Breaking News

Penyakit Vitiligo Bisa Dipicu Stres, Lakukan Skrining Jika Temukan Bercak Putih pada Kulit

Penyakit kulit vitiligo. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Penyakit kulit vitiligo muncul karena berbagai faktor pemicu. Namun, faktor yang utama adalah stres. 

Bercak putih pada kulit itu masuk kategori penyakit autoimun. Bisa juga karena faktor genetik.

Patogenesis atau mekanisme terjadinya vitiligo sangat kompleks dan komperhensif. Sudah ada sejak zaman dahulu kala.

Seringkali, orang tua dengan vitiligo khawatir jika anaknya bisa mewariskan penyakit autoimun itu. Untuk meminimalisir kemungkinan tersebut, ada beberapa langkah yang dapat ditempuh oleh orang tua.

"Sekarang sudah cukup canggih pemeriksaan untuk screening vitiligo pada keturunan. Ada beberapa laboratorium besar bisa melihat genetiknya vitiligo atau autoimun lain," kata dokter spesialis kulit dan kelamin, Dr. dr. Reiva Farah Dwiyana, Sp.KK(K), M.Kes, FINSDV, FAADV, dalam konferensi pers virtual "I am Alive with Self Love" bersama Regenesis, dikutip Jumat (24/6/2022).

Dokter Reiva menjelaskan, pemeriksaan dapat dilakukan dengan pengambilan darah anak di usia berapa saja. "Nanti ada kecenderungan dan kecenderungan ini artinya kemungkinan ada, tapi belum tentu muncul. Tingkatnya dari high, average, dan low," jelasnya.

Namun, tidak serta merta hasil lab itu muncul (vitiligo). "Karena penyakit itu banyak faktor, bisa faktor lingkungan dan lainnya," jelasnya cepat.

Dia mengatakan, bisa saja dalam darah anak bisa jadi vitiligo, namun jika sampai tua tidak tercetus, vitiligo tidak akan muncul. "Karena genetik itu tidak serta merta muncul. Artinya bisa faktor lingkungan dan stres jadi pemicunya. Ini sekaligus menjawab pencegahan menekan potensi menurun," ungkapnya.

Ada beragam faktor pencetus vitiligo yang harus dihindari, mulai dari stres, panas-panasan di bawah terik matahari tidak menggunakan sunscreen, hingga zat kimia. Untuk autoimun sendiri, seseorang dianjurkan untuk hidup sehat dan seimbang karena autoimun tidak bisa lepas dan ada seumur hidup.

"Caranya bagaimana menekan supaya (potensi vitiligo) tidak muncul. Dihindari makan makanan banyak pengawet, banyak pewarna," saran Reiva.

Dia menyebut, sekitar 50 persen vitiligo itu muncul pada usia anak-anak. Dirinya tak jarang mendapat pasien anak yang memiliki tanda lahir putih yang membuat orang tua khawatir itu adalah vitiligo.

"Bawa dulu ke dokter pastikan ini vitiligo atau bukan. Bisa saja ini penyakit tanda lahir yang sering dikhawatirkan vitiligo, dokter akan memberikan step by stepnya," terangnya.

Vitiligo bukan penyakit sejak lahir. "Pengalaman saya (pasien) termuda berusia 7 bulan. Bisa membedakan tanda lahir yang putih atau rada pink muda, nanti 2 minggu baru kelihatan makin putih itu artinya tanda lahir," imbuhnya.

"Atau bahkan uban, harus dilihat apakah kulitnya juga putih, itu bukan uban semata. Jika iya (kulit ada bercak) putih itu vitiligo," sambungnya cepat.

Vitiligo bisa disembuhkan

Dia menekankan, bahwa vitiligo bisa disembuhkan. "Bisa (sembuh), cuma berbeda-beda setiap orang. Ada yang cepat sembuhnya, ada yang lama, ada yang sudah sembuh muncul lagi atau ada yang malah enggak sembuh-sembuh malah tambah luas," bebernya.

Terapi penyembuhan vitiligo sendiri ada lima golongan. Dia merinci, terapi pertama adalah terapi yang dioleskan atau terapi topikal.

Kedua, adalah terapi minum obat-obatan tertentu yang mendukung penyembuhan. "Lalu, fototerapi. Keempat adalah terapi pembedahan. Kelima psikoterapi. Kita melihat sejauh mana dan seluas apa vitiligo itu, ada istilah BSA atau body surface area atau luas permukaan tubuh. Satu telapak tangan pasien itu berarti satu persen," paparnya panjang lebar.  (tim redaksi)

#penyakitvitiligo
#penyakitkulit
#penyakitautoimun
#genetik
#terapivitiligo
#patogenesis

Tidak ada komentar