Breaking News

Tertunda 2 Tahun Reunian Anak Vespa Dunia Akhirnya Terlaksana, VWD 2022 Pertama Digelar di Luar Eropa!

Komunitas Vespa tengah berpesta di acara Vespa World Days 2022 di Bali. Foto: Istimewa

WELFARE.id-Komunitas vespa seluruh dunia merapat ke Indonesia. Bali menjadi tuan rumah "reunian" anak vespa sedunia. 

Ya, Vespa World Days (VWD) 2020/2022 diselenggarakan di Nusa Dua, Bali. VWD yang diselenggarakan di Indonesia ini seharusnya digelar pada 2020. 

Namun, harus tertunda dua tahun karena pandemi COVID-19. Event tersebut diselenggarakan di Pulau Peninsula, The Nusa Dua, Bali, 9-12 Juni 2022. Acara ini diperkirakan bakal diramaikan oleh 8.500 pencinta Vespa dari 27 negara.

Makin istimewa lagi, karena pelaksanaan VWD ini menjadi yang pertama kali digelar di luar benua Eropa. "Merupakan suatu kehormatan bagi kami selaku pengelola kawasan The Nusa Dua bahwa kawasan kami akan menjadi lokasi pertama di luar benua Eropa yang akan menyelenggarakan VWD," kata Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita, dikutip Sabtu (11/6/2022).

VWD awalnya bernama Eurovespa, sebuah pertemuan tahunan Klub Vespa yang berlangsung setiap tahun dari 1954 sampai 2007. Anggota Klub Vespa dan pecinta Vespa dari seluruh Eropa berkumpul untuk acara skuter terbesar dan paling terkenal di seluruh dunia itu.

Acara ini diselenggarakan dari anggota Vespa Club lokal untuk semua anggota Vespa Club lainnya untuk memberikan tempat bagi keluarga Vespa Club untuk bertemu. Mulai 2006 dan seterusnya Vespa World Club mempromosikan, menyatukan dan mengkoordinir semua Vespa Club di seluruh dunia. 

Pada 2007 nama acara diubah menjadi Vespa World Days, untuk mencerminkan komunitas Vespa Club yang lebih luas di seluruh dunia. Vespa World Club Former President (2012-2021) Martin Stift menyoroti komunitas Vespa Indonesia dibandingkan dengan komunitas yang umum seperti di Eropa. 

Ia mengatakan, budaya komunitas Vespa Indonesia kurang lebih memiliki kesamaan dengan komunitas Vespa di Inggris. "Budaya dan jiwanya cukup sama dengan yang ada di Inggris. Seluruh Eropa diorganisir oleh klub Vespa dan klub lain, atau klub skuter. 

Di Inggris, sebagian besar adalah klub skuter dan anggotanya campuran, seperti di sini. Sehingga apa yang kami lihat di sini adalah sebagian besar klub skuter. Sebanyak 99 persen adalah klub skuter, tetapi hanya mengendarai Vespa," kata Stift, dikutip Sabtu (11/6/2022).

Hal lain yang disoroti Stift adalah adanya rompi (vest) yang dikenakan  komunitas Vespa di Indonesia. Menurutnya, ini adalah hal yang begitu berbeda jika dibandingkan dengan komunitas Vespa di Eropa dan Amerika Serikat.

"Di Eropa, komunitasnya hanya berkendara. Di Eropa dan Amerika, Anda tidak akan melihat itu (rompi) bersama dengan Vespa," kata pria asal Austria tersebut.

Tak hanya itu, lanjutnya, aspek unik lain dari komunitas Vespa Indonesia yang disoroti Stift adalah banyaknya pengendara wanita yang ikut masuk dalam komunitas maupun berkendara. 

"Ini adalah hal yang spesial, di mana banyak wanita mengendarai Vespa di Indonesia. Terdapat perspektif tertentu mengenai negara berkembang dan negara dengan mayoritas Muslim," jelas Stift.

Pria yang menjabat sebagai presiden Vespa World Club selama 9 tahun tersebut mengatakan bahwa hal tersebut ia rasa penting. "Anda tidak dapat membayangkan seberapa pentingnya untuk mendorong wanita di Eropa dan Amerika untuk pergi ke jalan dan mengatakan bahwa mereka juga bagian dari komunitas," kata Stift.

