Breaking News

Stok Daging Menipis, Imbas Wabah PMK

Daging sapi. Foto: Ilustrasi/ Antara

WELFARE.id-Dampak penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) mulai terasa. Harga daging sapi merangkak naik, karena stok sedikit.

Peminat daging sapi juga menurun. Seperti yang dikeluhkan pedagang daging sapi di Pasar Modern Pondok Cabe, Masnur.

Menurutnya, sejak habis Lebaran, harga daging sapi terus naik. "Pasokan juga berkurang, karena banyak sapi di Jawa kena penyakit," ungkapnya, Jumat (3/6/2022).

Banyak konsumen yang juga takut mengonsumsi daging sapi, sehingga memilih daging ayam sebagai alternatif. "Memang sepi. Bisa juga karena itu (PMK), tetapi keuangan lah. Memang sudah lama sepi karena harga," ujar Yusron, pedagang daging sapi lain di los pasar yang sama.

Sementara itu, daging sapi dibanderol berkisar Rp130-Rp150 ribu per kg. Harga ini cenderung stabil sejak usai Lebaran.

Mogoknya Paguyuban Pedagang Daging Sapi (PPDS) Kelurahan Segoroyoso, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul, DI Jogjakarta malahan sudah seminggu tak berjualan di Pasar Bantul. 

Kepala Bidang Sarana Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Bantul Arum Bidayati mengatakan, tidak adanya pedagang yang berjualan daging sapi di Pasar Bantul.

Pihaknya juga belum bisa memastikan kapan akan dibuka kembali, karena kemungkinan menunggu penyembelihan lagi.  "Libur karena tidak ada barang (daging sapi) dari Segoroyoso." kata Arum kepada wartawan, dikutip Jumat (3/6/2022).

Sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat hewan ternak yang terjangkit PMK berjumlah 20.723 hingga 22 Mei 2022. PMK sudah menyebar ke 16 provinsi, dengan jumlah hewan sakit sekitar 20.723 ekor atau 0,38 persen dari 5,4 juta total populasi ternak. (tim redaksi)

#pmk
#kementan
#hargadagingsapinaik
#dagingsapiberkurang
#pasokanberkurang
#hewanternak
#pasartradisional

Tidak ada komentar