Breaking News

Tiongkok Mundur Gara-Gara Corona, Indonesia Ditawari Jadi Tuan Rumah Piala Asia 2023

Trophy kejuaraan sepakbola Piala Asia 2023. Foto: Reuters

WELFARE.id-Pandemi COVID-19 yang masih menghantui Tiongkok (China, Red) membuat negara itu mundur sebagai tuan rumah Piala Asia 2023. Mundurnya Tiongkok, membuat Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) harus mencari penggantinya. 

Apalagi, perhelatan kejuaraan tingkat Asia itu akan digelar tahun depan yang berarti waktu persiapan sekitar 1 tahun. Karena itu, AFC telah menawari semua anggota untuk mau jadi tuan rumah, termasuk Indonesia.

Ternyata, selain mundur dari tuan rumah Piala Asia 2023, Pemerintah Tiongkok juga mundur dari tuan rumah perhelatan Asian Games yang akan dijadwalkan digelar pada 2024 mendatang.
  
AFC mengatakan sudah membuka kesempatan yang sama kepada seluruh anggota asosiasi sepakbola di negara Asia untuk bisa menjadi tuan rumah Piala Asia 2023. 

Sekretaris Jenderal (Sekjen) AFC Datuk Seri Windsor mengatakan negara yang berminat jadi tuan rumah Piala Asia 2023 bisa mengajukan proposal permohonan kepada AFC.

 "Kami berharap ada asosiasi anggota akan maju untuk tugas menjadi tuan rumah. Setelah mereka melihat dokumen penawaran, Komite Eksekutif dapat memutuskan apakah negara itu bisa atau tidak menjadi tuan rumah kejuaraan Asia 2023," terangnya seperti dikutip New Straits Times.

Datuk Seri Windsor menyebut, AFC akan menunggu selama sebulan untuk memberikan kesempatan kepada negara Asia yang ingin menjadi tuan rumah Piala Asia 2023. Nantinya, proposal yang diajukan akan diseleksi dan diputuskan oleh Komite Eksekutif AFC.

Meski begitu, AFC memberlakukan syarat ketat terkait penunjukkan tuan rumah Piala Asia 2023. Negara yang jadi tuan rumah harus bisa memberikan jaminan dalam penanggulangan COVID-19 selama pertandingan sepakbola tingkat Asia itu digelar.

"Berarti batas waktu pengajuannya adalah akhir Juni 2022. Jika perlu, kami akan melakukan kunjungan  inspeksi, kami juga akan mengevaluasi proposal, dan negara yang memenuhi syarat akan diputuskan oleh Komite Eksekutif," papar Datuk Seri Windsor juga.

Dua negara di Asia Tenggara yakni Malaysia dan Indonesia punya kans besar untuk menjadi tuan rumah pengganti Piala Asia ke-47 yang akan digelar tahun depan tersebut. 

Tapi penawaran dari AFC itu langsung ditolak oleh Malaysia untuk menjadi tuan rumah Piala Asia 2023. Sekjen FAM atau Federasi Sepakbola Malaysia, Saifuddin Abu Bakar, menyebut pihaknya tidak memungkinkan menggelar turnamen sebesar Piala Asia.

"Saya kira kami tidak akan mengajukan tawaran untuk menjadi tuan rumah Piala Asia 2023 karena membutuhkan persiapan yang besar. Dalam hal akomodasi," kata Saifuddin Abu Bakar.

Sedangkan Indonesia punya peluang yang kecil untuk mengajukan tuan rumah Piala Asia 2023. Seperti diketahui, Indonesia akan disibukkan agenda menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.

Dengan perhelatan Piala Dunia U-20 yang juga digelar tahun depan, sudah cukup membuat sibuk Indonesia. Apalagi ada potensi dua turnamen kejuaraan sepakbola itu akan digelar secara berdekatan.

Meski begitu, PSSI juga harus mempertimbangkan status keuntungan sebagai tuan rumah Piala Asia 2023 bagi perkembangan sepakbola di Tanah Air. Salah satunya, dengan menjadi tuan rumah maka timnas Indonesia atau skuad Garuda bisa lolos langsung ke turnamen itu tanpa harus seleksi. (tim redaksi)



#sepakbola
#kejuaraanasia2023
#pialaasia2023
#tiongkok
#mundur
#pandemicovid19
#afc
#sekjenafc 
#datukseriwindsor

Tidak ada komentar