Breaking News

Wisata Minat Khusus di Kalimantan, Menyusuri Hutan Mangrove sambil Kenalan dengan Bekantan

Populasi bekantan di Kalimantan. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Membuat wisatawan lokal dan mancanegara punya banyak pilihan berwisata.

Jika kamu termasuk orang yang suka berpetualang di alam bebas, berwisata ke tempat konservasi alam wajib masuk ke wishlist perjalanan. Pulau Kalimantan menawarkan beberapa objek wisata minat khusus.

Kamu bisa mengunjungi objek wisata alam konservasi bekantan di beberapa daerah di Kalimantan. Di Kalimantan Selatan, misalnya, ada objek wisata yang membawa wisatawan merasakan pengalaman menjelajah hutan mangrove (bakau) dengan suguhan aneka ragam hayati di kawasan konservasi bekantan.

"Kunjungan ke kawasan Pulau Curiak, Kabupaten Barito Kuala yang jadi habitat bekantan semakin ramai dikunjungi wisatawan yang ingin menikmati pengalaman wisata berbeda," kata Pendiri Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) Amalia Rezeki, dikutip Rabu (1/6/2022).

Dia menjelaskan, pariwisata minat khusus sebuah potensi besar, tak hanya dari segi peningkatan ekonomi masyarakat setempat, namun edukasi yang bagus untuk setiap pengunjung. 

Maka itu, bersama dengan Tim SBI dan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) didukung pemerintah daerah serta sektor lainnya berkomitmen mengembangkan pariwisata minat khusus tanpa mengganggu keberlangsungan habitat satwa dan tumbuhan yang ada di dalamnya.

Amel menambahkan, wisatawan yang berkunjung diajak menyusuri sungai menggunakan perahu mengelilingi pulau yang dihuni bekantan sebagai maskot fauna Kalimantan Selatan dan aneka satwa lainnya. Setelah puas melihat kawanan bekantan dari dekat, katanya, wisatawan bisa melakukan penanaman bibit pohon rambai dengan terjun langsung ke sungai. 

Seperti diketahui, buah rambai menjadi makanan bekantan dan mangrove rambai pula yang menjaga keseimbangan ekosistem di perairan Sungai Barito itu. Amel dan Tim SBI menyediakan wisata petik buah di Muara Kanoco yang ditumbuhi aneka buah khas lahan basah dan salah satunya maskot flora Kalimantan Selatan, yaitu buah kasturi.

"Mari kita jaga alam tetap lestari sembari menikmatinya sebagai objek wisata dan membantu meningkatkan perekonomian masyarakat tanpa meninggalkan kearifan lokal warga pesisir sungai," ajaknya. Hal yang sama juga digaungkan Tim Pengendali Ekosistem Hutan Taman Nasional Gunung Palung.

Bersama polisi hutan rajin memantau populasi bekantan (Nasalis larvatus) yang berada di wilayah Resort Pengelolaan Taman Nasional Batu Barat dan Matan, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat.

"Kegiatan monitoring populasi bekantan itu ditujukan untuk memperoleh data dan informasi sebaran populasi bekantan di kawasan konservasi dan untuk mengetahui jumlah bekantan dari tahun ke tahun,” kata Koordinator Tim Pengendali Ekosistem Hutan Taman Nasional Gunung Palung Ibrahim Sumardi.

Hal tersebut dilakukan, mengingat jalur sungai tempat lokasi pengamatan merupakan jalur lalu lintas utama perairan yang sering dilewati. Sehingga rawan terjadi kerusakan pada ekosistem di tepian sungai, yang sebagian besar merupakan pohon pakan dan pohon pelindung bagi bekantan.

Ia menjelaskan bahwa pemantauan populasi bekantan kali ini difokuskan di kawasan Sungai Batu Barat dan Sungai Simpang Keramat di Desa Batu Barat serta kawasan Sungai Seringgit di Desa Matan Jaya, yang menjadi lokasi pemantauan populasi bekantan sejak 2015. 

"Kegiatan monitoring populasi bekantan dilakukan secara berkala untuk mendapatkan seri data yang baik. Sehingga dapat dijadikan dasar dalam mengambil kebijakan dan langkah lebih lanjut terhadap upaya peningkatan populasinya,” paparnya.

Pemantauan populasi bekantan dilakukan dengan metode sensus, dengan menghitung jumlah kelompok dan jumlah individu dalam kelompok bekantan. "Populasi yang dihitung adalah populasi bekantan yang ditemukan di kiri dan kanan sungai,” imbuhnya.

Pemantauan populasi bekantan dilakukan dengan melakukan pengamatan menggunakan perahu dari daerah hulu ke hilir sungai dan sebaliknya. (tim redaksi)

#wisataalamminatkhusus
#konservasialam
#habitatbekantankalimantan
#bekantan
#populasibekantan
#yayasansahabatbekantanindonesia
#pariwisataalam
#objekwisataalam

Tidak ada komentar