Breaking News

Selain Mobil, Krisis Chip Semikonduktor Juga Ganggu Produksi Motor di Tanah Air

Chip semikonduktor yang merupakan bagian penting kendaraan bermotor. Foto: Alianceamericas.com

WELFARE.id-Produsen otomotif dunia mengalami kelangkaan chip semikonduktor dalam dua tahun terakhir ini. Ini terjadi akibat badai pandemi virus Corona yang melanda dunia.

Hingga kini, krisis chip semikonduktor global terus berlanjut, sejak pertama kali terjadi pada 2020 lalu. Bahkan, saat ini kelangkaan chip semikonduktor juga menimpa produsen kendaraan di Tanah Air.

Bahkan, pabrikan mobil di Indonesia, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) secara terbuka mengungkap pihaknya sempat tertimpa kekurangan chip semikonduktor yang terjadi pada Mei lalu.

Direktur Corporate Affairs TMMIN Bob Azam, menyampaikan krisis chip semikonduktor yang terjadi pada Mei diakibatkan karena adanya penutupan atau lockdown di Tiongkok (China, Red).

"Lockdown COVID-19 di Tiongkok yang hingga kini masih terjadi berdampak pada supply parts semiconduktor. Ada sedikit gangguan di aktivitas produksi kami pada 10-13 Mei 2022 namun sudah mulai normal," ujarnya, Rabu (31/5/2022).

Toyota Indonesia saat ini masih memantau suplai komponen agar krisis yang terjadi tidak berdampak lebih luas ke produksi mobil paling laris di Tanah Air tersebut.

"Kami terus memonitor situasi supply parts ini dan berharap tidak akan berpengaruh pada volume produksi TMMIN pada 2022 ini," ungkap Bob juga.

Selain terhadap mobil, kelangkaan chip semikonduktor juga berpengaruh terhadap produksi dua merek besar sepeda motor di Tanah Air, Honda dan Yamaha. Kelangkaan komponen tersebut telah membuat produksi motor terganggu, sehingga tidak bisa memenuhi permintaan pasar. 

PT Astra Honda Motor (AHM) mengumumkan keterlambatan distribusi motor Honda karena kelangkaan pasokan chip semikonduktor yang melanda dunia. Semikonduktor merupakan salah satu komponen penting bagi sejumlah industri, termasuk otomotif. Tanpa chip semikonduktor, motor tidak bisa diproduksi dengan sempurna. 

”Terima kasih kepada konsumen yang telah memilih motor Honda sebagai partner berkendara dan telah bersabar menunggu kedatangan motor impiannya. Kami mohon maaf membuat Anda menunggu lebih lama. Saat ini kami sedang berusaha untuk mengatasi masalah tersebut untuk memenuhi keinginan konsumen setia motor Honda sebaik-baiknya. Ini komitmen kami, seperti selama ini sudah kami lakukan untuk selalu memberikan produk dan layanan terbaik bagi konsumen kami di Indonesia sesuai semangat Satu Hati," tulis AHM dalam pernyataan resminya Selasa (31/5/2022).

Sebelumnya PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) juga telah memberi pernyataan terkait kelangkaan chip semikonduktor membuat produksi motornya di Indonesia terganggu.

Executive Vice President & COO YIMM, Dyonisius Beti, menjelaskan sejauh apa kelangkaan chip semikonduktor berpengaruh terhadap produksi Yamaha di Indonesia. 

Menurut Dyon, chip semikonduktor merupakan komponen penting pada motor yang terkait dengan kelistrikan. Jadi part-part seperti panel instrumen digital, sistem keyless, maupun sistem konektivitas smartphone tidak bisa berfungsi tanpa adanya chip semikonduktor ini.

"Terutama di Motor Maxi, teknologi Yamaha ini kan canggih, pakai microchip, dan ada connective function, keyless. Nah ini semua nggak bisa nambah capacity-nya. Berkurang sedikit, tapi mulai recovery back. Jadi levelnya par aja, sama seperti tahun lalu. Nggak bisa naik, menunggu kapasitas produksi semikonduktor naik," kata Dyon kepada wartawan di arena JIExpo Kemayoran, Jakarta (27/5/2022).

Dyon sendiri belum bisa memastikan sampai kapan kelangkaan chip semikonduktor ini bakal terjadi. Namun jika boleh memberi prediksi, kelangkaan chip semikonduktor kemungkinan masih terus akan berlangsung hingga penghujung 2022. (tim redaksi)


#otomotif
#gangguanpasokan
#chipsemikonduktor
#corona
#lockdown
#tiongkok
#toyota
#yamaha
#honda

Tidak ada komentar