Breaking News

Terseret Hingga 1 KM, Sopir Avanza Tewas Tertabrak Kereta di Tambun

Mobil Toyota Avanza terseret kereta hingga 1 km. Ist

WELFARE.id-Satu orang dilaporkan meninggal dalam kecelakaan yang melibatkan Toyota Avanza dan kereta api (KA) Argo Sindoro. Mobil MPV itu diterjang kereta api cepat jurusan Semarang-Gambir itu di perlintasan walet Mekarsari, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Selasa (21/6/2020) siang. Korban meninggal dunia atas nama RM, pengemudi Toyota Avanza. 

Dari pantauan di lapangan, terlihat sisi kanan mobil tersebut mengalami kerusakan parah akibat bertabrakan dengan bagian kepala dari rangkaian kereta tersebut. 

Petugas berwenang yang terdiri dari polisi, babinsa, tim PMI, hingga warga pun terlihat melakukan proses evakuasi mobil yang rusak tersebut bersama-sama. 

Proses evakuasi pun menjadi tontonan warga yang berdiri di pagar pembatas antara jalur kereta api dengan permukiman 

Kanit Samapta Polsek Tambun Ajun Komisaris Polisi Bambang Farobi mengatakan, saat kejadian, kendaraan minibus itu sempat terseret hingga sekitar dua kilometer dari tempat awal mula terjadinya tabrakan. "Kira-kira 1-2 kilometer, itu dari sana (perlintasan Wallet)," katanya. 

Penjaga pintu pelintasan sebidang di gang Walet, Bambang Suherman, 51, mengatakan, tabrakan maut itu bermula ketika mobil Avanza itu melintas dari arah Jalan Stadion Cikarang, Kabupaten Bekasi. "Mobil dari arah jalan stadion Cikarang, pas lewat, mesin (mobil) mati," terangnya. 

Saat mesin mobil mati, kereta kemudian datang dan tabrakan tersebut pun tak terhindarkan. Bambang mengatakan, mobil tersebut juga ditumpangi anak dan istri korban. Namun, saat mesin mati, anak dan istri korban sudah lebih dahulu menyelamatkan diri dan selamat dari insiden tersebut. 

"Isinya tiga orang. Alhamdulillah anak sama ibu turun duluan pas mobilnya mati, tapi korban enggak sempat turun, mungkin masih mau usaha buat menyalakan mobil," ungkapnya. 

Terpisah, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta menyampaikan perjalanan kereta api dan KRL terhambat akibat kecelakaan tersebut "PT KAI Daop 1 Jakarta sangat menyesalkan kejadian tersebut. Kejadian temperan mobil dengan KA Argo Sindoro mengakibatkan kerusakan pada sarana dan prasarana KA salah satunya kerusakan motor wessel," kata Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa. 

PT KAI Daop 1 Jakarta menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna jasa yang terdampak atas kejadian tersebut. "Kami mengingatkan kembali kepada pengguna jalan agar lebih berhati-hati apabila melintas di perlintasan sebidang, tengok kanan kiri sebelum melintas, selalu gunakan perlintasan sebidang yang resmi yang dilengkapi dengan palang pintu, sirine untuk keselamatan bersama," ujarnya. 

Ia menyebut demi keselamatan bersama perlintasan liar di KM 34+4/5 akan ditutup. "Penutupan perlintasan liar ini tentunya merupakan bagian dari dukungan KAI untuk mewujudkan keselamatan dan keamanan perjalanan KA serta masyarakat," terangnya. 

"Sesuai Undang Undang No 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 94 menyatakan bahwa, “(1) Untuk keselamatan perjalanan kereta api dan pemakai jalan, perlintasan sebidang yang tidak mempunyai izin harus ditutup; (2) Penutupan perlintasan sebidang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah," pungkasnya. (tim redaksi) 

#keretaapi
#kecelakaankereta
#mobilditabrakkereta
#tambun
#bekasi

Tidak ada komentar