Breaking News

Tiket Pesawat Mulai Mahal, Berakhirnya Era Tiket Murah?

Ilustrasi. Foto : dok pertamina

WELFARE id-Sebelum Pandemi, perang harga tiket pesawat terjadi antar maskapai. Ke Malaysia pun bisa dicapai dengan merogoh koceh yang masih dalam hitungan ratusan ribu. Namun sekarang, harga tiket pesawat mengalami peningkatan yang signifikan baik penerbangan domestik maupun internasional. Bahkan sampai dianggap tidak masuk akal untuk beberapa kalangan. 

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat inflasi pada bulan Mei baik 0,4 persen, yang disumbang dari tarif angkutan udara, harga telur ayam ras, ikan segar, dan bawang merah. "Kalau saya detailkan beberapa penyumbang inflasi pada Mei adalah tarif angkutan udara, harga telur ayam ras, ikan segar, dan bawang merah," ujar Kepala BPS Margo Yuwono, dikutip Sabtu (4/6/2022). 

Menurut kelompok pengeluaran sektor transportasi memberi andil paling besar terhadap inflasi Mei 2022 sebesar 0,08 persen setelah Makanan, Minuman dan Tembakau sebesar 0,20 persen. 

Namun memang terlihat peningkatan harga tiket pesawat dirasakan sangat signifikan di masyarakat. Kenaikan harga tiket terjadi pada rute-rute domestik maupun luar negeri. 

Seperti harga tiket ke Jakarta - Singapura kelas ekonomi, Jumat (3/6/2022) pada platform Traveloka dibanderol Rp2,4 - 8,6 juta, sementara untuk perjalanan Singapura - Jakarta pada tanggal (5/6/2022) mencapai Rp6,1 - 6,6 juta. 

Artinya masyarakat harus merogoh kocek Rp8,5 - 15 jutaan untuk perjalanan pulang pergi. Padahal sebelumnya hanya membutuhkan ongkos perjalanan Rp2-3 juta untuk perjalanan pulang dan pergi. 

Begitu juga dengan perjalanan ke Malaysia pada (3/6/2022) harga tiket dibanderol dengan harga, Rp1,8 - 3,3 juta untuk penerbangan langsung. Sementara penerbangan Malaysia pada (5/6/2022) dibanderol dengan harga Rp4,7 juta - Rp 5,1 juta. 

Sehingga untuk perjalanan pulang dan pergi membutuhkan dana sekitar Rp6,5 - 8,4 juta dari sebelumnya hanya Rp3 - 4 jutaan. 

Untuk penerbangan Jakarta - Bangkok (3/6/2022) saat ini dibanderol dengan harga Rp4,3 juta untuk penerbangan langsung. Sementara untuk penerbangan transit kelas ekonomi mencapai Rp20,4 juta. 

Begitu juga dengan penerbangan langsung Bangkok - Thailand (5/3/2022) di jual dengan harga Rp4,8 juta - Rp 6,5 juta. Sementara penerbangan transit dibanderol Rp7,8 juta - Rp 28,7 juta. 

Melihat hal ini, Pengamat Penerbangan AIAC Aviation Arista Atmadjati mengatakan, kenaikan harga tiket saat ini memang sangat signifikan, terutama dari pantauannya untuk rute Singapura dan Malaysia. "Biasanya nggak segitu. Baru seumur-umur naik harga tiket pesawat ke rute itu naik segitu. Mungkin hukum pasar juga. Permintaan naik namun jumlah pesawat malah drop," katanya. 

Arista menjelaskan, beberapa faktor tidak hanya harga avtur. Dimana biaya avtur berkontribusi pada 40 persen komponen harga tiket, namun pula biaya ground handling, navigasi dan lalu lintas udara juga naik. "Namun memang kenaikannya terlalu signifikan (harga tiket), ini belum pernah terjadi, anomali juga ini," tukasnya. 

Selain itu menurut Arista, supply tempat duduk pesawat secara global juga tengah menurun. Dari informasi yang didapatkan ada maskapai yang biasa terbang selama 8 kali ke Singapura kini tinggal 2 kali imbas jumlah pesawat yang menurun. "Lain dari itu ya ada hukum pasar juga, kalau harga itu bertahan artinya sampai saat ini tiket-tiket ke Singapura dan Malaysia yang mahal itu masih ada juga yang beli," katanya. 

"Kenaikan harga avtur ini, jangan dijadikan aji mumpung oleh maskapai dengan menaikan harga tiket karena saat ini syarat perjalanan sudah longgar dan okupansi mulai naik," tambahnya. 

Ia juga menjelaskan, kenaikan harga avtur seolah-olah melipatgandakan tiket pesawat. Padahal ada biaya lain yang tidak naik. "Harga avtur bukan satu-satunya biaya dalam operasional penerbangan, ada biaya lain dan seharusnya tidak dilipatgandakan," imbuhnya. 

Arista mengungkapkan, tentu boleh saja menaikan harga tiket pesawat karena harga avtur naik tetapi harus dalam batas wajar dan persentasenya harus fair. (tim redaksi) 

#tiketpesawat
#hargatiketpesawatnaik
#tarifangkutanudara
#tiketpesawatluarnegeri
#ekonomi
#hargaavturnaik

Tidak ada komentar