Breaking News

Proyek Jembatan Kaca Bromo Dikebut, Gubernur Khofifah: Dongkrak Wisatawan Asing

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri resepsi Yadnya Kasada di Pendapa Agung Desa Ngadisari, Kabupaten Probolinggo, Rabu malam (15/6/2022). Foto: Istimewa

WELFARE.id-Jembatan kaca yang mirip di Spanyol tengah dibangun di kawasan Bromo Tengger, Jawa Timur. Bila kelak proyek itu selesai, bisa menyedot wisatawan guna mendongkrak geliat ekonomi wisata Bromo pasca dua tahun berhenti akibat pandemi Corona.

Karena itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta warga Tengger optimistis terhadap pembangunan jembatan kaca yang saat ini berlangsung. Sebab, pembangunannya diharapkan dapat menarik wisatawan bukan hanya lokal tapi juga asing.

Khofifah menyampaikan itu saat malam resepsi Yadnya Kasada 2022 di Pendapa Agung Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Rabu malam (15/6/2022).  Menurutnya, ada banyak hal yang bisa menjadi magnet untuk menarik wisatawan datang ke Bromo.

Mulai budaya, tari-tarian, adat Suku Tengger, sampai perayaan Yadnya Kasada. Namun, hal itu perlu terus ditingkatkan.

”Budaya tari-tarian ini sangat bagus, sehingga perlu dilakukan penampilan kesenian terjadwal di kawasan Bromo. Misalnya Jumat, Sabtu, dan Minggu. Sehingga wisatawan yang hadir dapat menikmati tari-tarian tersebut,” ujarnya. 

Bila kelak jembatan kaca Bromo jadi, Khofifah meminta semua potensi pariwisata yang di daerah itu juga ditingkatkan

”Jadi waktu itu ada dua percontohan jembatan kaca, yakni di Nigeria dan Spanyol. Saat itu, Pak Menteri nanya daerah mana yang bisa diterapkan (dibangun) seperti itu. Saya bilang di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Sebab, Bromo Tengger Semeru itu eksotik dan masuk dalam proyek startegis nasional. Jadi saya usulkan di Probolinggo dan Malang, juga Lumajang,” tuturnya.

Dengan dibangunnya jembatan kaca ini, Khofifah berharap perlu adanya peningkatan homestay. Sehingga wisatawan tidak hanya berkunjung sehari saja. Namun, bisa berhari-hari untuk menikmati indahnya Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Untuk diketahui, resepsi di Pendapa Agung Ngadisari itu juga mengukuhkan sejumlah warga kehormatan Suku Tengger. Antara lain, Plt TNBTS, Kepala Pengadilan Agama Kraksaan, Kajari Kabupaten Probolinggo, Kapolres Probolinggo Kota, Kapolres Probolinggo, Dandim 0820, Baladika Jaya, Kajari Jatim, Gubernur Jatim, Dukun Pandita, dan Romo Dukun Pandita Sutomo.

Sementara itu, sesepuh warga Tengger, Supoyo bersyukur kegiatan Yadnya Kasada tahun ini berlangsung lebih ramai namun tetap khidmat. Sebab, selama pandemi COVID-19 yakni pada 2020-2021, Yadnya Kasada digelar sangat terbatas. 

Bahkan, tidak ada seremonial di pendapa Agung Ngadisara. ”Kami bersyukur pandemi Corona mulai mereda. Sehingga warga Suku Tengger dapat kembali menggelar Yadnya Kasada secara maksimal. Dua tahun sebelumnya tidak ada kegiatan seperti ini karena masih pandemi,” tandasnya. (tim redaksi)


#pariwisata
#budaya
#tamannasionalbromotengger
#perayaanyadnyakasada
#jembatankaca
#gubernurjawatimur
#khofifahindarparawansa

Tidak ada komentar