Breaking News

Sepekan Terendam, hingga Kini Banjir di SMAN 4 Tangsel Belum Surut

Petugas Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Kontruksi (SDABMBK) Kota Tangsel mensurvei kondisi banjir di SMAN 4 Tangsel. Foto: Istimewa

WELFARE.id-Banjir yang menggenangi SMA Negeri 4 Tangerang Selatan (Tangsel) selama satu pekan ini belum juga surut. Banjir yang menggenangi sekolah yang berlokasi di Kecamatan Pondok Ranji itu terjadi sejak Kamis (2/6/2022) lalu.

Banjir di lingkungan fasilitas pendidikan itu dilaporkan sempat mencapai setinggi 50 centimeter sebelum akhirnya surut menjadi 30 centimeter.

Wakil Kepala Sekolah (Wakepsek) SMAN 4 Tangsel Bidang Hubungan Masyarakat Ibnu Afan mengatakan banjir terjadi sejak Kamis sore (2/6/2022) akibat hujan deras yang melanda daerah tersebut.

Bangunan sekolah yang berada di area cekungan itu memicu air mengalir ke sekolah tersebut. "Banjir yang terakhir ini terjadi mulai Kamis sore lalu karena air hujan. Jadi kita itu kan ada di tengah cekungan ya," terang Afan kepada sejumlah  wartawan, Selasa (7/6/2022).

Afan juga mengatakan banjir juga disebabkan oleh tingginya debit air yang mengalir dari Situ Rawa Badak. Untuk diketahui, saluran air SMAN 4 Tangsel mengalir ke Situ Rawa Badak. Sementara penampungan air tersebut kini dipenuhi sampah.

"Dari Situ Rawa Badak itu ada saluran air, yaitu air pembuangan. Rupanya di situ ada saluran mampet. Namanya air atau got kadang-kadang mampet dan sebagainya," papar Afan juga.

Selain itu juga, terjadi sendimentasi Situ Rawa Badak akibat lumpur dan sampah. Kondisi Situ Rawa Badak memang memprihatinkan. 

Terdapat tumpukan sampah hingga puing-puing bangunan tepat di sekitar Situ Rawa Badak yang tepat  berada di sebelah sekolah dan menutupi sebagian wilayah resapan air.

Menurut Afan juga sampah-sampah tersebut juga ikut andil dalam menghambat saluran pembuangan air sekolah tersebut.

Meski dilanda banjir tapi air  tak sampai memasuki ruangan kelas. Banjir hanya menggenangi halaman sekolah, khususnya lapangan upacara.

Hingga hari ini, Afan menyampaikan air sudah mulai surut. Air diperkirakan surut menjadi setinggi 30-40 centimeter.

"Sehari lalu permukaan banjir yang terdalam itu sekitar ada 50 centimeter. Sekarang sudah mulai surut. Sudah surut sekitar 30-40 sentimeter," tandasnya juga.

Untuk diketahui, SMAN 4 Tangsel merupakan salah satu sekolah favorit di Kota Tangsel.
Sekolah pernah menerima penghargaan Adiwiyata dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). 

Sekolah itu menerima  penghargaan bidang lingkungan itu diterima pada 2014 lalu. Untuk diketahui, Penghargaan Adiwiyata adalah prestise tentang lingkungan dengan skala nasional yang diberikan oleh Kementerian LHK.

Terkait banjir di SMAN 4 Tangsel itu, Afan mengaku telah menyurati sejumlah dinas terkait demi mengatasi banjir. Ia mengatkan sudah bersurat dengan RT, RW, kelurahan, hingga Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kota Tangsel.

"Kita sudah bersurat ya dengan pihak-pihak terkait mulai dari lingkungan dulu, dari RT, RW kelurahan, kemudian ke tingkat kecamatan juga, kemudian ke bagian PU (Tangsel) kita sudah bersurat juga, kemudian ada BLHD juga," ungkapnya.

Bahkan, kata Afan juga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) juga telah mengunjungi sekolah dan melakukan pemetaan terkait banjir yang terjadi di sekolah tersebut. (tim redaksi)

#sman4tangsel
#pendidikan
#banjir
#pondokranji
#kotatangsel
#wakepsekbidanghubunganmasyarakat
#ibnuafan

Tidak ada komentar