Breaking News

Permudah Wisatawan, AS Berencana Cabut Kewajiban Tes Corona untuk Penumpang Pesawat

Pemerintah Amerika Serikat akan melonggarkan aturan bagi wisatawan asing termasuk penghapusan tes wajib COVID-19 bagi penumpang pesawat. Foto: Shutterstock

WELFARE.id-Meski kasus penularan virus Corona masih tinggi di Amerika Serikat (AS), tapi negara itu makin membuka akses untuk wisatawan. Bahkan, mempermudah akses masuk bagi wisatawan asing. 

AS dilaporkan akan mencabut aturan wajib tes COVID-19 pra keberangkatan bagi para pelancong mancanegara yang datang ke sana menggunakan pesawat. Hal itu tercapai setelah lobi alot dari maskapai penerbangan dan industri perjalanan kepada pemerintah.

Meski pemerintahan Presiden AS Joe Biden belum secara resmi mengumumkan tentang pencabutan tes COVID-19 tersebut. Namun, aturan baru dikabarkan bakal diterapkan mulai Mingu (12/6/2022) pukul 00.01 waktu setempat. 

”CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS) akan melakukan penilaian atas keputusan ini dalam 90 hari,” terang seorang pejabat senior di pemerintahan Biden kepada Reuters, Jumat (10/6/2022).

Menurut pejabat itu juga, peraturan lama tentang kewajiban tes COVID-19 pra-keberangkatan menggunakan pesawat bagi pelancong mancanegara bisa saja diaktifkan lagi sewaktu-waktu. 

”Jika ada kebutuhan untuk mengembalikan persyaratan pengujian pra-keberangkatan, termasuk karena varian baru (COVID-19), CDC tidak akan ragu untuk bertindak,” cetusnya. 

Untuk diketahui, sejak Desember 2021 lalu, CDC telah mewajibkan para pelancong mancanegara untuk melakukan tes COVID-19 satu hari sebelum keberangkatan mereka menggunakan pesawat ke negara Paman Sam tersebut. 

Jika hasilnya negatif, mereka diperkenankan terbang ke AS. Peraturan itu tak diberlakukan untuk penyeberangan perbatasan darat.

Sedangkan pekan lalu, Kepala Eksekutif American Airlines Robert Isom menyebut peraturan tentang kewajiban tes COVID-19 pra keberangkatan tak masuk akal dan menekan perjalanan liburan serta bisnis. 

Dia mengungkapkan, 75 persen negara yang dilayani Amerika tidak memiliki persyaratan pengujian. ”Kami benar-benar frustrasi dan ini adalah sesuatu yang tidak hanya merusak perjalanan AS, tapi juga tidak masuk akal,” ujarnya.

Untuk diketahui, saat ini AS masih menjadi negara dengan kasus COVID-19 tertinggi di dunia. CDC melaporkan saat ini terdapat 85,4 juta kasus positif Corona dengan korban meninggal melampaui 1,01 juta jiwa. (tim redaksi)

#wisatawan
#destinasiwisata
#amerikaserikat
#pencabutanwajibtescovid19
#cdc
#pusatpengendaliandanpencegahanpenyakit
#viruscorona
#penerbanganudara

Tidak ada komentar