Breaking News

Usung Romansa Klasik di Film "Decision to Leave", Sutradara Park Chan Wook Bawa Pulang "Best Director" di Festival Film Cannes

Sutradara film Park Chan Wook di red carpet Festival Film Cannes bersama pemeran utama film "Decision to Leave" Park Hae Il dan Tang Wei. Foto: Reuters

WELFARE.id-Sineas Korea Selatan tengah naik daun. Sejumlah film dari Negeri Ginseng tembus ke kompetisi bergengsi Festival Film Cannes, Prancis, Mei lalu.

Tak hanya "Broker", rupanya ada satu lagi film Korsel yang memenangkan penghargaan disana. Film tersebut, garapan sutradara film Park Chan Wook berjudul "Decision to Leave".

Park Chan Wook memenangkan “Best Director” atas film "Decision to Leave" yang digarapnya. Sedangkan aktor Song Kang Ho memperoleh “Best Actor” berkat aktingnya di "Broker". 

Melansir laman The Korea Herald, Senin (20/6/2022), CJ Entertainment, sebagai salah satu distributor terbesar di Korea Selatan, juga bakal segera menayangkan "Decision to Leave" di sejumlah bioskop, termasuk Indonesia, menyusul penayangan "Broker".

Para kritikus film lokal berpendapat bahwa, penayangan "Decision to Leave" bakal menyaingi ketenaran "Broker". Mereka menilai, kedua film itu menjadi jackpot bagi CJ Entertainment.

Salah seorang kritikus budaya, Ha Jae Keun, berpendapat, kedua film itu berpotensi dapat diterima dengan sangat baik oleh masyarakat, walaupun belum pasti apakah jumlah penontonnya akan mencetak rekor baru nanti. 

"Berdasarkan tren belakangan ini, film yang memenangkan beberapa penghargaan di festival besar belum tentu sukses di bioskop. Saya pikir, kesuksesan bergantung pada ulasan penonton bioskop yang sebenarnya,” ujarnya. 

Tapi karena kedua film itu mendapat banyak perhatian dari media, sorotan sudah pasti menarik penonton untuk datang ke bioskop. Bagi CJ Entertainment sendiri, ini menjadi kali ketiga film yang didistribusikannya mendapatkan piala di Cannes Film Festival. 

"Decision to Leave" serta "Broker" dibeli hak siarnya oleh 192 dan 171 negara. 

Sinopsis film

Sang Sutradara, Park Chan Wook menceritakan beberapa hal terkait "Decision to Leave" yang bergenre romantis. "Saya ingin membuat kisah cinta untuk orang dewasa. Tetapi itu tidak berarti bahwa saya harus menggambarkan adegannya secara gamblang," ucapnya.

Ia pun mengakui, orang-orang mungkin berpikir itu monoton dan kurang sensasional daripada proyek film yang ia buat sebelumnya. Ia mengungkapkan, alasan dibalik penggarapan karya tersebut karena ia ingin membuat film klasik yang mampu membuat penonton terhanyut. 

Di akhir wawancara singkatnya saat hadir di Cannes, sang sutradara mengutarakan harapannya supaya karya tersebut dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. "Saya hanya ingin memikirkan cerita-cerita menyenangkan. 

Mungkin, saya senang mendapat respons yang bagus, tapi buat saya itu bukan masalah besar. Terima kasih telah menonton film yang panjang, membosankan, dan kuno ini!” tutupnya. 

"Decision to Leave" sendiri merupakan film yang mengisahkan tentang romansa dewasa antara seorang wanita dan pria. Hae Jun (Park Hae Il), seorang detektif polisi yang jatuh cinta dengan Seo Rae (Tang Wei). 

Seo Rae sudah menikah dan salah satu kecurigaan di balik kematian sang suami diduga kuat adalah Hae Jun. Ini adalah kisah cinta romantis penuh gaya dari dua orang yang sudah menikah, tanpa menampilkan adegan dewasa atau kekerasan di dalamnya. 

Di sini, sang sutradara menunjukkan hubungan romantis jenis baru antara pria dan wanita yang sudah menikah.  Keduanya dengan jujur menampakkan ketertarikan satu sama lain, tapi ​​​​tetap menjaga martabat dengan cara yang halus dan menyentuh.

Park Chan Wook sendiri adalah sutradara kondang yang memulai debutnya sejaj 1992 melalui film “The Moon Is... the Sun’s Dream”. Sudah terjun di industri hiburan selama tiga dekade, karya-karya garapannnya sering mendapat penghargaan baik di dalam maupun luar negeri. 

Beberapa penghargaan yang pernah dimenangkannya, yaitu “Best Director” saat Blue Dragon Film Awards (2001), “Best Foreign Independent Film” dalam British Independent Film Awards (2004), “Grand Prix” dan “Palme d’Or” pada Cannes Film Festival (2004), serta “Best Film Not in the English Language” saat British Academy Film Awards (2018). 

"Decision to Leave" adalah karya keempat sang sutradara yang bersaing di Palme d’Or setelah ”Oldboy” (2003), “Thirst” (2009), dan “The Handmaiden” (2016). (tim redaksi)

#filmdecisiontoleave
#filmkoreaselatan
#sutradarafilmparkchanwook
#cjentertainment
#festivalfilmcannes2022
#pemenangbestdirector

Tidak ada komentar