Breaking News

Rela Lakukan Apapun Demi Konten, Ini Kata Psikolog

Ilustrasi. Foto : net

WELFARE.id-Saat ini, banyak sekali kita lihat orang-orang berlomba-lomba membuat konten. Tak hanya sekadar konten, bahkan ada yang rela berbuat aneh-aneh hanya demi meningkatkan jumlah like dan followers akun media sosialnya saja. 

Beberapa contohnya seperti konten sekelompok remaja yang sengaja menghadang truk sedang berjalan. Padahal perbuatan nekat ini sangat mengancam jiwa Bahkan tak sedikit yang merenggut nyawa. 

Dalam satu pekan ini, dua kasus kadang truk terjadi. Jumat (10/6/2022), 3 orang remaja nekat menghadang truk di Jalan Otista Gerendeng Karawaci, Tangerang Banten. Akibatnya, salah satu remaja berusia 18 tahun tewas di tempat, setelah tertabrak dan terlindas truk. Polisi menduga, aksi tersebut dilakukan demi konten di media sosial. 

Sehari sebelumnya, dua orang remaja nekat menghadang truk di Jalan Gading, Cingcin, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Akibatnya satu remaja luka berat dan harus dirawat di rumah sakit. Aksi diduga demi konten. 

Ada lagi aksi konyol lainnya, peristiwa penarikan oleh orang utan terhadap pengunjung yang tengah membuat konten ini. Aksi ini menuai kecaman. Pembuat konten langsung meminta maaf pada pengelola Kebun Binatang Kasang Kulim, karena sadar perbuatannya melewati batas pengunjung saat itu salah dan membahayakan.   

Tak hanya orang biasa, selebritas sekelas Irfan Hakim juga berbuat konyol hingga harus dilarikan ke rumah sakit beberapa waktu lalu, setelah mengonsumsi keririk pedas, One Chip Challenge dari youtuber Tanboy Kun. 

Semua terjadi saat mereka sedang membuat konten youtube. One Chip Challenge, merupakan jenis keripik tortila dari merek Paqui. Keripik paqui masing-masing diresapi dengan paprika asli, seperti cabai, jalapenos, serta ghost pepper yang diklaim sebagai cabai terpedas di dunia. 

Hal ini tentu tidak bisa dibenarkan karena berisiko dan berbahaya. Di sinilah perlunya literasi digital yang baik, seiring berkembangnya media sosial, yang semakin masif. Psikolog Eunike Sri Tyas Suci dari Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya mengatakan, memang ini semua dilakukan oleh pengguna tersebut demi sebuah perhatian. 

"Menurut saya, orang yang perilakunya aneh-aneh memang dengan sengaja dilakukan untuk mendapat perhatian," ujarnya dikutip Rabu (15/6/2022). 

Dalam sosmed, lanjutnya, tentu akan berpotensi di like dan meningkatkan followers. Namun, tambahnya, seharusnya para pengguna medsos yang memang ingin fokus mencari keuntungan dari bermain medsos tersebut haruslah memikirkan cara yang lebih baik atau lebih positif daripada membuat konten-konten aneh, yang bahkan bisa merugikan diri sendiri di kemudian hari. 

"Seharusnya mereka bisa belajar dengan orang-orang yang sudah sangat serius dalam bidang content creator (kreator konten) seperti para youtuber, influencer dan lainnya," tukasnya. 

Pada dasarnya, kata Tyas, mereka yang serius jadi YouTuber biasanya akan mengemas dengan baik dan bersedia mengeluarkan kocek atau uang untuk sebuah video yang enak dinikmati masyarakat. "Umumnya, video yang mereka buat juga merupakan sesuatu yang bisa menambah pengetahuan atau wawasan mengenai suatu hal yang tidak biasa," imbuhnya. 

Terpisah, Arrundina Puspita Dewi, M. Psi seorang psikolog klinis dari Ohana Space mengatakan, konten yang viral adalah konten yang menarik untuk dibicarakan, baik bersama teman ataupun keluarga. 

"Ada beberapa orang yang memiliki kecenderungan untuk viral, agar dibicarakan oleh orang lain sehingga mendapatkan validasi. Biasanya yang jadi bahan perbincangan orang dan cepet viralnya ya konten negatif, makanya orang-orang bikin kontroversi yang negatif supaya viral," tandasnya. 

Dia menekankan, konten positif juga mendapatkan banyak atensi dari netizen. Hal itu menjadi bukti bahwa tidak menjadi sebuah keharusan bahwa konten viral selalu konten negatif. "Nggak juga, intinya konten yang menarik untuk dibicarakan, kontennya tidak selamanya negatif, cuma bikin konten yang positif terus viral itu lumayan susah," tambahnya. 

"Sebenarnya bisa aja konten yang positif jadi viral, misalnya kita punya skill menggambar terus dibuat konten, karena kontennya menarik jadinya viral. Akhirnya, banyak orang yang ngeshare ke temen-temennya kalo misalnya mau belajar gambar ke akun kita aja, kita jadi terkenal," pungkasnya. (tim redaksi) 

#konten
#demikonten
#mediasosial
#medsos
#psikolog
#contentcreator

Tidak ada komentar