Breaking News

Satu Pasien Diduga Cacar Monyet Ditemukan di Kota Singkawang

Dampak penyakit cacar monyet pada tubuh pasien. Foto: shutterstock

WELFARE.id-Penyakit cacar monyet (monkeypox) yang berasal dari Afrika, yang kini mewabah di  Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara Eropa dan Asia itu sudah sampai di Tanah Air. 

Dugaan kasus cacar monyet itu ditemukan Kota Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar).  Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB) Kota Singkawang menemukan satu kasus warga yang di duga terinfeksi cacar monyet. 

Pasien diduga cacar monyet sudah dalam perawatan isolasi. "Pasiennya berjenis kelamin laki-laki, saat ini sedang dalam perawatan RSUD Yos Soedarso Pontianak," terang Kepala Bidang P2 Dinkes dan KB Kota Singkawang, Mursalin, Jumat (17/6/2022).

Mursalin memaparkan temuan kasus cacar monyet tersebut. Awalnya, pada Senin (13/6/2022), seorang pasien mendatangi Puskesmas Singkawang Utara. Lantas pasien tersebut dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Vincentius Singkawang.

Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh dokter. Analisa awal pada diagnosa pertama pasien dinyatakan mengalami penyakit cacar air biasa. 

Hanya saja, cacar air yang dialami pasien perlu penanganan mengingat lebih banyak benjolan, sehingga dokter RS Vincentius Singkawang menyarankan agar pasien dirujuk ke RSUD Yos Soedarso Pontianak.

"Karena dicurigai sebagai penyakit cacar monyet, sehingga pasien dirujuk dengan protap protokol kesehatan sampai ke RSUD Yos Soedarso. Sekarang pasien itu sudah dirawat di ruang isolasi RSUD Yos Soedarso Pontianak," ujarnya. 

Mursalin juga menegaskan, jika temuan ini masih diduga cacar monyet. Terhadap temuan ini, pihaknya laporkan ke Dinkes Provinsi Kalbar. "Sampai saat ini penyakit yang kita curigai masih belum positif cacar monyet tapi suspect," katanya juga.

Untuk penanganan kasus yang ditemukan, pasien yang bersangkutan sudah pihaknya tangani sampai dirujuk ke RSUD Yos Soedarso Pontianak. Kemudian, untuk orang yang kontak langsung dengan pasien juga sudah ditangani petugas Puskesmas Singkawang Utara.

"Artinya, orang-orang yang kontak dengan pasien kita pantau terus apakah terjadi penularan atau tidak," cetusnya.

Sampai saat ini, katanya juga, baru satu temuan kasus cacar monyet tersebut. Itu pun masih belum pasti karena masih dicurigai. Maka dari itu, pihaknya masih menunggu kepastiannya diagnosa akhir RSUD Yos Soedarso Pontianak. 

Lantaran menurut keterangan pasien yang bersangkutan, dirinya tidak pernah kemana-mana. Kemudian tidak ada orang dari luar yang kontak dengan pasien. "Mudah-mudahan saja cacar yang dialami pasien merupakan cacar air biasa," tandasnya. 

Untuk diketahui, cacar monyet adalah infeksi virus yang ditandai dengan bintil bernanah di kulit. Cacar monyet pertama kali muncul di Republik Demokratik Kongo pada tahun 1970 silam. 

Penularan cacar monyet bisa berasal dari binatang seperti seperti tikus, tupai dan kera. Monkeypox adalah penyakit akibat virus yang ditularkan melalui binatang (zoonosis).

Pada awalnya, penyakit cacar monyet memiliki gejala yang serupa dengan cacar air, yaitu bintil berair. Seiring perkembangan penyakit, bintil berair berubah bernanah dan menimbulkan benjolan di tubuh penderitanya. 

Benjolan itu biasanya terjadi di bagian leher, ketiak, atau selangkangan akibat pembengkakan kelenjar getah bening. Penyakit cacar air mewabah di sejumlah negara yakni Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa. (tim redaksi)


#kesehatan
#cacarmonyet
#monkeypox
#kotasingkawang
#provinsikalbar
#kalimantanbarat
#dinkeskotasingkawang
#rsudyossoedarso
#pontianak

Tidak ada komentar