Breaking News

Pejabat BJP Hina Nabi Muhammad, India hantam Badai Protes Diplomatik Internasional

Sejumlah negara Islam protes akibat penghinaan dua pejabat BJP, partai yang berkuasa di India terhadap Nabi Muhammad S.A.W dan Alquran. Foto: Istimewa 

WELFARE.id-Badai diplomatik internasional menghantam India. Itu terjadi setelah dua pejabat Partai Bharatiya Janata Party (BJP) membuat pernyataan menghina dan mengolok-olok Nabi Muhammad S.A.W dan Alquran. 

Selain itu juga, dua pejabat partai berkuasa itu merilis pernyataan yang juga memicu protes keras di dalam negeri. Akibatnya, Pemerintah India berusaha menenangkan kemarahan di dalam dan luar negeri terkait penghinaan terhadap nabi junjungan umat muslim tersebut. 

Beberapa pejabat tinggi India terlibat dalam meredakan dampak diplomatik karena negara-negara Islam termasuk Qatar, Arab Saudi, Oman, Uni Emirat Arab (UEA), Afghanistan, Pakistan dan Iran, menuntut permintaan maaf secara resmi. 

Pejabat Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) India menyatakan, permintaan ini akibat mereka membiarkan pejabat tersebut mengeluarkan pernyataan yang menghina Nabi Muhammad S.A.W tersebut.

Selama akhir pekan, diplomat India yang ditempatkan di sejumlah Negara Teluk dan negara-negara Islam dipanggil oleh pejabat di negara-negara tersebut untuk memprotes komentar pejabat dua pejabat BJP. 

Bahkan, Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dalam sebuah pernyataan mengatakan, penghinaan itu meningkatkan kebencian. 

”Penghinaan ini datang dalam konteks meningkatnya intensitas kebencian dan penghinaan terhadap Islam di India dan pelecehan sistematis terhadap umat muslim di negara itu," tulis OKI dalam keterangan resminya.

Badan negara-negara Islam yang berpengaruh dan beranggotakan 57 orang itu mengutip keputusan terbaru untuk melarang jilbab di lembaga pendidikan di beberapa negara bagian India. 

Kemudian menyinggung penghancuran properti milik umat muslim untuk menyoroti apa yang dikatakannya sebagai bias yang dilakukan Pemerintah India.

Pernyataan penghinaan terhadap Nabi Muhammad S.A.W yang dilakukan oleh para pejabat India itu membuat Angkatan Bersenjata Pakistan mengutuk keras. "Tindakan keterlaluan itu sangat menyakitkan dan jelas menunjukkan tingkat kebencian yang ekstrem terhadap umat muslim dan agama lain di India," tulisnya.

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) India untuk meredakan kemarahan sejumlah negara itu mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa tweet dan komentar ofensif itu dengan cara apa pun tidak mencerminkan pandangan pemerintah. 

"Tindakan keras telah diambil terhadap orang-orang ini oleh badan-badan terkait. Sangat disesalkan bahwa Sekretariat OKI sekali lagi memilih untuk membuat komentar yang memotivasi, menyesatkan, dan nakal," kata juru bicara pemerintah Arindam Bagchi.

Arab Saudi juga menyambut baik tindakan yang diambil oleh BJP untuk menangguhkan juru bicara itu dari pekerjaannya. Seorang pejabat senior di Kedutaan Besar Qatar di New Delhi mengatakan, pemerintah Perdana Menteri (PM) Narendra Modi harus secara terbuka menjauhkan diri dari komentar tersebut.

"Melukai sentimen agama kami dapat secara langsung berdampak pada hubungan ekonomi," kata pejabat itu yang menyatakan sedang memeriksa laporan tentang boikot barang-barang India oleh beberapa pemilik supermarket di Qatar.

Perdagangan India dengan Dewan Kerjasama Teluk (GCC) yang mencakup Kuwait, Qatar, Arab Saudi, Bahrain, Oman, dan UEA, mencapai sekitar USD90 miliar pada 2020-2021. Saat ini, jutaan orang India tinggal dan bekerja di negara-negara GCC.

PM Modi dalam beberapa tahun terakhir telah memperkuat hubungan ekonomi dengan negara-negara kaya energi, sumber utama impor bahan bakar negara. Untuk diketahui, umat berjumlah sekitar 13 persen dari 1,35 miliar penduduk India. 

Sementara itu di dalam negeri India sendiri, protes terhadap pernyataan anti-muslim oleh umat Islam akan dilakukan di ibukota keuangan Mumbai pada Senin (6/6/2022). (tim redaksi)


#india
#islamophobia
#penghinaan
#nabimuhammadsaw
#umatmuslim
#dewankerjasamateluk
#kerjasamaoki
#protesdiplomatik

Tidak ada komentar