Ia pun tak sungkan untuk memuji bikers Vespa Tanah Air yang dinilai unik. 

Kisah perjalanan para bikers ke Bali

Salah satu bikers bernama Toni Hendarto (20) asal Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah menceritakan, untuk mengikuti Vespa World Days 2022, dia bersama tiga rekannya berangkat dari Palangkaraya sejak Senin (6/6/2022). Dari Palangkaraya menuju Banjarmasin terus turunnya di Pelabuhan Surabaya. 

"Lanjut gas ke Pelabuhan Gilimanuk, sampai di Bali hari Rabu, jadi tiga hari perjalanan," kata Toni saat ditemui di Lapangan Lagoon, Bali, Sabtu (11/6/2022). Ia mengatakan, selama perjalanan sempat mengalami kendala knalpot Vespa PB60 miliknya sempat lepas di Sidoarjo, Jawa Timur, saat berkendara. 

Namun masalah itu tak lama dan langsung diperbaiki. "Knalpotnya lepas di Sidoarjo. Saya, rombongan empat orang tapi alhamdulillah senang bisa sampai Bali," imbuhnya.

Ia menyebut baru pertama kali ke Bali untuk mengikuti Vespa World Days 2022. Dia memperkirakan dana yang dihabiskan selama perjalanan sebesar Rp5 juta.

Selama di Bali dia mencari penginapan di sekitar Kecamatan Kuta Selatan. "Habis dana sekitar Rp5 juta. Buat pulang pergi perkiraan saya itu. Kalau medannya selama perjalanan biasa saja, iya lumayan capek kalau capek ya berhenti," ujarnya.

Ia dan teman-temannya ingin merasakan berkumpul dengan sesama pencinta Vespa. Apalagi, lanjutnya, ini event langka, karena Indonesia akhirnya jadi tuan rumah VWD.

Sementara itu, Naim (30) bikers Vespa asal Wonosobo, Jawa Tengah, juga bercerita, selama perjalanan dari Wonosobo ke Bali tidak ada kendala, hanya tambah tekanan ban bila terasa kempis saja. Ia berangkat dengan tiga rekannya dari Wonosobo pada Minggu (5/6/2022) dengan mengendarai Vespa Bajaj keluaran 1974 yang sudah lama dia miliki.

"Sampai di Bali tanggal 7, itu dua hari perjalanan. Iya pokoknya asyik selama perjalanan dengan teman-teman," ucapnya senang.

Ia mengaku selama perjalanan sudah menghabiskan bekal Rp3 juta. Untuk berhemat, di berencana menginap di rumah saudaranya.

Kadang bila berpergian jauh, ia dan teman-temannya tidur di pinggir jalan pun bisa. "Nginep di tempat saudara kalau tidak di tempat-tempat terdekat di bawah pohon juga jadi di pinggir jalan. Harapannya ke depannya event ini lebih menarik dan giat lagi dan pokoknya asyik aja," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pariwasata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno berharap, event Vespa World Days 2022 yang berlangsung di Peninsula Island, The Nusa Dua, Bali, bisa turut membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. 

"Saya berharap acara internasional seperti ini dapat mendorong pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia seiring dengan pemulihan bertahap dari pandemi COVID-19. Saya juga berharap acara ini bisa menjadi media untuk mendongkrak nomadic tourism di Bali," ujar Sandi.

Menyambut peserta secara online, ia menyampaikan bahwa Indonesia memiliki komunitas penggila Vespa terbesar di ASEAN dan terbesar kedua di dunia. Ia pun senang karena Indonesia menjadi negara pertama di Asia yang menjadi tuan rumah VWD.

"Oleh karenanya, ini harus menjadi pengalaman yang mengasyikkan untuk menjelajahi Bali yang indah dengan mengendarai vespa dan berkumpul dengan Vespisties dari seluruh dunia demi merayakan persaudaraan dan solidaritas," ajaknya. (tim redaksi)

#vespaworlddays2022
#vwd2022
#bali
#komunitasvespa
#vespisties
#menparekraf
#sandiagauno
#vespa

Tidak ada komentar