Breaking News

Viral, Demi Anak, Ibu Minta Ganja Medis Dilegalkan Dapat Dukungan dari Andien

Penyanyi Andien dan Santi, ibu yang memiliki anak dengan Cerebral Palsy. Foto : twitter @andienaisyah

WELFARE.id-Seorang ibu yang menarik perhatian para warganet di sosial media Twitter. Ibu tersebut menyuarakan pelegalan ganja untuk medis. 

Salah satu publik figur yang turut menaruh perhatian adalah Andien Aisyah. Penyanyi solo tersebut menceritakan sosok ibu yang ditemuinya di Car Free Day (CFD) di Jakarta, akhir pekan lalu. "Tadi di CFD, ketemu seorang Ibu yang lagi brg anaknya (sepertinya ABK) bawa poster yang menurutku berani banget .. Pas aku deketin beliau nangis .." tulis Andien mengawali unggahannya di Twitter, dikutip Rabu (29/6/2022). 

Lebih lanjut Andien mengungkapkan bahwa Santi memiliki anak bernama Pika yang mengidap penyakit Cerebral Palsy. Sedangkan untuk mengobati penyakit tersebut dibutuhkan ganja medis atau Minyak Biji Ganja (CBD Oil). 

Lebih lanjut, dalam unggahan tersebut Andien mengatakan bahwa Santi akan mengirim surat kepada Mahkamah Konstitusi (MK). Surat tersebut berisi tentang permintaan untuk mendapatkan izin penggunaan ganja medis untuk pengobatan. 

Rencananya, Santi akan mengirim surat permintaan tersebut bersamaan dengan Hari Anti Narkotika pada tanggal 26 Juni 2022. Surat tersebut pun sudah dibingkai dan selalu dibawa ketika Santi menyuarakan permintaannya di muka umum. "Katanya Ibu Santi dan Pika mau jalan ke MK :’) mau kirim surat bertepatan dengan Hari Anti Narkotika Internasional." tulis pelantun Indahnya Dunia itu. 

Dalam thread yang ditulis, tak lupa Andien menuliskan doa terbaik untuk Santi dan anaknya. Ia juga mengungkapkan rasa simpatinya. "Good luck bu, semoga Tuhan mudahkan usahamu dan Pika bisa cepat dapat terapi yang dibutuhkannya" 

"Intinya dalam hal ini aku kesian dan empati sama Ibu tadi. Td beliau sempat cerita Pika itu tadinya anak yang ceria dan suka sepedahan (aku jd inget Kawa).. Dan aku kebayang sih, seorang Ibu pasti akan melalukan whatever it takes untuk kembali melihat senyum di wajah anaknya." pungkasnya dalam postingan di twitter. 

Melihat unggahan tersebut, banyak warganet yang membanjiri kolom balasan akun twitter Andien. Tak sedikit yang bersimpati dengan kondisi yang dialami Ibu Santi dan anaknya. 

Hingga saat ini postingan Andien telah mengundang puluhan ribu komentar pengguna twitter. Beberapa di antaranya juga telah membagikan ulang di akun Instagram. 

Dikutip dari laman alodokter, penyebab cerebral palsy bisa terjadi karena adanya masalah selama kehamilan Cerebral palsy adalah kelainan gerakan, tonus otot, ataupun postur yang disebabkan oleh kerusakan otak yang belum matang dan berkembang. 

Secara sederhananya, penyakit ini bisa disebut dengan lumpuh otak yang menyebabkan gangguan pada gerakan dan koordinasi tubuh. Gangguan perkembangan otak ini biasanya terjadi saat anak masih berada di dalam kandungan. Namun, kondisi ini juga bisa terjadi ketika proses persalinan atau dua tahun pertama setelah kelahiran. 

Kemenkumhan kaji legalitas ganja untuk medis 

Terpisah, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) tengah melakukan kajian terkait legalitas ganja untuk keperluan medis. 

Kemenkumham menggandeng Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mempelajari lebih jauh kepentingan ganja untuk pengobatan. "Kajian sudah dilakukan. Sampai sejauh mana dan siapa saja yang terlibat, Kemenkes mungkin yang lebih paham," ujar Kepala Bagian Humas Kemenkumham, Tubagus Erif Faturahman. 

Adapun dalam Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, ganja masuk dalam golongan I yang memiliki potensi penyalahgunaan tinggi dan tidak bermanfaat untuk terapi kesehatan. 

Oleh karena itu, pemerintah bakal mempelajari lebih jauh mengenai baik dan buruknya wacana legalisasi ganja untuk medis tersebut. 

Karena kalau secara medis memang benar ganja ada manfaatnya, tapi dari pihak medis pun ada yang berpandangan bahwa masih ada obat-obatan konvensional lain yang bisa diterapkan selain ganja," ucap Erif. "Kita (pemerintah) melihatnya kan tidak semata medis, tetapi juga dari aspek-aspek lain," tandasnya.l. 

Wacana melegalisasi ganja untuk kebutuhan medis mengemuka setelah aksi seorang ibu bernama Santi Warastuti yang berharap ganja dapat digunakan untuk mengobati anaknya yang mengidap cerebral palsy. 

Merespons itu, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyebutkan, DPR bakal mengkaji wacana melegalisasi ganja untuk kebutuhan medis. "Kita akan coba buat kajiannya apakah itu kemudian dimungkinkan untuk ganja itu sebagai salah satu obat medis yang memang bisa dipergunakan," katanya. 

Politikus Partai Gerindra itu mengakui, di sejumlah negara, ganja memang bisa digunakan untuk pengobatan atau keperluan medis. Akan tetapi, hukum yang berlaku di Indonesia belum mengizinkan ganja untuk keperluan medis. 

Dasco mengatakan, DPR pun membuka peluang untuk melegalisasi ganja untuk kebutuhan medis bila berkaca dari hasil kajian yang dilakukan. "Nanti kita akan coba koordinasikan dengan komisi teknis dan juga Kementerian Kesehatan dan lain-lain lihat agar kita juga bisa kemudian menyikapi hal itu," ujar Dasco. 

Sementara itu, Wakil Presiden sekaligus Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin meminta MUI membuat fatwa mengenai wacana penggunaan ganja untuk kebutuhan medis. Ma'ruf mengatakan, fatwa yang disusun MUI itu diharapkan akan menjadi pedoman bagi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang akan mengkaji wacana legalisasi ganja untuk medis. 

"Saya minta nanti MUI segera membuat fatwanya untuk bisa dipedomani oleh DPR, jangan sampai nanti berlebihan dan juga menimbulkan kemudaratan," kata Ma'ruf. (tim redaksi) 

#viral
#ibumintaganjamedis
#ganjamedis
#legalisasiganja
#andien
#kemkumham
#cerebralpalsy

Tidak ada komentar