Breaking News

Pendukung Penghina Nabi Muhammad Dipenggal, India Langsung Lockdown

Situasi di India. Foto : AFP

WELFARE.id-Ucapan politikus Partai Bharatiya Janata (BJP) Nupur Sharma yang melontarkan penghinaan terhadap Nabi Muhammad berbuntut panjang. 

Aksi protes masih dilakukan dibeberapa daerah. Terbaru, di Negara Bagian Rajasthan, India utara yang dua orang pria memenggal seorang pria yang bekerja sebagai penjahit bernama Kanhaiya Lal. Korban diketahui pernah memberikan dukungan kepada Nupur Sharma.

Polisi berhasil menangkap dua pelaku tersebut. Video aksi keji pelaku itu direkam menggunakan kamera dan diunggah secara daring. "Kedua tertuduh dalam pembunuhan itu telah ditangkap dan kami akan memastikan hukuman yang tegas dan keadilan yang cepat," ucap kepala menteri negara bagian Rajasthan, Ashok Gehlot, dalam pernyataan via Twitter, dikutip Kamis (30/6/2022). 

Kedua pelaku disebut mengacungkan pisau besar ke Lal. Mereka juga mengancam membunuh Perdana Menteri Narendra Modi. 

Gehlot meminta warganya tetap tenang dan tidak membagikan video mengerikan itu lantaran bisa memicu perpecahan dalam masyarakat. 

Dilaporkan AFP, ratusan orang berkumpul di luar rumah Lal menjelang pemakamannya pada hari Rabu (29/6/2022). Sehari sebelumnya, ratusan orang juga memprotes dan meneriakkan slogan-slogan Hindu sebagai tanggapan atas pembunuhan itu. 

Orang-orang yang mengendarai sepeda motor dan mobil mengibarkan bendera safron, warna agama Hindu, dan meneriakkan slogan-slogan. Mereka menuntut hukuman mati bagi terdakwa. "Gantung mereka, gantung mereka. Suamiku sudah pergi," kata istri Lal. 

"Jika hukum tidak mau melakukan apa-apa, berikan kepada kami sehingga kami dapat membunuh mereka," tegas krabatnya yang lain. 

Setelah kejadian, pemerintah pun melakukan "lockdown" di kota tersebut. Ratusan polisi dikerahkan di kota barat Udaipur, negara bagian Rajasthan. 

Badan Investigasi Nasional (NIA) pusat mengatakan bahwa video viral tersebut memang memicu kepanikan dan teror di antara massa di seluruh negeri. Untuk mencegah potensi kekerasan sektarian, pihak berwenang mengerahkan 600 polisi tambahan dan menempatkan kota berpenduduk sekitar 450.000 orang itu di bawah jam malam. 

Pemerintah juga memutus akses internet seluler di sana dan di bagian lain negara bagian Rajasthan. Ketua Menteri Rajasthan Ashok Gehlot mengimbau orang-orang untuk tidak membagikan video itu karena akan "melayani motif penyerang untuk menciptakan perselisihan di masyarakat". "Keterlibatan organisasi dan hubungan internasional mana pun akan diselidiki secara menyeluruh," kata Menteri Dalam Negeri India Amit Shah. 

Di media sosial, anggota partai dan pendukung BJP yang berkuasa menggambarkan pembunuhan itu sebagai serangan terhadap semua umat Hindu. Organisasi Muslim India mengutuk pembunuhan itu. Tetapi kelompok Hindu sayap kanan Vishwa Hindu Parishad, Surendra Kumar Jain mengatakan bahwa banyak pemimpin Muslim telah "menghina kepercayaan Hindu". 

"Anda harus takut pada hari ketika umat Hindu juga mulai membalas penghinaan dengan koin yang sama," kata Jain dalam pesan video. 

India telah menjadi negara dengan potret kekerasan sektarian sporadis antara mayoritas Hindu dan Muslim. Islam sendiri berkomposisi sebanyak 14 persen dari 1,4 miliar penduduk. 

Kerusuhan agama pernah terjadi beberapa kali di India. Di ibu kota New Delhi 53 orang tewas pada 2020, sementara di kota terdekat, Muzaffarnagar 62 lainnya tewas pada 2013. 

Pada tahun 2002 sedikitnya 1.000 orang tewas dalam kekerasan di Gujarat, yang saat itu dipimpin oleh Modi. Sebagian besar korban adalah Muslim. 

Partai Modi telah dituduh meminggirkan komunitas Muslim. Ia dikatakan telah menabur perpecahan dengan umat Hindu sejak berkuasa pada tahun 2014. (tim redaksi) 

#india
#penghinanabi
#rusuhdiindia
#lockdown
#nupursharma
#hindumuslimindia

Tidak ada komentar