Breaking News

Usia 35 Tahun Mulai terjadi Penurunan Massa Otot, Ini yang Harus Dilakukan Agar Tetap Sehat

Lansia juga perlu latihan beban untuk menjaga massa otot tetap kuat di masa tua. Foto: bmhvt.org

WELFARE.id-Penurunan massa otot manusia sudah mulai terjadi saat seseorang memasuki usia 35 tahun. Kondisi itu akan semakin progresif seiring bertambahnya usia.
 
"Jadi massa otot akan turun saat kita berusia 35 tahun. Kemudian pelan-pelan berkurang lagi, dan begitu memasuki usia 65, massa pengurangan otot dan tulang akan semakin progresif berkali-kali lipat," ujar Dokter Spesialis Ortopedi Rumah Sakit Medistra Jakarta, Kiki Novito dalam sebuah webinar kesehatan, Sabtu (11/6/2022).

Penurunan massa otot yang progresif tersebut, menurut Kiki juga, disebut dengan sarcopenia. Kondisi tersebut akan membuat seseorang mengalami penurunan kekuatan otot dan performa fisik.

Kiki menjelaskan, penurunan massa otot pada umumnya disebabkan karena sel yang menua. Dalam tubuh manusia, Kiki mengatakan ada satu sel bernama mitokondria yang berfungsi sebagai penghasil energi. 

Namun, seiring bertambahnya usia, produksi yang dikerjakan sel tersebut menjadi semakin sedikit. "Itu adalah sesuatu yang pasti terjadi pada semua orang. Kalau ditambah lagi karena kurang digunakan semasa mudanya, kurang dilatih, enggak suka olahraga, itu tentu akan lebih berat," jelas Kiki.

"Lalu juga pada usia yang menua, stimulus saraf pada otaknya juga semakin berkurang sehingga penggunaan otot juga berkurang," lanjutnya juga.

Kiki juga mengatakan bahwa seiring bertambah usia, pembuluh darah juga menjadi lebih kaku sehingga suplai darah ke otot ikut berkurang. Selain itu, kurang konsumsi kalori dan protein juga dapat memengaruhi berkurangnya massa otot.

Kiki sering mendapati orang tua takut makan karena memiliki banyak penyakit, salah satunya diabetes. Padahal, mengidap penyakit-penyakit tersebut tidak berarti Anda tidak boleh makan.

"Yang penting makan untuk mencukupi konsumsi kalori dan protein yang sesuai dengan yang dibutuhkan," cetus Kiki juga.

Seberapa banyak yang boleh dimakan? Kiki mengingatkan penderita penyakit tertentu harus mengonsultasikan pemenuhan gizinya dengan dokter agar dietnya sesuai dengan masalah yang kesehatan yang diidap.

Agar dapat terus menjaga massa otot, Kiki menyarankan untuk melakukan resistance exercise, seperti angkat beban. Tak harus pakai barbel, angkat beban juga dapat dilakukan dengan benda-benda lainnya yang mudah ditemukan di rumah. 

Lalu, lengkapi dengan asupan suplemen protein dan vitamin D. "Lalu, apakah boleh kalau disuntik testosteron biar kayak binaragawan? Memang betul bahwa suntik testosteron bisa menambah massa otot, tapi efek sampingnya juga mesti diperhatikan," cetusnya. (tim redaksi)

#kesehatan
#olahraga
#massaotot
#kekuatantubuh
#webinarkesehatan
#rumahsakitmedistrajakarta
#dokterspesialisortopedi
#kikinovito

Tidak ada komentar