Breaking News

Terdampak Fenomena Upwelling, 10 Ton Ikan Milik Petambak di Waduk Darma Mati

Dua petambak tengah mengumpulkan ikan-ikan yang mabuk di Waduk Darma, Kuningan, Jawa Barat untuk dijual dengan harga murah. Foto: net

WELFARE.id-Fenomena upwelling yang terjadi pada pekan terakhir Mei 2022 membuat para petambak Kolam Jaring Apung (KJA) Waduk Darma, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, merugi. 

Pasalnya, ikan-ikan milik petambak itu mati mendadak. 
Akibatnya para petambak terpaksa mengobral ikan-ikan yang selama ini dibesarkan dengan harga murah. Ini dilakukan untuk meminimalisasi risiko kerugian yang berkali lipat apabila ikan dibiarkan mati. 

Untuk diketahui, upwelling adalah fenomena air di bagian dasar yang tiba-tiba naik ke permukaan air. Air yang ada di permukaan berputar ke dasar hingga membuat perubahan suhu dan berdampak pada ikan.

Ikan milik para petambak yang mendapatkan perubahan suhu tiba-tiba langsung mabok dan tidak lama kemudian mati. Ikan tidak mendapatkan pasokan oksigen yang baik sehingga tidak dapat bertahan hidup.

Sodikin, salah satu petambak KJA yang memiliki KJA Waduk Darma di Desa Jagara mengatakan selama satu pekan ini sebagian ikan yang dibudidayakannya banyak yang mabuk. 

”Sudah terjadi satu minggu. Setiap hari ada saja yang mabuk. Bukan hanya saya, semuanya (petambak KJA lain) sama. Ikan ada yang mati, dan mabuk. Yang mati dibuang atau dikubur. Yang mabuk dijual murah,” kata Sodikin, Selasa (31/5/2022).

Sodikin juga menjelaskan, dirinya dan pembudidaya di KJA Waduk Darma, membudidaya ikan Mas dan ikan Nila yang biasanya dijual Rp25.000–Rp35.000/kg. Namun, karena ikan mabuk maka dijual Rp10.000–Rp15.000/kg.

”Ikan saya dan teman-teman petambak ada sekitar 5 ton ikan yang mati mendadak dan juga mabuk selama satu pekan,” katanya juga. Jumlah itu hanya hitungan ikan milik petambak KJA Waduk Darma yang tinggal di Desa Jagara.

Sodikin juga mengaku setiap tahun, dia dan pembudidaya lainnya mengalami hal yang serupa, yakni fenomena upwelling. 

Sedangkan Denni Rianto, Kabid Perikanan, Dinas Perikanan Dan Peternakan Kabupaten Kuningan mengatakan berdasarkan data sementara, ada 10 ton ikan mati mendadak dari total tiga desa.

Yakni di Desa Cipasung, Darma, dan Jagara Kecamatan Darma. Kejadian ini berlangsung selama satu pekan 23 - 28 Mei 2022. ”Data sementara ada 10 ton ikan. Ada yang mabuk dan ada yang mati,” ujarnya. Deni juga mengatakan jumlah itu lebih sedikit dari peristiwa sebelumnya. 

Pasalnya, saat terjadi upwelling pada 2019-2020, kematian ikan pernah mencapai 50-90 ton. Penurunan ini terjadi karena tim Dinas Perikanan dan Peternakan melakukan pencegahan secara massif. 

Denni terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada para warga pemilik tambak ikan untuk mengatasi fenomena kematian ikan-ikan akibat perubahan iklim tersebut. (tim redaksi)

#perubahaniklim
#kematianikan
#upwelling
#petambakkolamjaringapung
#kjawadukdarma
#kuningan
#petambakmerugi

Tidak ada komentar