergi haji bersama sang istri, Busideh. 

Bersama istrinya, Holili mendaftar sebagai calon jamaah haji pada tahun 2011 silam. Namun atas kehendak Tuhan, dalam masa tunggu haji itu sang istri terlebih dahulu tutup usia dan meninggalkannya.

Tapi akhirnya Holili bisa pergi haji tahun ini. Dia  
mengatakan selain karena memang mendapatkan panggilan dari Allah SWT, keberhasilannya mewujudkan mimpi untuk menunaikan rukun Islam yang ke-5 ke tanah suci itu tidak terlepas dari peran almarhumah istrinya. 

”Terus terang kami hanya bekerja keras memeras keringat mengayuh becak setiap hari, tapi almarhum istri saya yang begitu telaten menyisihkan sedikit demi sedikit uang sisa dari kebutuhan hidup sehari-hari,” ujarnya, Sabtu (18/6/2022). 

Tampak guratan kesedihan yang mendalam di wajah Holili saat mengingat perjuangan almarhumah istrinya menabung untuk pergi haji tapi saat tiba waktunya sang istri harus menghadap sang khalik terlebih dahulu. 

Sesekali Holili menyeka airmatanya sembari menceritakan kisah almarhumah yang mengajak, menguatkan, dan meyakinkannya untuk mendaftar haji meski dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan. 

”Penghasilan saya narik becak per hari hanya Rp30.000-50.000, itupun tidak menentu. Selain itu, saya juga bekerja sebagai kuli ikan dengan penghasilan yang tak seberapa. Istri saya rajin menabung mengumpulkan, dan dibelikan beberapa gram emas,” paparnya. 

Tiba di satu waktu, Holili dan istrinya mendapatkan rezeki arisan dan memutuskan untuk menjual semua emas yang selama ini telah dikumpulkan untuk biaya pendaftaran haji. 

Mulanya dia sempat ragu, namun sang istri kembali menguatkan dan meyakinkan. ”Saya dapat arisan dan ayo emas ini jual. Ayo daftar haji, tidak apa dengan niat, Insya Allah siapa tahu Allah mengasihani dan Allah cukupkan,” cetus Holili mengenang ucapan mendiang istrinya.

Kini, Holili tinggal menunggu waktu keberangkatan ke Tanah Suci untuk melaksanakan rukun Islam kelima. Dia juga mengaku tak sabar segera berangkat haji untuk melihat kota kelahiran Nabi Muhammad SAW tersebut. (tim redaksi)

#ibadah
#tanahsuci
#pergihaji
#tukangbecak
#sampang
#madura
#jawatimur
#holiliaddraesae

Tidak ada komentar