Breaking News

Warga Kaget Penggantian Nama 22 Jalan di Ibu Kota

Nama jalan di Jalan Raya Pondok Gede Jakarta Timur yang telah berganti menjadi Jalan H Bokir Bin Dji'un. Foto: Antara

WELFARE.id-Penggantian 22 nama jalan baru di sejumlah daerah di Jakarta oleh Gubernur Anies Baswedan saat memperingati HUT ke-495 pada Rabu (22/6/2022) jadi polemik.  

Pasalnya, penggantian 22 nama jalan di Ibu Kota jadi nama-nama warga Betawi yang berjasa bagi DKI Jakarta itu mendapatkan beragam respon dari warga yang daerahnya diganti namanya.

”Iya bener daerah rumah saya nama jalannya diganti. Baru tahu media sosial. Kaget juga sih, kenapa Jalan Warung Buncit kena,” terang Meirika, 25, warga Jalan Warung Buncit Raya, Kamis (23/6/2022).

Sebenarnya dia tidak keberatan penggantian nama jalan di tempat tinggalnya, tapi penggantian itu berdampak pada dokumen kependudukan. ”Jadi nanti semua dokumen harus ganti alamat. KTP, KK, SIM, STNK motor, mobil hingga rekening bank,” ujarnya juga. 

Dia juga mengaku tak begitu mempersoalkan nama Jalan Warung Buncit diganti jadi Jalan Tutty Alawiyah, meskipun nama jalan pengganti itu masih terkesan asing di dengar. 

”Tapi mau gimana lagi, kalau mau diganti yah sudah ikut pemerintah saja. Tapi yah itu memang harus ada penggantian kepengurusan dokumen-dokumen penting,” cetusnya. 

Senada juga diungkapkan seorang warga Jalan Warung Buncit atau yang kini diganti dengan nama Jalan Tutty Alawiyah. Samsudin, 40,  juga mengaku kaget dengan adanya pergantian nama jalan tersebut. 

”Kaget juga. Tahunya dari berita di televisi. Jadi jalan di Jakarta sekarang ada yang Namanya jalan Bokir, Nori, Hajjah Tutty. Kaget juga sih rumah saya jalannya diganti. Harus urus dokumen,” terangnya. 

Samsudin juga mengaku tak berkeberatan dengan penggantian nama jalan itu. Namun demikian, ia mengaku nama yang baru akan dipakai masih terlalu asing untuk disebut sebagai alamat. 

”Jadi yah terima ajah pergantian nama jalan ini. Sebenarnya nama Jalan Tuty Alawiyah itu bagus. Dia kan ustadzah. Warga di sini juga kan pada pro penggantian jalan jadi Tutty Alawiah,” tandasnya. 

Untuk diketahui, Pemprov Jakarta telah mengganti 22 nama jalan di ibu kota dengan nama tokoh-tokoh Betawi yang berjasa. Berikut Daftar nama jalan yang diubah menjadi nama tokoh Betawi:


1. Jalan Entong Gendut (sebelumnya Jalan Budaya).
2. Jalan Haji Darip (sebelumnya Jalan Bekasi Timur Raya).
3. Jalan Mpok Nori (sebelumnya Jalan Raya Bambu Apus).
4. Jalan H Bokir Bin Dji'un (sebelumnya Jalan Raya Pondok Gede).
5. Jalan Raden Ismail (sebelumnya Jalan Buntu).
6. Jalan Rama Ratu Jaya (sebelumnya Jalan BKT Sisi Barat).
7. Jalan H Roim Sa'ih (sebelumnya bernama Bantaran Setu Babakan Barat).
8. Jalan KH Ahmad Suhaimi (sebelumnya bernama Bantaran Setu Babakan Timur).
9. Jalan Mahbub Djunaidi (sebelumnya Jalan Srikaya).
10. Jalan KH Guru Anin (sebelumnya Jalan Raya Pasar Minggu sisi Utara).
11. Jalan Hj Tutty Alawiyah (sebelumnya Jalan Warung Buncit Raya).
12. Jalan A Hamid Arief (sebelumnya Jalan Tanah Tinggi 1 gang 5).
13. Jalan H Imam Sapi'ie (sebelumnya Jalan Senen Raya).
14. Jalan Abdullah Ali (sebelumnya Jalan SMP 76).
15. Jalan M Mashabi (sebelumnya Jalan Kebon Kacang Raya Sisi Utara).
16. Jalan H M Shaleh Ishak (sebelumnya Jalan Kebon Kacang Raya Sisi Selatan).
17. Jalan Tino Sidin (sebelumnya Jalan Cikini VII).
18. Jalan Mualim Teko (sebelumnya Jalan depan Taman Wisata Alam Muara Angke).
19. Jalan Syekh Junaid Al Batawi (sebelumnya Jalan Lingkar Luar Barat).
20. Jalan Guru Ma'mun (sebelumnya Jalan Rawa Buaya).
21. Jalan Kyai Mursalin (sebelumnya Jalan di Pulau Panggang).
22. Jalan Habib Ali Bin Ahmad (sebelumnya Jalan di Pulau Panggang). (tim redaksi)


#prodankontra
#penggantiannamajalan
#tokohbetawi
#pemprovdkijakarta
#gubernurdki
#aniesbaswedan
#hutdkijakarta

Tidak ada komentar