Breaking News

Uang di Rekening Raib Digondol Maling, Kenali 4 Modus Penipuan Soceng Ini

Pencurian rekening. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Modus penipuan mengatasnamakan bank marak terjadi di Indonesia. Salah satunya adalah tindak kejahatan "begal rekening" yang dilakukan lewat cara Social Engineering atau soceng.

Modus penipuan ini umumnya memanfaatkan jejaring media sosial atau pesan singkat untuk menjerat korban. Misalnya, menyebarkan informasi palsu yang mengatasnamakan pihak bank tertentu.

Orang awam yang tidak tahu rawan terjebak dengan modus Soceng ini. Risikonya jelas merugikan, yaitu bisa kehilangan uang di rekening.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono mengakui kalau kasus ini memiliki beragam modus. Dia menyebut kalau keamanan terbesar dalam segala modus begal rekening ada di level konsumen.

Sehingga sosialisasi yang besar perlu dikencangkan untuk para konsumen bank. "Yang pertama perlu edukasi, bahwa harus ada kesadaran masyarakat di mana dalam memberikan informasi pribadi itu sangat berbahaya," ujarnya dikutip dari INews TV, Selasa (21/6/2022).

Kemudian, ia meminta juga agar penyedia jasa keuangan terus menguatkan sistem. "Di sisi ini pihak penyelanggara keuangan baik itu bank dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus bisa memperkuat dan mengamankan sistem pembayaran," jelasnya.

Lalu, ia pun menegaskan untuk pihak konsumen dengan penyedia bank jangan sampai tidak saling memberi informasi. Menurutnya, hal itu berguna agar pihak konsumen bisa terhindar dari berbagai tindakan modus penipuan dengan adanya edukasi dari penyedia jasa keuangan.

"Jadi konsumen juga bisa cepat dapat informasi-informasi itu," imbaunya. Ia menegaskan, jika masyarakat sudah teredukasi dengan benar, maka tindakan kejahatan ini bisa diminimalisir.

"Intinya semua balik ke kesadaran masyarakat, jangan beri data pribadi ke siapa pun," tegasnya. Nah, supaya terhindar dari begal rekening sebaiknya kenali dulu modus-modus yang biasa digunakan. 

Berikut 4 modus penipuan dengan cara Soceng yang dikutip dari laman resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK):

1. Info perubahan tarif transfer bank

Penipu berpura-pura sebagai pegawai bank dan menyampaikan informasi perubahan tarif transfer bank kepada korban. Penipu meminta korban mengisi link formulir yang meminta data pribadi seperti PIN, OTP, dan password.

2. Tawaran menjadi nasabah prioritas

Penipu menawarkan iklan upgrade menjadi nasabah prioritas dengan segudang rayuan promosi. Penipu akan meminta korban memberikan data pribadi seperti Nomor Kartu ATM, PIN, OTP, Nomor CVV/CVC, dan password.

3. Akun layanan konsumen palsu

Akun media sosial palsu yang mengatasnamakan bank. Biasanya muncul ketika ada nasabah yang menyampaikan keluhan terkait layanan perbankan. 

Pelaku akan menawarkan bantuan untuk menyelesaikan keluhannya dengan mengarahkan ke website palsu pelaku. Kemudian, meminta nasabah memberikan data pribadinya.

4. Tawaran menjadi agen laku pandai

Penipu menawarkan jasa menjadi agen laku pandai bank tanpa persyaratan rumit. Penipu akan meminta korban mentransfer sejumlah uang untuk mendapatkan mesin EDC. (tim redaksi)

#soceng
#begalrekening
#perampokanrekening
#socialengineering
#ojk
#bank
#perkuatsistem
#modusbegalrekening
#penipuan

Tidak ada komentar