Breaking News

Suap Bupati Bogor Non Aktif Ade Yasin, KPK Periksa Kepala BPKAD-Bappenda Bogor

Bupati Bogor Non Aktif Ade Yasin. Foto: Istimewa

WELFARE.id-Penyelidikan kasus korupsi yang melibatkan Bupati Bogor non aktif Ade Yasin terus dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Terbaru, penyidik KPK memeriksa sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. 

Bahkan, dua kepala badan atau setingkat kepala dinas di Pemkab Bogor turut diperiksa. Kedua pejabat itu adalah Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor Teuku Mulya dan Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Bogor Arif Rahman.

Keduanya diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap dengan tersangka Ade Yasin pada Jumat (10/6).

"Bertempat di gedung KPK Merah Putih, tim penyidik telah memeriksa sejumlah saksi untuk tersangka AY (Ade Yasin) dkk," terang Plt Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri dalam keterangan tertulis, Senin (13/6/2022).

Selain memeriksa Teuku Mulya dan Arif Rahman, KPK juga memeriksa Inspektur Kabupaten Bogor yang juga pernah menjabat sebagai Kepala BPKAD Ade Jaya Munadi, Kepala UPT Pajak Daerah Kelas A Jonggol Pemkab Bogor Mika Rosadi, dan Irban V Inspektorat Kabupaten Bogor Temsy Nurdin.

Kemudian, turut diperiksa Kasubbag Penatausahaan Keuangan Setda Kabupaten Bogor Ruli Fathurahman, Sub Koordinator Pelaporan Dinas BPKAD Kabupaten Bogor Hanny Lesmanawaty, dan PNS RSUD Cibinong Kabupaten Bogor Solihin.

Ali juga menuturkan penyidik mengonfirmasi dugaan arahan dari Ade Yasin agar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemkab Bogor menyiapkan uang untuk diberikan kepada tersangka lain dalam kasus ini, yaitu Kasub Auditorat Jabar III/Pengendali Teknis BPK Perwakilan Jawa Barat Anthon Merdiansyah.

"Terkait dengan dugaan arahan berlanjut dari tersangka AY agar beberapa SKPD yang diaudit oleh tersangka ATM (Anthon) dkk untuk menyiapkan uang operasional selama proses audit berlangsung," jelasnya juga.

Ali juga mengatakan dari sejumlah saksi yang dipanggil hanya Sekretaris BPKAD Pemkab Bogor Andri Hadian yang tidak hadir. KPK akan menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Andri.

Untuk diketahui, dalam kasus ini KPK telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka terkait dugaan suap pengurusan laporan keuangan Pemkab Bogor Tahun Anggaran 2021.

Sebagai pemberi suap ada Ade Yasin, Kasubid Kas Daerah BPKAD Kabupaten Bogor Ihsan Ayatullah, Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Bogor Maulana Adam, dan PPK pada Dinas PUPR Kabupaten Bogor Rizki Taufik.

Sedangkan empat tersangka selaku penerima suap yaitu Kasub Auditorat Jabar III/Pengendali Teknis BPK Perwakilan Jawa Barat Anthon Merdiansyah, Ketua Tim Audit Interim Kabupaten Bogor Arko Mulawan, serta dua pemeriksa pada BPK Perwakilan Jawa Barat Hendra Nur Rahmatullah Karwita dan Gerri Ginajar Trie Rahmatullah. (tim redaksi)


#korupsi
#suap
#pemkabbogor
#auditlaporankeuangan
#bpkperwakilanjawabarat
#kpk
#bupatibogornonaktif
#adeyasin

Tidak ada komentar