Breaking News

Penelitian: Banyak Gerak saat Kecil Bisa Perkuat Ketajaman Berpikir saat Dewasa

Ilustrasi anak-anak berolahraga. Foto: net

WELFARE.id-Ternyata rutin melakukan aktivitas fisik untuk anak-anak tak hanya membawa manfaat bagi kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental. Anak yang sering bergerak aktif cenderung memiliki pikiran yang tajam selama beberapa puluh tahun mendatang.

Itu dibuktikan dalam sebuah studi terbaru dalam Journal of Science and Medicine in Sport. Studi yang dimulai pada 1985 ini melibatkan sebanyak 1.200 partisipan di Australia dan berlangsung selama 30 tahun. Di awal studi, usia para partisipan berkisar di antara 7-15 tahun.

Di awal studi, para partisipan menjalani serangkaian pemeriksaan untuk mengukur kebugaran paru dan jantung, kekuatan, dan ketahanan para partisipan. Tim peneliti juga melakukan pengukuran rasio dada dan pinggul para partisipan.

Setelah 30 tahun berlalu, tim peneliti menemukan adanya korelasi antara kondisi kebugaran serta radio pinggang dan pinggul di masa kanak-kanak dengan kemampuan berpikir ketika dewasa. Individu dengan tingkat kebugaran yang tinggi dan rasio pinggang-pinggul yang rendah di masa kanak-kanak cenderung menunjukkan kemampuan berpikir yang lebih baik.

Di samping itu juga, tim peneliti juga mendapatkan temuan yang cukup mengejutkan. Tim peneliti mengungkapkan bahwa tubuh yang bugar pada saat anak-anak berkaitan dengan skor yang lebih tinggi pada kecepatan memproses informasi dan atensi. Akan tetapi, kondisi kebugaran tubuh di masa kecil tak memiliki dampak pada daya ingat.

"Ini mungkin dikarenakan fungsi kognitif terkait kecepatan memproses dan atensi mulai menurun di usia paruh baya, sedangkan daya ingat secara umum baru mulai menurun nanti (pada usia yang lebih tua)," jelas peneliti Michele Callisaya PhD dari National Centre for Healthy Ageing di Peninsula Health dan Monash University, seperti dilansir WebMD, Rabu (29/6/2022).

Temuan ini kembali menyoroti pentingnya berolahraga bagi kesehatan. Dan untuk mendapatkan manfaat kesehatan paling optimal, olahraga perlu mulai dibiasakan sejak masa kanak-kanak. Kebiasaan baik seperti olahraga yang dibiasakan sejak kecil juga cenderung akan terus menetap hingga dewasa.

Studi terdahulu juga sempat menyoroti adanya hubungan antara kebugaran pada orang dewasa dengan kemampuan berpikir yang lebih baik di masa berikutnya. Selain itu, kebugaran di usia dewasa juga tampak mempengaruhi penurunan risiko demensia saat lansia.

Anak berusia di atas enam tahun dianjurkan untuk melakukan aktivitas fisik berintensitas sedang hingga berat selama 60 menit setiap hari. 

Selain itu para orang tua juga sangat disarankan untuk membantu anak mencapai target ini.
”Jadi membuat aktivitas fisik menjadi sebuah pengalaman yang menyenangkan dan positif itu penting," ungkap Callisaya juga.

Orang tua juga sebaiknya ikut terlibat saat anak melakukan aktivitas fisik. Hal lain yang bisa dilakukan orangtua adalah membatasi durasi waktu anak untuk menggunakan smartphone. 

Menurut studi dari Denmark, anak yang memiliki batasan waktu layar tiga jam per pekan cenderung melakukan aktivitas fisik 45 menit lebih lama setiap harinya dibandingkan dengan anak yang tak memiliki batasan bermain smartphone. (tim redaksi)

#anak-anak
#kesehatananak
#latihanfisik
#olahraga
#usiatuasehat
#bermainsmartphone
#penelitian

Tidak ada komentar