Breaking News

Wapres Dorong Pengembangan Desa Wisata Halal

Wisata di Belitung. Foto : welfare.id / Dewi Maryani

WELFARE.id-Sebagai komunitas muslim terbesar di dunia, potensi wisata halal di Indonesia masih terbuka lebar. Melihat hal itu, Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mendorong pengembangan desa wisata halal di Indonesia. 

"Pemerintah terus berupaya memberdayakan ekonomi perdesaan, salah satunya melalui program pengembangan desa wisata, termasuk desa wisata halal," ujarnya pada acara pemberian penghargaan Promosi Desa Wisata Nusantara Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDPTT), di JS Luwansa, Jakarta, baru-baru ini. 

Ia menambahkan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bisa menjadi salah satu percontohan destinasi wisata ranah muslim yang mendunia. "Penyelenggaraan Kongres Halal Internasional di Babel ini merupakan salah satu ikhtiar untuk memajukan ekonomi syariah di dalam negeri," tambahnya. 

Ma'ruf mengatakan, desa wisata merupakan salah satu wujud community-based tourism yang bersifat inklusif, melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat, baik pemberdayaan SDM maupun UMKM-nya. 

Selain itu, Wapres meminta agar mendorong kesadaran pemangku kepentingan untuk menggaungkan daya tarik desa wisata agar menjadi destinasi favorit wisatawan dalam negeri atau pun mancanegara. 

“Salah satu hal yang perlu didorong untuk pengembangan desa wisata adalah kesadaran pemangku kepentingan untuk menggaungkan daya tarik desa wisata, sebagai destinasi favorit yang menarik dikunjungi oleh para wisatawan nusantara maupun mancanegara,” ucapnya. 

Sementara itu, dikesempatan yang sama, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDPTT), Abdul Halim Iskandar menyampaikan, pihaknya telah membuat aplikasi Desa Wisata Nusantara yang dapat menunjukkan desa terdekat dalam rangka mendorong pengembangan desa wisata. "Sehingga akan turut mengembangkan desa wisata di Indonesia. Promosi merupakan kunci dari pengembangan desa wisata tersebut," tukasnya. 

Terpisah, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan, kebijakan telah disusun dalam bentuk panduan yang dapat diikuti oleh pengelola destinasi dan sentra ekonomi kreatif di daerah dalam menghadirkan layanan tambahan ramah muslim (wisata halal). 

"Kami telah menyusun kebijakan ini dan dalam waktu singkat kami akan menerbitkan panduan untuk destinasi tambahan. Karena selain dari destinasi unggulan seperti Sumatra Barat, Aceh, dan beberapa destinasi lainnya di Jawa Barat dan Kalimantan Selatan, ada juga seperti Madura yang ingin mengembangkan destinasi pariwisata halalnya," tandasnya. 

Wisata halal bukan berarti islamisasi wisata atraksi, melainkan memberikan layanan tambahan yang terkait dengan fasilitas, turis, atraksi, dan aksesibilitas untuk memenuhi pengalaman dan kebutuhan para wisatawan muslim. 

Bila mengacu kepada data di tahun 2019, umat Islam di seluruh dunia menghabiskan total USD2,02 triliun untuk belanja makanan, kosmetik farmasi, fashion, travel, dan rekreasi. Sedangkan untuk pasar muslim global diperkirakan akan tumbuh hingga USD2,4 triliun pada tahun 2024 yang dalam pengeluaran terbesarnya ialah makanan dan minuman halal. 

Sementara menurut Kemenparekraf di tahun 2021 jumlah desa wisata yang telah terdata sampai saat ini sebanyak 7.275 desa wisata. 

Dalam pemeringkatan Global Muslim Travel Index (GMTI) tahun 2022, Indonesia sendiri telah berhasil menempati posisi kedua. Naik dua peringkat dari sebelumnya di posisi keempat pada tahun 2021. 

Oleh karena itu, pengembangan layanan wisata halal dan muslim friendly tourism dilakukan untuk mendorong Indonesia menjadi pemimpin dalam pengembangan wisata ramah muslim dunia. 

Dia juga menyampaikan langkah-langkah pengembangan desa wisata dimana salah satunya Kemenparekraf menjalankan program familiarization trip (famtrip) ke desa wisata baik untuk pasar wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. 

Pengembangan desa wisata merupakan salah satu fokus program dari Kemenparekraf yang juga sejalan dengan arahan Presiden karena desa wisata dinilai mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, UMKM, menciptakan lapangan kerja, dan melestarikan lingkungan. 

Keberadaan desa wisata diharapkan dapat menjadi daya ungkit bagi ekonomi desa dan sebagai wahana promosi untuk menunjukkan potensi desa-desa wisata di Indonesia kepada wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. 

"Destinasi desa wisata ini sedang ngehits banget, kita sekarang mendorong satu terobosan baru yaitu famtrip untuk pariwisata nusantara. Kemarin baru saja kami membawa rombongan dari Vespa World Days ke Desa Wisata Penglipuran di Bali dan mereka takjub dengan adat dan produk wisata yang ada di Desa Penglipuran," tuturnya. 

Famtrip ini diharapkan dapat lebih memperkenalkan desa wisata ke berbagai pasar wisatawan. "Program-program (pengembangan desa wisata) kita terintegrasi. Ada Anugerah Desa Wisata Indonesia, juga famtrip untuk menjual destinasi-destinasi (desa wisata) ini yang selama ini belum menjadi pilihan utama dari wisatawan," katanya. 

Sandiaga menyampaikan pula evaluasi atas sektor pariwisata Bali dimana tingkat kunjungan wisatawan terus menunjukkan pertumbuhan positif. Dimana menurutnya, wisatawan mancanegara telah berkunjung sebanyak 40 persen sedangkan wisatawan nusantara mencapai 70 persen, hal ini naik bila dibandingkan dengan tingkat kunjungan saat sebelum COVID-19. (tim redaksi) 

#desawisata
#desawisatahalal
#wisata
#wisatahalal
#marufamin
#sandiagauno
#abdulhalimiskandar

Tidak ada komentar